Liam Gallagher Klaim Tahu Hukuman Man City jika Kalah Banding Kasus 115 Pelanggaran

Liam Gallagher bocorkan hukuman Manchester City jika kalah banding dalam kasus 115 pelanggaran FFP.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 September 2026, 08:15 WIB
Vokalis Oasis, Liam Gallagher (2R), menghadiri pemakaman mendiang petinju Inggris, Ricky Hatton, di Katedral Manchester, barat laut Inggris pada 10 Oktober 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Liam Gallagher mengklaim mengetahui hukuman yang akan diterima Manchester City apabila The Citizens gagal memenangkan banding dalam kasus pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP).

Menurut vokalis Oasis itu, Man City tidak akan kehilangan gelar maupun terdegradasi. Ia menyebut sanksi yang akan dijatuhkan hanya berupa denda dan larangan melakukan aktivitas transfer.

Advertisement

Gallagher menyampaikan klaim tersebut melalui akun X. Ia mengaku mendapat informasi dari seseorang yang disebutnya memiliki posisi sangat tinggi.

Meski begitu, Gallagher tetap yakin Man City akan memenangi proses banding mereka.

"Saya baru saja diberi tahu oleh seseorang yang berada di posisi sangat tinggi bahwa jika kami kalah dalam banding, yang tidak akan terjadi, kami akan mendapatkan denda dan larangan transfer, hanya itu," tulis Gallagher.


Unggahan Liam Gallagher

Liam Gallagher, kiri, mengangkat tangan Noel Gallagher dari band Oasis saat mereka tampil dalam konser reuni pada hari Jumat, 4 Juli 2025, di Cardiff. (Foto oleh Scott A Garfitt/Invision/AP)

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari satu di antara pengikutnya yang mempertanyakan apakah sang musisi memang diperbolehkan mengungkapkan informasi tersebut kepada publik.

Gallagher menjawab singkat bahwa dirinya sudah mengatakannya. Musisi berusia 54 tahun itu juga tetap menyertakan dukungannya kepada Man City dalam unggahan tersebut.

Man City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan yang diajukan setelah penyelidikan oleh komisi independen.

Kasus itu bermula ketika The Citizens didakwa pada Februari 2023 atas 115 dugaan pelanggaran yang terjadi antara 2009 hingga 2018.

Sampai sekarang, hukuman resmi terhadap Man City belum dijatuhkan. Mereka masih berpeluang mengajukan banding atas keputusan tersebut.


Apa Hukuman Man City?

Setelah sempat lolos dari sanksi UEFA pada tahun 2020 akibat pelanggaran aturan finansial, Manchester City kembali tersandung masalah yang sama yang kali ini didakwakan oleh Premier League selaku operator Liga Inggris. Klub Manchester Biru itu terindikasi telah melakukan manipulasi laporan keuangan dalam waktu 9 tahun mulai 2009 hingga 2018. Jika pada 2020 Man City hanya lolos dari dakwaan UEFA berupa larangan bertanding di kompetisi UEFA setelah memenangi banding lewat Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), maka kali ini sanksi yang menunggu klub milik Sheikh Mansour ini tergolong berat. Berikut deretan sanksi yang bisa dijatuhkan Premier League kepada Man City jika terbukti bersalah. (AFP/Oli Scarff)

Kasus ini memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan hukuman yang lebih berat. Sebagian pendukung menilai pengurangan poin dan degradasi layak diberikan kepada Man City atas pelanggaran yang dilakukan.

Henry Winter dari talkSPORT bahkan menyerukan agar gelar Premier League yang diraih Man City pada periode ketika pelanggaran terjadi dicabut.

Gelar musim 2011/2012, 2013/2014, dan 2017/2018 termasuk yang disebut dalam tuntutan tersebut.

Selain itu, ada pula desakan agar para pemilik dan petinggi Man City meninggalkan klub setelah keputusan tersebut diumumkan.

talkSPORT juga melaporkan EFL terbuka untuk bekerja bersama Premier League dalam menentukan kemungkinan hukuman bagi Man City.

Dalam skenario tersebut, klub berpotensi dikeluarkan dari Premier League sekaligus kompetisi di bawah naungan EFL.

Jika dikeluarkan dari Premier League dan EFL, Man City secara praktis hanya bisa melanjutkan kiprahnya hingga kasta kelima sepak bola Inggris.


Skenario Terburuk

Bek Manchester City asal Kroasia, Josko Gvardiol, merayakan gol bersama rekan setimnya setelah tinjauan VAR mengesahkan golnya pada laga Premier League melawan Bournemouth di Stadion Etihad, Manchester, 23 Agustus 2026. (Darren Staples/AFP)

Ben Jacobs dari talkSPORT menyebut Premier League telah mendorong hukuman pengurangan poin yang signifikan, bahkan mencapai level rekor, dan tidak menutup kemungkinan Man City terdegradasi.

Ia juga mengatakan EFL siap mendukung sikap Premier League apabila Man City dikeluarkan dari kompetisi kasta teratas.

Dalam skenario terburuk yang disebut Jacobs, Man City bahkan berisiko terusir sepenuhnya dari sepak bola Inggris.

Sementara itu, talkSPORT memahami sejumlah klub Premier League, baik yang masih berkompetisi maupun yang pernah berlaga di kompetisi tersebut, sedang mempertimbangkan langkah hukum bersama sebagai respons terhadap putusan dalam kasus Man City.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait