Bola.com, Jakarta - Liam Gallagher mengklaim mengetahui hukuman yang akan diterima Manchester City apabila The Citizens gagal memenangkan banding dalam kasus pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP).
Menurut vokalis Oasis itu, Man City tidak akan kehilangan gelar maupun terdegradasi. Ia menyebut sanksi yang akan dijatuhkan hanya berupa denda dan larangan melakukan aktivitas transfer.
Gallagher menyampaikan klaim tersebut melalui akun X. Ia mengaku mendapat informasi dari seseorang yang disebutnya memiliki posisi sangat tinggi.
Meski begitu, Gallagher tetap yakin Man City akan memenangi proses banding mereka.
"Saya baru saja diberi tahu oleh seseorang yang berada di posisi sangat tinggi bahwa jika kami kalah dalam banding, yang tidak akan terjadi, kami akan mendapatkan denda dan larangan transfer, hanya itu," tulis Gallagher.
Unggahan Liam Gallagher
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari satu di antara pengikutnya yang mempertanyakan apakah sang musisi memang diperbolehkan mengungkapkan informasi tersebut kepada publik.
Gallagher menjawab singkat bahwa dirinya sudah mengatakannya. Musisi berusia 54 tahun itu juga tetap menyertakan dukungannya kepada Man City dalam unggahan tersebut.
Man City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan yang diajukan setelah penyelidikan oleh komisi independen.
Kasus itu bermula ketika The Citizens didakwa pada Februari 2023 atas 115 dugaan pelanggaran yang terjadi antara 2009 hingga 2018.
Sampai sekarang, hukuman resmi terhadap Man City belum dijatuhkan. Mereka masih berpeluang mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Apa Hukuman Man City?
Kasus ini memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan hukuman yang lebih berat. Sebagian pendukung menilai pengurangan poin dan degradasi layak diberikan kepada Man City atas pelanggaran yang dilakukan.
Henry Winter dari talkSPORT bahkan menyerukan agar gelar Premier League yang diraih Man City pada periode ketika pelanggaran terjadi dicabut.
Gelar musim 2011/2012, 2013/2014, dan 2017/2018 termasuk yang disebut dalam tuntutan tersebut.
Selain itu, ada pula desakan agar para pemilik dan petinggi Man City meninggalkan klub setelah keputusan tersebut diumumkan.
talkSPORT juga melaporkan EFL terbuka untuk bekerja bersama Premier League dalam menentukan kemungkinan hukuman bagi Man City.
Dalam skenario tersebut, klub berpotensi dikeluarkan dari Premier League sekaligus kompetisi di bawah naungan EFL.
Jika dikeluarkan dari Premier League dan EFL, Man City secara praktis hanya bisa melanjutkan kiprahnya hingga kasta kelima sepak bola Inggris.
Skenario Terburuk
Ben Jacobs dari talkSPORT menyebut Premier League telah mendorong hukuman pengurangan poin yang signifikan, bahkan mencapai level rekor, dan tidak menutup kemungkinan Man City terdegradasi.
Ia juga mengatakan EFL siap mendukung sikap Premier League apabila Man City dikeluarkan dari kompetisi kasta teratas.
Dalam skenario terburuk yang disebut Jacobs, Man City bahkan berisiko terusir sepenuhnya dari sepak bola Inggris.
Sementara itu, talkSPORT memahami sejumlah klub Premier League, baik yang masih berkompetisi maupun yang pernah berlaga di kompetisi tersebut, sedang mempertimbangkan langkah hukum bersama sebagai respons terhadap putusan dalam kasus Man City.
Sumber: Talksport