Bola.com, Jakarta - Viktor Gyokeres mengakui dirinya frustrasi karena sejauh ini hanya menjadi pilihan kedua Mikel Arteta di lini depan Arsenal.
Penyerang Timnas Swedia itu harus berada di belakang Kai Havertz dalam persaingan mendapatkan tempat utama.
Situasi tersebut membuat awal musim 2026/2027 berjalan tidak sesuai harapan Gyokeres. Dari lima pertandingan Premier League, pemain berusia 28 tahun itu baru dua kali tampil sebagai pemain pengganti.
Padahal, pada musim sebelumnya Gyokeres mencetak 14 gol dari 36 pertandingan ketika Arsenal berhasil meraih gelar Premier League 2025/2026.
Peluang untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak kini terbuka setelah Havertz mengalami cedera ketika membela Timnas Jerman menghadapi Belanda, awal pekan ini.
Gyokeres baru saja mencetak gol saat Swedia mengalahkan Rumania 2-1 pada Jumat malam atau Sabtu dini hari WIB.
Setelah pertandingan tersebut, ia mengakui kondisi yang dihadapinya pada awal musim ini memang tidak ideal.
Fokus Bersama Arsenal
Rumor mengenai masa depannya juga sempat ramai sebelum musim bergulir. Namun, Gyokeres menegaskan dirinya tetap fokus bersama Arsenal.
"Tentu saja ada banyak spekulasi. Namun, saya menjalani pramusim penuh dan semuanya terasa baik. Saya sepenuhnya fokus kepada Arsenal," ujar Gyokeres seperti dikutip SVT Sport.
Ketika ditanya mengenai posisinya dalam skuad Arteta, Gyokeres mengakui situasi tersebut membuatnya frustrasi.
"Tentu saja itu membuat frustrasi, di mana pun Anda berada. Anda selalu ingin berada di lapangan, memberikan kontribusi, dan mencetak gol," katanya.
"Kadang-kadang memang bisa membuat frustrasi, tetapi saya hanya berusaha melakukan yang terbaik ketika mendapat kesempatan dan fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan," imbuhnya.
Spekulasi Tinggalkan Arsenal
Gyokeres juga mengenang musim lalu yang menurutnya berjalan dengan baik.
Arsenal berhasil menjadi juara Premier League dan tampil bagus di kompetisi lainnya, meski ia mengakui Meriam London sebenarnya bisa meraih satu gelar tambahan.
Kendati mencetak gol dalam kemenangan Swedia atas Rumania, performa Gyokeres tetap mendapat kritik dari sejumlah media di negaranya.
Penilaian tersebut muncul setelah beberapa penampilannya bersama Arsenal musim lalu juga menjadi sorotan. Namun, 21 gol dan tiga assist yang dicatatkannya dalam 60 penampilan menunjukkan torehan yang tetap solid.
Karena itu, spekulasi mengenai kemungkinan Gyokeres meninggalkan Emirates Stadium, baik pada musim panas maupun dalam beberapa pekan terakhir, terasa berlebihan.
Apalagi, musim lalu merupakan musim pertamanya bermain di Premier League.
Perdebatan mengenai apakah Gyokeres seharusnya mendapat porsi bermain lebih besar memang wajar. Meski begitu, torehan gol yang sudah ia bukukan layak mendapat penghargaan lebih besar.
Sumber: Sports Mole