Bola.com, Nagoya - Atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang Asian Games. Desak Made sukses mempertahankan medali emas nomor speed putri pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Desak Made tampil impresif dalam persaingan nomor speed putri hingga mencapai babak final di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Nagoya, Jepang, Rabu (30/9/2026). Ia berhasil mencatatkan waktu 6,062 detik untuk memastikan posisi teratas sekaligus membawa pulang medali emas bagi kontingen Merah Putih.
Pada pertandingan penentuan tersebut, Desak Made harus berhadapan dengan atlet China, Deng Lijuan. Persaingan berlangsung sangat ketat, tetapi Desak Made mampu menyelesaikan lintasan lebih cepat dengan keunggulan 0,064 detik atas rivalnya tersebut.
Hasil ini membuat Desak Made kembali mengukuhkan dirinya sebagai salah satu atlet speed climbing putri terbaik di Asia. Ia sekaligus berhasil mempertahankan gelar yang sebelumnya diraih pada Asian Games 2022.
Pada edisi 2022, Desak Made juga keluar sebagai peraih medali emas nomor speed putri. Saat itu, ia membukukan catatan waktu 6,364 detik dan mengungguli Deng Lijuan yang finis dengan waktu 6,435 detik.
Menariknya, Deng Lijuan kembali menjadi lawan Desak Made dalam perebutan medali emas pada Asian Games 2026. Namun, hasil akhirnya kembali menjadi milik atlet Indonesia tersebut. Desak Made bahkan mampu memperbaiki catatan waktunya secara signifikan menjadi 6,062 detik.
Modal ke Olimpiade
Medali emas di Aichi-Nagoya juga menjadi modal berharga bagi Desak Made untuk menatap target berikutnya, yakni Olimpiade Los Angeles 2028.
Catatan waktu 6,062 detik di Asian Games 2026 turut menunjukkan perkembangan performa Desak Made. Jika mampu menjaga konsistensi sekaligus terus meningkatkan catatan waktunya, pencapaian di Aichi-Nagoya dapat menjadi salah satu pijakan dalam persiapannya menghadapi target empat tahun mendatang.
Emas kedua di Asian Games sekaligus rekor baru tersebut menjadi motivasi bagi Desak untuk terus meningkatkan performa. Ia berharap catatan waktunya bisa kembali dipangkas dan menjadi pijakan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
“Sekarang 6,062 detik, semoga bisa menjadi 6,05 detik. Dan ini juga menjadi loncatan untuk menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” tutup Desak.