Bola.com, Jakarta - Jurgen Klopp menolak membesar-besarkan kekalahan 0-1 Jerman dari Yunani dalam laga uji coba, Minggu (27/9/2026).
Menurut Klopp, kekalahan dari Yunani itu memang menjadi kemunduran, tetapi bukan alasan untuk menganggap proyek baru Die Mannschaft telah gagal.
Era baru Jerman bersama Jurgen Klopp sejauh ini belum berjalan mulus. Setelah sebelumnya bermain imbang, Jerman kini harus menelan kekalahan dari Yunani.
Hasil tersebut tentu bukan awal yang diharapkan, terlebih Jerman sedang berusaha bangkit setelah mengalami sejumlah kegagalan di panggung internasional dalam satu dekade terakhir.
Jurgen Klopp Tidak Ingin Jerman Terjebak Kepanikan
Jurgen Klopp menyadari ekspektasi terhadap dirinya sangat besar sejak ditunjuk menangani Timnas Jerman.
Mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool itu bahkan sempat disebut sebagai sosok yang bisa menyelamatkan sepak bola Jerman.
Namun, Klopp menegaskan perubahan tidak dapat terjadi dalam sekejap. Ia ingin kekalahan dari Yunani dilihat sebagai bagian dari proses, bukan sebuah bencana.
"Tidak ada alasan bagi saya untuk jatuh ke dalam depresi dan berkata, 'Kami sangat buruk.' Kami tidak seburuk itu," ujar Klopp dalam konferensi pers seusai pertandingan.
"Namun, kami juga tidak sebagus itu," lanjutnya.
Klopp menilai Jerman masih membutuhkan waktu untuk berkembang dan menemukan identitas permainan yang diinginkannya.
Klopp Lindungi Para Pemain Jerman dari Kritik
Klopp juga meminta agar para pemain, terutama mereka yang baru masuk ke tim nasional, tidak langsung mendapatkan penilaian definitif setelah satu atau dua pertandingan.
Ia bahkan mempersilakan dirinya sendiri menjadi sasaran kritik apabila performa Jerman dianggap mengecewakan.
"Saya tidak ingin para pemain langsung dinilai secara definitif, 'Dia bisa melakukan ini atau dia tidak bisa melakukan itu.' Jika Anda ingin mengkritik seseorang, kritik saya," tegas Klopp.
"Biarkan para pemain baru berkembang. Para pemain yang sudah mapan adalah pemain-pemain top di klub mereka dan mereka mendapat dukungan saya. Silakan mengkritik saya, tetapi jangan anak-anak itu," lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan Klopp ingin memberikan ruang kepada para pemainnya untuk beradaptasi dengan sistem dan tuntutan baru di tim nasional.
Klopp Kecewa Fans Mulai Mencemooh
Kekalahan dari Yunani juga diwarnai reaksi negatif dari sebagian pendukung Jerman. Jurgen Klopp mengaku terkejut ketika mendengar sejumlah suporter mulai mencemooh tim.
Menurutnya, respons itu justru berpotensi mengganggu proses pembangunan kembali Timnas Jerman yang sedang berjalan.
"Kita tidak perlu menghancurkan semuanya secara keseluruhan. Saya terkejut beberapa orang mencemooh," kata Klopp.
Sebelumnya, Jerman telah mengalami sejumlah pergantian pelatih dalam upaya mengembalikan kejayaan mereka.
Namun, proyek yang dibangun bersama Hansi Flick dan Julian Nagelsmann pada akhirnya belum mampu memenuhi ekspektasi.
Jurgen Klopp Tetap Optimistis dengan Masa Depan Jerman
Jurgen Klopp menilai langkah terbaik bagi Jerman saat ini adalah tetap berada di jalur yang telah ditentukan dan tidak kembali melakukan perubahan besar hanya karena hasil negatif.
Pelatih berusia 59 tahun itu percaya masa depan Jerman tetap terbuka lebar, meski timnya belum menunjukkan performa konsisten pada awal era kepemimpinannya.
"Masa depan akan secerah yang kita buat. Kami akan menghadapinya dengan segala yang kami punya. Kami akan terus berada di jalur ini," ujar Klopp.
Dengan demikian, Jurgen Klopp memilih melihat kekalahan dari Yunani sebagai bagian dari proses panjang.
Jerman memang belum berada di level yang diharapkan, tetapi menurut Klopp, hasil tersebut juga tidak seharusnya menjadi alasan untuk membongkar kembali seluruh proyek.
Sumber: Bavarian Football Works