Bola.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tetap mengapresiasi perjuangan Timnas Indonesia yang bermain dengan 10 pemain saat bermain 0-0 kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9/2026). Dia juga menanggapi kritikan yang terarah ke pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
“Alhamdulillah pemain-pemain kita juga punya fighting spirit yang luar biasa. Dengan ketinggalan dan tentu 10 pemain, sampai akhir mereka berjuang habis-habisan,” tutur Erick, saat ditemui di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Selasa (29/9/2026).
Terkait peluang Indonesia dan kritik yang diarahkan kepada pelatih, John Herdman, Erick menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bagian dari dinamika sepak bola.
Ia menyatakan kritikan datang bukan hanya kepada pelatih Indonesia yang menghadapi tekanan. Pelatih Thailand, Malaysia, maupun Vietnam juga menghadapi kritik dari publik masing-masing.
“Jadi saya rasa ya kembali. Kalau kita lihat pelatih Thailand, pelatih Malaysia, pelatih Vietnam pasti juga penuh kritik,” imbuhnya.
“Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam. Tapi itulah konsekuensi memegang hal dan pimpinan seperti itu,” tambah Erick.
Pantang Remehkan Bangladesh
Erick Thohir juga sangat mengapresiasi perjuangan para pemain Indonesia, terutama setelah harus menjalani perjalanan jauh dan bertanding dengan kondisi sulit.
“Kalau saya lihat dalam konteks yang saya lihat kemarin, dengan pemain kurang satu, pemain-pemain kita harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin,” tutur Erick.
Erick juga mengingatkan agar Timnas Indonesia tidak meremehkan Bangladesh pada pertandingan berikutnya.
“Bangladesh tidak boleh dipandang sebelah mata. Kita harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya,” seloroh Erick.
Berjuang hingga Akhir
Ditanya peluang Indonesia, eks Menteri BUMN ini menegaskan kesempatan tim Garuda masih terbuka. Namun, ia meminta seluruh elemen tim untuk terus berjuang hingga pertandingan terakhir.
“Kita masih ada peluang. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah,” pungkas Erick.