Manchester City Bisa Juara Premier League di Tengah Kasus 115 Dakwaan

Manchester City tetap bisa juara Premier League, meski dinyatakan bersalah dalam kasus 115 dakwaan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 September 2026, 15:30 WIB
Bek Manchester City asal Kroasia, Josko Gvardiol, merayakan gol bersama rekan setimnya setelah tinjauan VAR mengesahkan golnya pada laga Premier League melawan Bournemouth di Stadion Etihad, Manchester, 23 Agustus 2026. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester City masih memiliki peluang menjuarai Premier League 2026/2027 meski dinyatakan bersalah atas pelanggaran regulasi FFP Premier League.

Jurnalis ESPN, Mark Ogden, menilai hukuman terhadap Man City kemungkinan belum akan diputuskan dalam waktu dekat sehingga tidak menutup kesempatan tim asuhan Enzo Maresca meraih gelar musim ini.

Advertisement

Man City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang berkaitan dengan kasus pelanggaran regulasi FFP Premier League.

The Citizens disebut melakukan pembayaran di luar pembukuan kepada manajer dan pemain, menggelembungkan nilai kesepakatan sponsor, serta tidak bekerja sama dalam penyelidikan.

Man City akan mengajukan banding, sementara panel masih mempertimbangkan hukuman yang akan diberikan.

 


Spekulasi Sanksi

Pemain Manchester City Erling Haaland (kanan) merayakan gol bersama Enzo Fernandez dalam laga Liga Champions antara Porto vs Man City di Porto, Portugal, Selasa, 8 September 2026. (AP Photo/Luis Vieira)

Spekulasi mengenai sanksi pun bermunculan. Pengeluaran dari kasta tertinggi sepak bola Inggris dan pengurangan poin dalam jumlah besar menjadi beberapa hukuman yang diperkirakan dapat dijatuhkan.

Namun, menurut Ogden, proses tersebut kemungkinan berlangsung cukup lama dan belum tentu selesai sebelum kompetisi musim ini berakhir.

"Ya, tentu saja mereka bisa," ujar Ogden dalam podcast "Good, the Bad & the Football" ketika legenda Manchester United, Nicky Butt, menanyakan apakah Man City masih dapat menjuarai Premier League setelah dinyatakan bersalah.

"Karena mereka masih dianggap tidak bersalah sampai proses pembuktiannya selesai. Selama proses ini belum berakhir, mereka tetap bisa melakukannya. Pada dasarnya, proses ini dimulai pada 2019 ketika penyelidikan dimulai. Persidangannya baru berlangsung pada 2024 dan berjalan selama tiga bulan," lanjutnya.

 


Gambaran Lama Proses

Rayan Cherki (kanan) merayakan golnya buat Man City ke gawang Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (19/4/2026). (Darren Staples / AFP)

Persidangan tersebut berakhir pada Desember 2024. Hampir dua tahun kemudian, panel mencapai keputusan dengan menyatakan Man City bersalah atas 114 dakwaan.

Ogden kemudian menggunakan lamanya proses tersebut sebagai gambaran mengenai kemungkinan waktu yang dibutuhkan untuk menentukan hukuman.

"Jadi, dibutuhkan dua tahun untuk sampai ke titik ini. Kalau mempertimbangkan 115 dakwaan saja membutuhkan waktu dua tahun, Anda bisa membayangkan bahwa untuk menentukan hukuman atas 114 dakwaan juga akan memerlukan waktu dua tahun," kata Ogden.

 


Kejar Gelar Musim Ini

Striker Manchester City, Erling Haaland, merayakan golnya ke gawang Manchester United dalam lanjutan Premier League 2026/2027 di Old Trafford, Minggu (13/9/2026) malam WIB. (Paul ELLIS / AFP)

Dengan demikian, Man City tetap dapat mengejar gelar musim ini. Setelah lima pertandingan, mereka memimpin klasemen dengan poin sempurna dan unggul tiga angka atas Arsenal.

The Gunners masih disebut sebagai favorit untuk mempertahankan gelar, sedangkan Man City memburu gelar pertama sejak 2024.

Jika Man City akhirnya menjadi juara ketika persoalan hukuman masih membayangi, klub-klub lain di Premier League berpotensi memberikan reaksi keras.

Sejumlah klub bahkan sudah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Man City sehingga keberhasilan pasukan Maresca meraih gelar musim ini dapat makin memperbesar ketegangan dengan 19 klub lainnya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait