Michael Carrick Tertekan di MU, Eddie Howe Dibidik Sebagai Pengganti tetapi Enggan Kembali Melatih

Michael Carrick berada di bawah tekanan setelah awal musim yang buruk, dan Eddie Howe dilaporkan dianggap sebagai calon pengganti.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 September 2026, 06:30 WIB
Manajer Newcastle, Eddie Howe, menghadiri konferensi pers menjelang pertandingan pramusim melawan Arsenal di Stadion Nasional Singapura pada 26 Juli 2025. (Roslan RAHMAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United mulai mendapat sorotan setelah hasil buruk pada awal musim.

Namun, nama Eddie Howe yang disebut sebagai satu di antara kandidat pengganti Carrick ternyata belum berminat kembali ke dunia kepelatihan.

Advertisement

Menurut Luke Edwards dalam laporan The Telegraph, Howe saat ini belum memikirkan sepak bola ataupun pekerjaan baru.

Sejumlah sumber dekat pelatih berusia 48 tahun itu menyebut Howe belum memiliki rencana untuk kembali menangani klub.

"Dia tidak memikirkan sepak bola sama sekali, tidak memikirkan pekerjaan lain dan saat ini tidak memiliki rencana untuk kembali menjadi manajer," tulis Edwards berdasarkan keterangan beberapa sumber dekat Howe, dilansir GMS.


Pertimbangkan Calon Lain

Pelatih kepala Newcastle United asal Inggris, Eddie Howe, bereaksi atas kekalahan timnya di lapangan setelah pertandingan Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Sabtu (27-12-2025) dini hari WIB. Man Utd memenangkan pertandingan dengan skor 1-0. (Darren Staples/AFP)

Howe meninggalkan Newcastle pada Agustus lalu. Keputusan itu diambil setelah ia merasa bukan sosok yang tepat untuk memimpin proses pembangunan kembali Newcastle, terutama setelah klub menjalani bursa transfer musim panas yang sulit.

Setelah meninggalkan Newcastle, Howe memang berencana mengambil waktu istirahat panjang dari sepak bola.

Situasi itu membuat MU kemungkinan harus mempertimbangkan nama lain jika nantinya memutuskan mengganti Carrick.

Carrick sedang berada dalam tekanan setelah MU hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Satu-satunya kemenangan di lima laga awal Premier League juga belum cukup mengangkat posisi klub.

Hasil di Carabao Cup turut memperburuk situasi. MU tersingkir setelah kalah dari Brighton, meski sempat unggul 2-0 hanya dalam 10 menit pertama pertandingan.


Kendala di Bursa Transfer

Carlos Baleba (kanan) gabung Manchester United. (X Man Utd)

Carrick sebelumnya membawa MU finis di posisi ketiga Premier League musim lalu setelah menggantikan Ruben Amorim sebagai manajer interim, Januari 2026.

Pada musim panas, Carrick kemudian mendapat kepercayaan untuk menempati posisi tersebut secara permanen.

Kendati awal musim berjalan buruk, INEOS dan jajaran petinggi MU masih memberikan dukungan kepada Carrick. Karena itu, belum ada keputusan untuk mengganti mantan gelandangnya tersebut.

Carrick juga menghadapi situasi yang tidak mudah setelah MU tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan skuad pada bursa transfer musim panas.

Klub memang melakukan perombakan di lini tengah, tetapi tidak mendatangkan bek kiri maupun penyerang sehingga pilihan pemain yang tersedia menjadi terbatas.


Diberi Kesempatan

Pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberi isyarat kepada para pemain selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Fulham di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 1 Februari 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Rekrutan terbesar MU pada bursa transfer tersebut adalah Carlos Baleba. Namun, mantan pemain Brighton & Hove Albion belum cukup fit untuk menjalani debut.

Dengan kondisi tersebut, Carrick dinilai membutuhkan kesempatan untuk menerapkan rencananya dan bekerja dengan komposisi pemain terbaik yang tersedia sebelum MU menentukan masa depannya.

Setan Merah tetap dapat memantau sejumlah kandidat sebagai langkah antisipasi apabila perubahan di kursi manajer akhirnya diperlukan.

Namun, untuk saat ini, Carrick masih mendapat kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan kepemimpinannya dalam menghadapi periode sulit.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait