Bola.com, Jakarta - Dunia sepak bola Indonesia berduka. Isman Jasulmei, akrab disapa Coach Is atau Om Is, meninggal dunia pada Selasa pagi, 29 September 2026, akibat serangan jantung. Mantan pemain dan pelatih Persija Jakarta itu mengembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit kawasan Matraman, Jakarta.
Kabar duka ini cepat menyebar. Persija Jakarta menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka pada Senin, 28 September 2026. Komunitas suporter The Jakmania juga turut menyampaikan duka yang mendalam.
Ketua PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi, mengungkapkan kesedihan atas kepergian Isman Jasulmei. Ia menilai wafatnya Coach Isman merupakan kehilangan besar bagi perkembangan sepak bola nasional, khususnya dalam aspek pembinaan usia muda.
Semasa hidupnya, Isman menapaki karier panjang sebagai pemain lalu pelatih, termasuk menjadi asisten pelatih di level elite, sebelum menaruh perhatian besar pada pengembangan sepak bola akar rumput.
Jejak Pemain: Dari Merdeka Boys Hingga Persija Jakarta
Isman Jasulmei memulai karier pada 1976 dengan bergabung bersama Merdeka Boys Football Association. Ia bertahan di tim tersebut hingga 1982.
Selama periode itu, ia juga memperkuat tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional. Di antaranya tampil pada National Junior Lion City Cup di Singapura pada 1982 serta National Super Pre-Olimpiade (PSSI Putih) pada 1983.
Isman kemudian menjadi bagian dari National Garuda Pre-Asian Cup dan National Garuda Merlion Cup di Singapura pada 1984, serta National B Merlion Cup di Singapura pada 1986.
Di level klub, ia bermain untuk Arseto Solo FC pada 1986-1987. Setelah itu, Isman membela Persija Jakarta FC dari 1987 hingga 1994.
Dedikasi di Kepelatihan dan Pembinaan Sepak Bola
Tidak hanya sebagai pemain, Isman Jasulmei dikenal luas atas dedikasinya di dunia kepelatihan dan pembinaan. Hingga tahun 2020, ia tercatat telah menangani atau menjadi asisten pelatih di 25 tim berbeda. Ia memegang lisensi kepelatihan AFC dan PSSI dengan predikat B, yang telah disetarakan dengan lisensi A pada April 2021.
Sebagai pelatih kepala, Isman pernah membawa Jakarta University meraih runner-up nasional pada 1998 dan Trisakti FC menjadi runner-up Persija Jakarta Competition pada 1999. Ia juga mengantar Persija Junior meraih runner-up Piala Suratin pada 2000.
Beberapa klub besar yang pernah ia tangani antara lain Indocement-Trisakti FC Divisi I pada 2002, Pra PON Riau U-23 pada 2003, Persikad Depok, Persis Solo, PSMS Medan, hingga Maluku FC pada periode 2022-2023.
Dalam perannya sebagai asisten pelatih, Isman turut berkontribusi mengantarkan Persija Jakarta meraih gelar juara Liga Indonesia 2001 saat mendampingi Sergei Dubrovin. Ia juga pernah mendampingi pelatih kepala lain seperti Danurwindo di Persija Jakarta.
Pada beberapa tahun terakhir, Coach Isman memfokuskan perhatian pada pembinaan sepak bola akar rumput. Filosofi kepelatihannya menekankan pentingnya kerja keras, kerja cerdas, dan disiplin kebersamaan untuk membangun tim yang solid.