4 Fakta Menarik Jelang Duel Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Head to Head hingga Adu Nilai Pasar

Simak empat fakta menarik apa saja yang tersaji jelang duel Timnas Indonesia kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 28 September 2026, 07:15 WIB
Ilustrasi Malaysia Vs Timnas Indonesia, FIFA ASEAN Cup 2026. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah fakta menarik tersaji menjelang pertemuan Timnas Indonesia melawan Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Sesuai jadwal, duel dua rival Asia Tenggara itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (28-9-2026) malam WIB.

Advertisement

Saat ini, Malaysia memuncaki klasemen Grup A setelah menekuk Bangladesh dengan skor 3-0 pada laga perdana. Sementara itu, Timnas Indonesia menggasak Singapura 2-0.

Malaysia berhak berada di posisi teratas karena unggul selisih gol atas Timnas Indonesia. Situasi tersebut membuat duel di SUGBK makin menarik karena kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin.

Selain persaingan di klasemen, pertandingan Tim Merah-Putih kontra Harimau Malaya juga menyimpan beberapa fakta menarik. Berikut empat di antaranya.


Malaysia Sedikit Unggul

Para pemain Timnas Indonesia hanya bisa terdiam, kontras dengan timnas Malaysia usai membobol gawang Indonesia di final leg kedua Piala AFF 2010 di Jakarta. (AFP/Bay Ismoyo)

Timnas Indonesia dan Malaysia telah 85 kali bertemu dalam pertandingan yang tercatat. Artinya, duel di SUGBK nanti akan jadi perjumpaan ke-86 kedua tim sepanjang sejarah.

Dalam rekor tersebut, Malaysia sedikit lebih unggul. Harimau Malaya mengemas 34 kemenangan, sedangkan Timnas Indonesia mencatatkan 33 kemenangan.

Adapun 18 pertandingan lainnya berakhir imbang. Persinggungan pertama kedua negara tercatat pada 7 September 1958 dalam ajang Piala Merdeka.

Kalau berhasil mengalahkan Malaysia pada bentrokan nanti, Timnas Indonesia bakal menyamai catatan kemenangan sang rival dalam rekor pertemuan sepanjang sejarah.


Adu Taktik Pelatih Berpengalaman

Tan Cheng Hoe, pelatih Timnas Malaysia. (Dok. Official FAM Facebook)

Laga Timnas Indonesia melawan Malaysia juga menjadi panggung adu strategi antara pelatih John Herdman dan Tan Cheng Hoe.

Herdman punya pengalaman panjang di level internasional. Satu di antara pencapaian penting dalam kariernya ialah mengantarkan Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 usai penantian 36 tahun.

Di kubu Malaysia, Tan Cheng Hoe berstatus sebagai pelatih interim. Dia bukan sosok asing karena pernah menangani Harimau Malaya pada periode 2018-2022.

Saat memimpin Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe dua kali membawa timnya mengalahkan Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pertemuan kali ini menarik untuk dinantikan. Kedua pelatih tentu sudah menyiapkan taktik masing-masing untuk membawa timnya meraih kemenangan dan menjaga peluang lolos ke final.


Perbedaan Nilai Pasar

Starting XI Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura dalam laga pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Pertandingan Timnas Indonesia versus Malaysia juga memperlihatkan perbedaan cukup mencolok jika menengok nilai pasar pemain kedua kesebelasan.

Dari semua nama pemain yang dibawa John Herdman, total nilai pasarnya mencapai 21,84 juta euro. Jika dikonversi ke rupiah, angka tersebut setara dengan Rp379,53 miliar.

Sementara itu, total market value seluruh pemain Malaysia berada di angka 7,25 juta euro atau sekitar Rp126,02 miliar. Dengan begitu, nilai pasar Tim Garuda tiga kali lebih besar ketimbang Harimau Malaya.


Perbandingan Pemain Termahal

Tan Cheng Hoe, pelatih Timnas Malaysia, dan Dion Cools saat sesi konferensi pers FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Jakarta, Kamis (24-9-2026). (Dok. Official FAM Facebook)

Komparasi nilai pasar juga terlihat ketika membandingkan pemain dengan harga tertinggi di masing-masing tim.

Di kubu tuan rumah, Kevin Diks menjadi pemain dengan nilai pasar teratas. Bek Borussia Monchengladbach tersebut memiliki market value sebesar 5 juta euro atau sekitar Rp102,1 miliar.

Adapun Malaysia mempunyai dua pemain dengan market value tertinggi, yakni Dion Cools dan Arif Aiman. Keduanya dibanderol 700 ribu euro atau setara Rp14,3 miliar.

Perbedaan tersebut kembali menunjukkan kontras nilai pasar antara kedua skuad yang akan bertanding di SUGBK.

Namun, angka-angka itu tidak secara langsung menentukan hasil pertandingan di lapangan.

Berita Terkait