Presiden UEFA Sindir Gianni Infantino Sebagai Kaisar, Sepak Bola Bukan Milik Penguasa

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, kembali melancarkan serangan terhadap presiden FIFA, Gianni Infantino.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 September 2026, 09:15 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan leg kedua final Piala AFF 2026 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). (VFF)

Bola.com, Jakarta - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, melancarkan kritik keras kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah rencana FIFA mencari investor swasta untuk kepemilikan dalam ajang Piala Dunia gagal direalisasikan.

Dalam pidatonya pada pertemuan European Football Clubs (EFC) di Kopenhagen, Selasa, Ceferin menegaskan sepak bola tidak boleh dikendalikan oleh pihak tertentu.

Advertisement

Ia menyebut para pengurus hanya berstatus sebagai penjaga, bukan pemilik sepak bola.

"Ya, mari kita berkembang, berinovasi, serta membuat klub dan kompetisi kita makin sukses. Namun, jangan pernah lupa bahwa sepak bola lebih besar daripada orang-orang yang mengaturnya. Kami adalah penjaga, bukan pemilik. Tidak seorang pun berhak menjual masa depannya," kata Ceferin.

UEFA selama ini menjadi satu di antara pihak yang paling vokal menentang rencana Infantino.


Awal Perseteruan

Aleksander Ceferin (AFP/ARIS MESSINIS)

Perselisihan mengemuka sejak akhir Juli ketika FIFA diketahui tengah menyiapkan FIFA Forward Enterprise, sebuah badan komersial yang dirancang untuk mengelola sejumlah ajang terbesar FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

UEFA bahkan sempat mempertimbangkan boikot terhadap turnamen yang diselenggarakan FIFA.

Ancaman itu kemudian dihentikan setelah UEFA menerima jaminan tertulis pada akhir Agustus lalu bahwa FIFA tidak akan menghidupkan kembali rencana tersebut.

Perseteruan berlanjut ke jalur hukum. UEFA mengajukan permohonan ke pengadilan di Florida, Amerika Serikat, untuk mendapatkan dokumen yang berkaitan dengan rencana Infantino.

Dokumen dan informasi itu ditujukan sebagai bahan untuk kemungkinan pengaduan pidana di Swiss, negara yang menjadi markas FIFA dan UEFA.

FIFA kemudian menanggapi langkah UEFA dengan menuduh badan sepak bola Eropa itu menjalankan "kampanye misinformasi". FIFA juga menilai UEFA berusaha memengaruhi pemilihan presiden FIFA yang akan digelar tahun depan.


Gunakan Penggambaran

Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di Qatar National Convention Center, Doha, Sabtu, 19 November 2022, menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Infantino membalas kritik terhadap catatan hak asasi manusia Qatar. (COFFRINI KAIN / AFP)

Dalam pidatonya di hadapan delegasi EFC, Ceferin mengibaratkan Gianni Infantino sebagai sosok kaisar dalam kisah "The Emperor's New Clothes" karya Hans Christian Andersen.

"Kita semua tahu ceritanya. Seorang kaisar diyakinkan bahwa dia mengenakan pakaian luar biasa, pakaian yang menurutnya hanya tidak bisa dilihat oleh orang bodoh atau tidak layak," ujar Ceferin.

"Para pejabat di sekelilingnya ikut membenarkan hal itu sampai seorang anak mengatakan dengan lantang apa yang bisa dilihat semua orang, bahwa sang kaisar telanjang," imbuhnya.

Ceferin kemudian menyampaikan pesan yang ingin ia tekankan melalui kisah itu.

"Mungkin pesan dari cerita ini adalah bahwa kata-kata yang nyaman tidak dapat mengubah kenyataan yang tidak nyaman," katanya.

"Teman-teman, saya pikir sudah waktunya mengatakan 'cukup'," lanjut Ceferin.

AFP melaporkan, Infantino tidak hadir dalam pertemuan itu. Namun, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, berada di ruangan ketika Ceferin menyampaikan pidatonya.


Tarik Dukungan

Presiden FIFA, Gianni Infantino (kiri), berpose dengan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, setelah menyampaikan pidato di Kongres Biasa UEFA ke-50 di Brussels pada 12 Februari 2026. (Pau BARRENA/AFP)

Ceferin juga menegaskan uang memang dapat membantu perkembangan sepak bola, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan hal-hal yang dianggap penting bagi sepak bola itu sendiri.

"Uang dapat membantu permainan berkembang, tetapi uang tidak boleh menentukan apa yang kita korbankan. Tidak pernah. Eropa tidak perlu meminta maaf karena mengatakan hal itu," tegasnya.

Sejumlah federasi sepak bola nasional terkemuka di Eropa juga telah menarik dukungan mereka terhadap upaya Infantino untuk kembali terpilih sebagai presiden FIFA tahun depan.

Presiden Paris Saint-Germain sekaligus Ketua EFC, Nasser Al-Khelaifi, turut menyampaikan pandangannya. Ia menyesalkan waktu yang terbuang karena persoalan yang sedang terjadi dalam sepak bola.

"Sepak bola berjalan ketika kita saling mendengarkan dan bersikap transparan. Sepak bola lebih besar dan lebih penting daripada siapa pun di antara kita," ujar Al-Khelaifi.

Al-Khelaifi juga menyatakan dukungannya kepada Ceferin untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden UEFA pada tahun depan. Ia menilai sepak bola membutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk melindungi olahraga tersebut.

 

Sumber: AFP via France24

Berita Terkait