Bola.com, Jakarta - Roy Keane meminta para pemain Manchester City yang meraih trofi selama periode pelanggaran finansial klub untuk membuang medali mereka.
Mantan kapten Manchester United itu menilai keberhasilan tersebut tercoreng setelah Man City dinyatakan bersalah oleh Premier League.
"Kalau saya menjadi pemain yang meraih kesuksesan pada periode itu, saya 100 persen akan membuang medali-medali tersebut ke tempat sampah. Anda pasti merasa sangat dikecewakan klub. Itu adalah kecurangan," ujar Keane kepada ITV setelah kemenangan Inggris atas Republik Ceska.
Keane juga mengecam pemilik Man City. Menurutnya, mereka tetap melakukan pelanggaran, meski mengetahui tindakan tersebut akan berdampak kepada banyak orang.
"Mereka tahu hal itu akan menyakiti banyak orang, tetapi mereka tetap melakukannya," katanya.
Tetap Curang
Keane menolak anggapan gelar yang diraih Man City tetap sah karena pertandingan dimainkan di lapangan. Keane menegaskan kecurangan tetap terjadi dalam prosesnya.
"Tidak masuk akal mengatakan mereka memenangkannya di lapangan. Mereka melakukan kecurangan. Ada kecurangan yang terjadi," lanjut Keane.
Man City dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League.
Komisi independen menemukan The Citizens menggunakan sejumlah kontrak dengan mitra komersial untuk menyamarkan pendanaan lebih dari 800 juta paun pada periode 2009 hingga 2018.
Tindakan itu dinilai membuat pendapatan Man City meningkat secara artifisial sekaligus mengurangi biaya klub.
Man City tetap mempertahankan klaim tidak bersalah dan memiliki waktu hingga 2 Oktober 2026 untuk mengajukan banding.
Menyedihkan dan Sangat Buruk
Mantan penyerang Arsenal dan Timnas Inggris, Ian Wright, turut menyoroti situasi tersebut. Ia menilai para suporter dan pemain selama ini terus mendapat keyakinan tidak ada pelanggaran yang dilakukan klub.
"Mereka terus mengatakan kepada fans dan para pemain bahwa tidak ada yang terjadi, dan sekarang mereka dinyatakan bersalah atas semua dakwaan ini," ujar Wright.
"Ini menyedihkan bagi semua orang, tetapi terkait pemilik dan apa yang telah mereka lakukan, ini sangat buruk," tambahnya.
Keane juga memahami posisi para pemain dan pelatih Man City saat ini. Menurutnya, mereka berada dalam situasi sulit karena sebelumnya memercayai pemilik klub yang disebutnya bersedia melakukan kecurangan.
"Ini berat bagi para pemain dan manajer saat ini karena mereka tentu memercayai pemilik yang ternyata bersedia melakukan kecurangan," ujar Keane.
"Ke depan, akan sangat sulit bagi para pemain ini untuk mempertahankan profesionalisme dan keunggulan mereka," lanjutnya.
Kompetisi Harus Adil
Man City saat ini berada di puncak klasemen Premier League di bawah Enzo Maresca, yang menggantikan Pep Guardiola. Mereka akan menghadapi Liverpool pada pertandingan pertama setelah jeda internasional.
Dalam pernyataan mengenai putusan tersebut, CEO Premier League, Richard Masters, mengatakan keputusan utama komisi independen telah menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Man City selama periode tersebut.
Masters menyebut keputusan itu menjelaskan bagaimana Man City secara sistematis melanggar aturan Premier League selama hampir satu dekade.
Ia juga menegaskan kompetisi harus tetap berlangsung secara adil bagi seluruh klub dan suporter.
Premier League menyatakan sidang untuk menentukan sanksi terhadap Man City akan dibahas dalam beberapa pekan mendatang. Satu di antara kemungkinan hukuman yang diyakini dapat dijatuhkan adalah pengusiran klub dari kompetisi.
Sumber: Metro