Bola.com, Jakarta - FIFA menuduh UEFA melakukan "pelecehan" dan menjalankan "kampanye misinformasi" terkait upaya memperoleh dokumen dan kesaksian untuk perkara yang berpotensi melibatkan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Tuduhan itu disampaikan FIFA dalam dokumen hukum setebal 21 halaman yang diajukan ke pengadilan federal di Florida, Amerika Serikat.
Melalui firma hukum Linklaters, FIFA meminta pengadilan menolak permohonan UEFA untuk mendapatkan bukti yang berkaitan dengan rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) milik Infantino.
Dalam dokumen itu, pengacara FIFA menyatakan tindakan UEFA menunjukkan permohonan yang diajukan dibuat dengan itikad buruk dan bertujuan melakukan pelecehan.
FIFA menuding UEFA telah memberi tahu media mengenai permohonan hukum itu sebelum dokumen resmi diajukan ke pengadilan.
Menurut FIFA, langkah itu membuat tuduhan UEFA mendapat pemberitaan sebelum pihak yang menjadi sasaran tuduhan memiliki kesempatan untuk memberikan tanggapan.
FIFA juga menilai dokumen UEFA memuat sejumlah pernyataan yang dianggap keliru atau menyesatkan mengenai FIFA dan Infantino.
Awal Mula Perselisihan
Perselisihan ini berkaitan dengan FFE, rencana yang telah dibatalkan untuk menempatkan hak komersial kompetisi FIFA dalam sebuah entitas baru.
Pada akhir Agustus lalu, UEFA mengajukan permohonan di sejumlah pengadilan Amerika Serikat, termasuk New York dan Florida, untuk memperoleh dokumen serta kesaksian yang akan digunakan dalam rencana proses pidana di Swiss.
UEFA sebelumnya menilai investor akan membayar 4,2 miliar dolar AS untuk memperoleh kepemilikan saham dalam FFE.
Dalam dokumen hukum UEFA, nilai itu disebut membuat valuasi bisnis berada di kisaran 20 miliar dolar AS. UEFA juga mempertanyakan proses penentuan nilai FFE dan cara rencana itu disusun.
FIFA menolak tudingan Infantino berusaha mendapatkan keuntungan pribadi dari rencana itu.
Dalam dokumen pembelaannya, FIFA menyatakan FFE harus mendapatkan persetujuan asosiasi anggota dan Dewan FIFA serta akan berada di bawah pengawasan kedua pihak.
"Dengan tidak memiliki dasar sama sekali, UEFA menyatakan bahwa Tuan Infantino berusaha mendapatkan keuntungan pribadi dari proposal FFE," tulis pengacara FIFA.
Pembelaan FIFA
FIFA menegaskan FFE tidak semestinya dipandang sebagai bentuk salah kelola.
Menurut pembelaan FIFA, justru akan menjadi kelalaian apabila mereka tidak mengevaluasi proyek seperti FFE, terutama karena model serupa telah digunakan di sektor olahraga dan hiburan.
Perselisihan itu juga berkaitan dengan pemilihan presiden FIFA berikutnya. FIFA menilai langkah hukum UEFA dapat digunakan untuk memengaruhi proses pemilihan, yang batas waktu pengajuan kandidatnya adalah 18 November.
Hingga kini, UEFA belum mengajukan kandidat dalam pemilihan yang akan diikuti Infantino.
Pengacara FIFA meminta pengadilan menolak upaya yang dinilai bertujuan memengaruhi pemilihan presiden berdasarkan tuduhan yang diajukan UEFA. FIFA juga menuduh UEFA menyebarkan informasi yang keliru mengenai Infantino.
Tolak Tuduhan UEFA
Dalam dokumen UEFA, rencana FFE sebelumnya disebut berpotensi membuat investor memperoleh kepentingan permanen dalam sisi komersial FIFA.
UEFA mempertanyakan valuasi sekitar 20 miliar dolar AS untuk FFE, sementara FIFA menyatakan tuduhan mengenai keuntungan pribadi Infantino tidak memiliki dasar.
Rencana FFE telah dibatalkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah pihak dalam sepak bola dunia.
FIFA tetap membela gagasan itu sebagai upaya mengevaluasi cara meningkatkan nilai komersial kompetisi dan pendanaan untuk pengembangan sepak bola.
Infantino sebelumnya menyatakan terbuka terhadap peninjauan tata kelola dan kemungkinan reformasi di FIFA, tetapi tetap memastikan dirinya akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden.
Sementara itu, FIFA dalam dokumen terbaru kembali mempertahankan posisi Infantino dan menolak tuduhan UEFA terkait FFE.
Sumber: Inside World Football