Jerman Kalah dari Yunani, Joshua Kimmich Kecewa dengan Performa Sendiri

Sang kapten menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di lapangan, tetapi justru terlibat dalam dua momen yang berujung mengecewakan bagi Die Mannschaft.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 28 September 2026, 07:30 WIB
Reaksi gelandang Timnas Jerman, Joshua Kimmich, setelah timnya kalah 0-1 dari Yunani dalam laga Grup 2 UEFA Nations League A 2026/2027 di WWK Arena, Augsburg, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. (Michaela STACHE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Joshua Kimmich mengaku tidak puas dengan penampilannya saat Timnas Jerman kalah 0-1 dari Yunani dalam laga UEFA Nations League 2026/2027, Senin (28/9/2026) dini hari WIB.

Sang kapten menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di lapangan, tetapi justru terlibat dalam dua momen yang berujung mengecewakan bagi Die Mannschaft.

Advertisement

Jerman sebenarnya mampu menguasai sebagian besar jalannya pertandingan. Namun, dominasi penguasaan bola tidak cukup untuk menghasilkan peluang bersih yang bisa dikonversi jadi gol.

Kekalahan itu semakin mengecewakan karena menjadi kekalahan pertama Jerman dari Yunani sepanjang sejarah pertemuan kedua negara.

 

Kimmich Akui Dua Kesalahan yang Berujung Fatal

Reaksi pemain Jerman setelah kalah dari Yunani dalam laga Grup 2 UEFA Nations League A 2026/2027 di WWK Arena, Augsburg, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. (Michaela STACHE / AFP)

Kimmich menjadi sorotan setelah melakukan kesalahan pada babak kedua yang memberikan Yunani peluang besar untuk mencetak gol.

Tidak lama kemudian, pemain Bayern Munchen tersebut kembali terlibat dalam momen kurang beruntung.

Tembakan Dimitrios Kourbelis pada menit ke-74 mengenai Kimmich sebelum berubah arah dan mengecoh kiper Jerman, Alexander Nübel. Gol itu akhirnya menjadi penentu kemenangan Yunani.

Alih-alih menghindari tanggung jawab, Kimmich secara terbuka mengakui bahwa penampilannya masih jauh dari sempurna.

"Rasanya tidak enak setelah tembakan yang membentur saya dan berujung gol. Sebelumnya, saya juga kehilangan bola yang kemudian menghasilkan peluang besar bagi mereka," ujar Kimmich kepada Kerry Hau.

"Saya berusaha memberikan perasaan positif kepada para pemain dan membantu mereka. Namun, jelas masih ada ruang untuk perbaikan," lanjutnya.


Jerman Dominan, tetapi Kesulitan Ciptakan Peluang

Pelatih kepala Jerman, Jurgen Klopp, memberikan penghormatan kepada suporter yang hadir di WWK Arena, Augsburg, setelah Jerman kalah 0-1 dari Yunani dalam laga UEFA Nations League 2026/2027, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. (Michaela STACHE / AFP)

Performa Joshua Kimmich juga mencerminkan masalah yang dialami Timnas Jerman secara keseluruhan.

Pelatih Jürgen Klopp melakukan lima perubahan dalam susunan pemain dibandingkan ketika bermain imbang melawan Belanda.

Jerman mampu mengontrol sebagian besar pertandingan dan menguasai bola dalam waktu yang cukup lama.

Namun, Die Mannschaft kesulitan mengubah dominasi tersebut menjadi peluang-peluang matang.

Kimmich sempat memiliki kesempatan melalui tendangan bebas pada awal babak kedua. Sayangnya, upaya tersebut belum mampu mengubah keadaan.

Hingga pertandingan berakhir, Jerman tidak berhasil menemukan gol penyeimbang dan harus menerima kekalahan 0-1.


Kekalahan Jadi Malam yang Mengecewakan bagi Kimmich

Bagi Kimmich, pertandingan melawan Yunani menjadi malam yang mengecewakan, baik secara individu maupun sebagai bagian dari tim.

Sebagai kapten sekaligus salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Jerman, pemain Bayern Munchen itu memiliki peran penting dalam proyek baru yang sedang dibangun Klopp.

Kesediaannya untuk mengakui kesalahan menjadi bagian penting dari proses itu. Kimmich tidak berusaha mencari kambing hitam setelah kekalahan, tapi langsung mengevaluasi kontribusinya sendiri.


Kimmich dan Klopp Hadapi Tantangan Membangun Jerman

Kekalahan dari Yunani menjadi hasil yang tidak ideal bagi Jerman pada awal era Klopp. Setelah sempat bermain imbang melawan Belanda, Die Mannschaft kini harus menerima kekalahan dalam pertandingan berikutnya.

Namun, proses membangun tim baru membutuhkan waktu. Kimmich pun menyadari masih ada banyak aspek yang perlu diperbaiki, baik dari individu maupun permainan secara keseluruhan.

Dengan pengalaman dan statusnya sebagai kapten, sikap Kimmich dalam mengakui kesalahan dapat menjadi bagian dari upaya Jerman untuk berkembang di bawah Klopp.

Tantangan berikutnya adalah memastikan evaluasi tersebut benar-benar menghasilkan perbaikan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Sumber: Bavarian Football Works

Berita Terkait