Eks Chairman Man City Tegas: Jika Banding Gagal, Dewan Klub Harus Pergi dan City Keluar dari Premier League!

Dewan Man City harus mundur dan klub harus dikeluarkan dari Premier League jika banding gagal, demikian kata mantan chairman Man City.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 September 2026, 11:45 WIB
Ilustrasi Manchester City divonis bersalah atas 115 pelanggaran FFP oleh Premier League. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Mantan chairman Manchester City, David Bernstein, menilai jajaran direksi klub saat ini tidak lagi layak mempertahankan posisinya setelah klub dinyatakan bersalah atas seluruh pelanggaran finansial yang dituduhkan Premier League.

Bernstein bahkan menyebut Man City seharusnya dikeluarkan dari Premier League jika upaya banding mereka gagal.

Advertisement

Menurutnya, hukuman yang dijatuhkan harus sangat berat mengingat seriusnya perkara yang berlangsung selama bertahun-tahun.

"Saya tidak bisa membayangkan hukuman yang cukup berat untuk ini. Ini benar-benar mengerikan," ujar Bernstein kepada talkSPORT Drive.

Pria yang pernah menjadi chairman Man City pada 1998 hingga 2003 itu juga mempertanyakan tanggung jawab jajaran direksi, termasuk CEO yang telah berada di klub selama bertahun-tahun dan melewati periode ketika pelanggaran tersebut berlangsung.

"Kalau ini adalah perusahaan publik, saya pikir para direksi dalam kasus seserius ini harus mengundurkan diri atau diberhentikan sementara sambil menunggu seluruh proses, baik banding maupun tidak," katanya.


Tidak Kredibel

Selebrasi pelatih Manchester City, Pep Guardiola bersama sang pemilik klub, Khaldoon al-Mubarak dalam perayaan gelar Liga Inggris 2022/2023 setelah laga pekan terakhir menghadapi Chelsea di Etihad Stadium, Manchester(21/5/2023). (AFP/Oli Scarff)

Bernstein menilai manajemen Man City saat ini akan sulit melanjutkan pekerjaannya secara kredibel. Ia juga menyadari kemungkinan tersebut tidak akan mudah diterima oleh pemilik klub dari Abu Dhabi.

Man City dinyatakan bersalah oleh komisi independen pada Selasa atas seluruh pelanggaran finansial Premier League yang dituduhkan kepada mereka.

Klub disebut membuat sejumlah kontrak "rekayasa" dengan mitra komersial untuk menggelembungkan pendapatan sekitar 900 juta paun.

Selain itu, Man City dinilai tidak bekerja sama dengan itikad baik selama proses investigasi Premier League.

Klub tetap menyatakan tidak bersalah dan mengaku terkejut dengan keputusan panel tersebut. Mereka memiliki waktu hingga Jumat untuk mengajukan banding.


Kasihan terhadap Suporter

Para suporter Manchester City membentangkan spanduk ucapan terima kasih kepada pelatih Pep Guardiola pada laga terakhirnya sebagai manajer dalam pertandingan Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa di Manchester, Minggu, 24 Mei 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

CEO Manchester City, Ferran Soriano, juga menyampaikan pesan video kepada para staf klub pada Selasa malam.

Dalam pernyataannya, Soriano membela posisi klub dan menyebut keputusan tersebut sebagai teori konspirasi yang dibuat Premier League.

Pernyataan itu tidak membuat Bernstein mengubah pandangannya terhadap jajaran direksi. Ia kembali mempertanyakan kredibilitas mereka sembari mengaku turut merasakan kekecewaan para pendukung Man City.

"Bagaimana mungkin sebuah dewan direksi memiliki kredibilitas setelah terlibat dalam penyalahgunaan sistematis dalam waktu yang panjang?" kata Bernstein.

"Saya merasa kasihan kepada para penggemar City. Saya sudah menjadi pendukung City selama 70 tahun. Saya mendukung klub ini. Jadi, saya merasa situasi ini sangat berat," lanjutnya.


Sulit Prediksi Hukumannya

Pemilik Manchester City, Sheikh Mansour. (AFP/Andrew Yates)

Premier League disebut ingin menyelesaikan perkara tersebut secepat mungkin.

Jika banding Man City gagal, klub menghadapi kemungkinan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk pengurangan poin dalam jumlah besar hingga pengusiran dari Premier League.

Bernstein mengakui sulit memperkirakan bentuk hukuman sebelum proses banding berakhir. Menurutnya, situasinya akan berbeda apabila perkara selesai dengan cepat dibandingkan jika proses tersebut berlangsung selama satu atau dua tahun.

"Kalau kasus ini diselesaikan sekarang, kita bisa melihat satu skenario dan rangkaian hukuman tertentu. Namun, jika prosesnya berlarut-larut selama satu atau dua tahun, itu akan menjadi hal terburuk bagi semua pihak," ujarnya.

"Tetapi, kalau tuduhan ini tetap berlaku dan banding mereka tidak dilakukan atau gagal, saya khawatir, sebagai orang yang mencintai klub ini, Manchester City harus keluar dari Premier League. Ini sudah sangat buruk," tegas Bernstein.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait