Kasper Schmeichel Akui Sulit Jalani Masa Pensiun dari Sepak Bola: Sekarang Seperti Sopir Uber Full Time

Mantan kiper Timnas Denmark, Kasper Schmeichel, mengaku masih kesulitan beradaptasi dengan kehidupan setelah pensiun sebagai pesepak bola profesional.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 30 September 2026, 17:15 WIB
Kiper Leicester City, Kasper Schmeichel saat laga Liga Champions melawan Atletico Madrid di King Power stadium, Leicester, (18/4/2017). (AFP/Ben Stansall)

Bola.com, Jakarta - Mantan kiper Timnas Denmark, Kasper Schmeichel, mengaku masih kesulitan beradaptasi dengan kehidupan setelah pensiun sebagai pesepak bola profesional.

Ia itu memutuskan mengakhiri karier bermainnya pada akhir musim lalu di usia 39 tahun. Cedera bahu yang terus mengganggu menjadi alasan Schmeichel gantung sepatu setelah menjalani karier selama 20 tahun.

Advertisement

Keputusan tersebut sebenarnya datang bertepatan dengan berakhirnya kontraknya bersama Celtic. Namun, Schmeichel mengaku belum siap menghadapi kehidupan tanpa rutinitas sebagai pemain sepak bola.

"Sulit dipercaya. Saya punya tiga anak. Pada dasarnya, sekarang saya seperti sopir Uber full time," ujar Schmeichel dalam acara EFC General Assembly di Kopenhagen, seperti dikutip dari The Sun, Rabu (20/9/2026). 

"Ini adalah transisi yang aneh. Saya tidak siap menghadapinya. Namun, hidup memang memberikan hal-hal seperti ini kepada Anda dan saya sedang berusaha beradaptasi."

Schmeichel mengaku kini menghabiskan waktunya dengan mengikuti sejumlah kursus, menjalani pekerjaan di televisi, serta mengantar ketiga anaknya ke berbagai aktivitas.

 

 


Tak Pensiun Sesuai Keinginan

Kiper Celtic asal Denmark #01, Kasper Schmeichel (3R), dan rekan-rekan setimnya menunggu tinjauan VAR, selama pertandingan babak penyisihan UEFA Europa League antara Celtic dan FC Utrecht di Celtic Park di Glasgow pada 29 Januari 2026. (ANDY BUCHANAN/AFP)

Schmeichel mengakui keputusan pensiun tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya datang dari keinginannya. Cedera bahu membuatnya harus mengakhiri karier lebih cepat.

Situasi itu membuat jiwa kompetitifnya masih terasa kuat.

"Karena saya tidak pensiun atas kemauan sendiri, sisi kompetitif dalam diri saya masih ada," tutur Schmeichel.

Mantan kiper Leicester City tersebut bahkan sudah memiliki rencana untuk kembali ke dunia sepak bola. Ia ingin menekuni karier sebagai pelatih.

"Saya ingin menjadi manajer, menjadi pelatih sepak bola atau bahkan lebih tinggi lagi. Api itu masih menyala dengan sangat kuat," ujarnya.

Schmeichel kini tengah menjalani kursus kepelatihan untuk mendapatkan lisensi yang dibutuhkan.

"Saya sebenarnya tidak terlalu menikmati mengikuti kursus kepelatihan, tetapi Anda harus menjalaninya. Ketika berada di lapangan, melatih atau membantu pemain-pemain muda yang sedang berkembang, saya justru menikmatinya."

 


Masih Merindukan Adrenalin Sepak Bola

Kiper Celtic asal Denmark #01, Kasper Schmeichel, bereaksi saat pertandingan Liga Champions antara Borussia Dortmund dan Celtic di Dortmund, Jerman barat, Rabu dini hari WIB. (INA FASSBENDER/AFP)

Schmeichel mengaku salah satu hal yang paling dirindukannya adalah sensasi dan tekanan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan seorang pesepak bola profesional.

"Sepanjang hidup saya terbiasa dengan ekspektasi untuk tampil dan memberikan yang terbaik. Saya berkembang dengan tekanan tersebut. Sekarang, semua itu hilang begitu saja," kata Schmeichel.

"Rasa adrenalin dan kepuasan itu harus digantikan dengan sesuatu yang lain."

Schmeichel merupakan putra legenda Manchester United, Peter Schmeichel. Sang ayah juga memahami betapa sulitnya transisi dari pesepak bola profesional menuju kehidupan setelah pensiun.

"Ini periode yang sulit bagi Kasper. Suatu hari Anda adalah seseorang. Anda memiliki identitas. Kemudian keesokan harinya, semuanya hilang," kata Peter Schmeichel.

"Saya pensiun atas keputusan sendiri, tetapi Kasper mengalaminya karena cedera. Anda tidak tahu seperti apa bagian berikutnya dalam hidup Anda."

 


Karier Gemilang di Leicester City

Kasper Schmeichel. Kiper Leicester City berusia 34 tahun ini mampu membawa timnya menjuarai Piala FA musim 2020/2021 lalu. Ia juga berjasa membawa timnya lolos ke Liga Europa dan mengantar Denmark hingga babak semifinal Euro 2020 sebelum dihentikan Inggris. (AFP/Pool/Matthew Childs)

Kasper Schmeichel memiliki karier panjang yang cukup gemilang. Ia paling dikenang berkat kiprahnya selama 11 tahun bersama Leicester City.

Bersama The Foxes, Schmeichel menjadi bagian penting dari sejarah klub saat mereka secara mengejutkan menjuarai Premier League 2015/2016.

Sebelum menemukan tempatnya di Leicester City, perjalanan karier Schmeichel cukup berliku.

Ia mengawali karier di Manchester City, tetapi sempat menjalani sejumlah masa peminjaman bersama Darlington, Bury, Falkirk, Cardiff City, dan Coventry City.

Schmeichel kemudian memperkuat Notts County dan Leeds United sebelum akhirnya menetap di Leicester City dan membangun reputasi sebagai salah satu kiper terbaik di Premier League.

Kini, setelah dua dekade berada di lapangan hijau, Schmeichel tengah mencari tantangan baru dalam hidupnya. Salah satunya adalah kembali ke sepak bola, kali ini dari pinggir lapangan.

Sumber: The Sun

Berita Terkait