6 Winger Terbaik di Dunia Saat Ini: Lamine Yamal hingga Lionel Messi

6 Winger Terbaik di Dunia Saat Ini: Lamine Yamal, Messi hingga Kvaratskhelia

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 30 September 2026, 08:45 WIB
Manchester City berhasil memetik kemenangan 3-1 atas tamunya West Ham United di Etihad Stadium pada pekan terakhir Liga Inggris 2023/2024 yang digelar serentak pada Minggu (19/5/2023). Tiga gol kemenangan The Citizens dicetak lewat brace Phil Foden ditambah satu gol dari Rodri, sementara sang tamu hanya mampu mencetak satu gol lewat Mohammed Kudus. Kemenangan ini memastikan Manchester City merebut gelar juara Liga Inggris 2023/2024 dengan raihan 91 poin di klasemen akhir, unggul 2 poin dari Arsenal sebagai runner-up. Gelar ini sekaligus menjadi yang keempat berturut-turut sejak 2020/2021, sebuah torehan yang belum pernah dilakukan klub Inggris mana pun sepanjang sejarah. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola modern semakin banyak melahirkan pemain yang mampu beroperasi dari sisi sayap sekaligus menjadi sumber utama gol dan assist.

Winger tidak lagi hanya bertugas melewati bek lawan, tetapi juga dituntut mampu menciptakan peluang, mencetak gol, dan menentukan hasil pertandingan.

Advertisement

Sejumlah klub besar Eropa memiliki pemain sayap dengan kualitas kelas dunia. Barcelona, Bayern Munchen, PSG, hingga Real Madrid menjadi rumah bagi beberapa winger terbaik saat ini.

Planet Football membuat daftar 10 winger terbaik di dunia. Dari daftar tersebut, berikut enam pemain yang menempati posisi teratas.


1. Lamine Yamal

Penyerang Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kelima timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Rayo Vallecano de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP)

Lamine Yamal menempati posisi pertama dalam daftar tersebut. Pemain Barcelona ini terus menunjukkan perkembangan luar biasa meski usianya masih sangat muda.

Yamal sudah memiliki pengalaman bermain dalam jumlah besar bersama klub dan Timnas Spanyol. Hal tersebut membuatnya semakin matang ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

Kemampuan pemain jebolan La Masia itu juga sangat komplet. Ia mampu mencetak gol, memberikan assist, menciptakan peluang, dan melewati pemain lawan melalui dribel.

Performanya di level internasional semakin memperkuat reputasinya. Yamal mampu tampil di panggung besar dan menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar talenta masa depan, melainkan sudah menjadi salah satu pemain sayap paling berbahaya saat ini.


2. Michael Olise

Pemain Bayern Munchen, Michael Olise, merayakan gol ke gawang Bodo/Glimt dalam laga matchday pertama Liga Champions 2026/2027, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Lennart Preiss)

Michael Olise berada di posisi kedua setelah menjalani periode yang sangat impresif bersama Bayern Munchen dan Timnas Prancis.

Keberadaan Harry Kane di lini depan Bayern terkadang membuat kontribusi Olise tidak terlalu mendapatkan sorotan. Namun, winger asal Prancis tersebut mampu membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap.

Produktivitas menjadi salah satu keunggulan Olise. Ia mampu memberikan kontribusi besar melalui gol dan assist. Kreativitasnya dari sisi sayap juga membuat lini serang Bayern semakin sulit dihentikan.

Olise bahkan mulai diperhitungkan dalam pembicaraan mengenai pemain yang berpotensi bersaing di level Ballon d'Or. Kemampuannya menciptakan momen individu membuatnya layak berada di jajaran elite.

 


3. Lionel Messi

Pemain Argentina Lionel Messi merayakan gol pembuka timnya melawan Tanjung Verde selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia di Miami Gardens, Florida, Jumat, (03/07/2026). (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Nama Lionel Messi masih berada di antara pemain sayap terbaik dunia meski kini sudah berusia 39 tahun dan menjalani karier di Major League Soccer (MLS).

La Pulga memang tidak lagi bermain di kompetisi Eropa. Namun, kualitas teknik dan kemampuan menciptakan perbedaan masih terlihat ketika ia tampil bersama Timnas Argentina.

Messi tetap memiliki kemampuan luar biasa dalam mengontrol permainan dari area sayap maupun posisi yang lebih sentral. Dribel, visi bermain, umpan, dan penyelesaian akhirnya membuat dirinya tetap menjadi pemain yang mendapatkan perhatian besar.

Usianya memang sudah tidak muda, tetapi kualitas Messi membuatnya masih mampu bersaing dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda.

 


4. Ousmane Dembele

Dembele menjadi keran gol Les Parisiens melalui gol cantik dari luar kotak penalti pada menit ke-23. (AFP/Anne-Christine Poujoulat)

Ousmane Dembele menempati posisi keempat setelah periode impresif bersama PSG.

Pemain asal Prancis tersebut memiliki kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta fleksibilitas untuk bermain di beberapa posisi di lini depan. Karakteristik itu membuat Dembele menjadi bagian penting dari permainan menyerang PSG.

Performa Dembele di Liga Champions juga menjadi salah satu alasan utama mengapa namanya tetap berada di jajaran teratas. Ia mampu mencetak gol-gol penting sepanjang fase gugur hingga partai final.

Meski beberapa kali mengalami gangguan cedera, kualitas Dembele ketika berada dalam kondisi terbaik tetap sulit diragukan. Ia masih menjadi salah satu pemain sayap paling berbahaya di generasinya.


5. Raphinha

Selebrasi Raphinha usai mencetak gol ke gawang Sevilla, Minggu (20/9/2026) (AP Photo/Jose Breton)

Raphinha menempati posisi kelima. Winger asal Brasil itu merupakan salah satu pemain penting dalam skema permainan Barcelona di bawah Hansi Flick.

Raphinha tidak hanya memberikan kontribusi dalam bentuk gol dan assist. Intensitas serta kerja kerasnya ketika kehilangan bola juga membantu Barcelona menjalankan permainan dengan tekanan tinggi.

Perannya menjadi semakin menarik karena Raphinha beberapa kali dimainkan lebih dekat dengan posisi penyerang. Pergeseran tersebut justru membuat produktivitasnya semakin meningkat.

Ketika berada dalam kondisi fit, Raphinha mampu menjadi pemain yang sangat menentukan. Kecepatan, agresivitas, dan kemampuannya menemukan ruang membuatnya menjadi salah satu senjata utama Barcelona.


6. Khvicha Kvaratskhelia

Pemain Liverpool Milos Kerkez (kanan) mencoba memblok tembakan pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara PSG vs Liverpool di Paris, Rabu, 8 April 2026. (AP Photo/Thibault Camus)

Khvicha Kvaratskhelia melengkapi enam besar. Winger asal Georgia tersebut memiliki karakter bermain yang sedikit berbeda dibandingkan pemain-pemain lain dalam daftar.

Kvaratskhelia dikenal karena kemampuan individu dan kreativitasnya. Ia tidak selalu bergantung pada statistik gol maupun assist untuk menunjukkan pengaruhnya dalam pertandingan.

Kemampuan melakukan dribel, mengecoh lawan, dan menciptakan sesuatu dari situasi yang sulit membuatnya menjadi pemain yang sangat menarik untuk disaksikan.

Di tengah sepak bola modern yang semakin terstruktur, Kvaratskhelia tetap berani mengandalkan improvisasi. Kemampuan tersebut membuatnya mampu menjadi pembeda, terutama ketika menghadapi lawan dengan pertahanan yang rapat.

Berita Terkait