Bola.com, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, mengaku akan sangat khawatir jika pemilik Manchester City memutuskan menjual klub setelah dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan finansial Premier League.
Pernyataan Burnham menjadi sorotan setelah Man City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas pelanggaran aturan finansial Premier League.
Dalam putusan yang diumumkan pekan lalu, Man City dinyatakan menggunakan sejumlah kontrak palsu dengan mitra komersial dan menggelembungkan pendapatan dalam periode 2009 hingga 2018.
Ketika ditanya BBC mengenai kemungkinan pemilik Man City meninggalkan klub, Burnham mengatakan dirinya justru tidak ingin hal itu terjadi.
"Saya akan sangat khawatir kehilangan mereka. Mereka telah menjadi mitra besar dalam pembangunan Manchester modern dan tentu saja dalam membangun Manchester City menjadi kekuatan global seperti sekarang," kata Burnham.
Burnham Apresiasi Pemilik Man City
Burnham, yang sebelumnya menjabat Wali Kota Greater Manchester hingga Juni lalu, juga mengapresiasi investasi Man City Football Group dan pemilik Man City di Manchester.
Ia menyebut kontribusi mereka tidak hanya terlihat di Stadion Etihad dan kompleks di sekitarnya, tetapi juga di kota secara lebih luas.
Burnham juga mengatakan dirinya yakin interaksinya dengan pemilik Man City ketika masih menjabat wali kota akan dapat dipertanggungjawabkan.
Komentar itu muncul ketika masa depan Man City menjadi sorotan setelah putusan komisi independen.
Man City dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan finansial dalam periode yang diperiksa. Klub tetap membantah melakukan pelanggaran dan berencana mengajukan banding.
Potensi Sanksi
Sanksi untuk Man City belum ditentukan. Hukuman yang mungkin dijatuhkan dapat berupa denda, pengurangan poin, larangan transfer, hingga pengusiran dari Premier League.
Gelar yang diraih The Citizens selama periode pelanggaran juga berpotensi terdampak, meski keputusan mengenai sanksi akan dibahas dalam proses terpisah.
Man City meraih sejumlah trofi selama periode yang menjadi objek pemeriksaan.
Karena itu, putusan bersalah tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai konsekuensi terhadap pencapaian klub pada periode itu.
Mengancam Hubungan Inggris-UEA?
Di sisi lain, sebelum vonis Man City diumumkan, Bloomberg melaporkan pejabat Uni Emirat Arab (UEA) telah memperingatkan hasil negatif dalam kasus itu dapat merusak hubungan yang sedang membaik antara UAE dan Inggris.
Bloomberg mengutip dua orang yang mengetahui persoalan tersebut.
Man City dimiliki Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, yang membeli klub pada 2008.
Sheikh Mansour merupakan Wakil Presiden UAE, sementara saudaranya, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, menjabat Presiden UAE.
Laporan itu juga menyebut putusan terhadap Man City berpotensi menjadi persoalan bagi upaya Inggris memperluas daya tarik investasi dari negara-negara kaya seperti UAE.
Sumber: Give Me Sport