Hacker Pembongkar Kasus Man City Ungkap Informasi Mengejutkan soal Presiden FIFA Gianni Infantino

Peretas atau hacker yang mengungkap kasus Man City merilis informasi mengejutkan tentang Presiden FIFA, Gianni Infantino

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 15:00 WIB
Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Bola.com, Jakarta - Rui Pinto, sosok yang pertama kali membongkar sejumlah informasi mengenai dugaan pelanggaran finansial Manchester City, kembali membuat pernyataan mengejutkan.

Ia menuding Presiden FIFA, Gianni Infantino, sudah mengetahui persoalan yang melibatkan Man City sejak masih menjabat Sekretaris Jenderal UEFA pada 2014.

Advertisement

Pinto menyampaikan tudingan itu setelah Man City dinyatakan bersalah atas seluruh 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League.

Komisi independen menemukan The Citizens menggunakan kontrak palsu dengan sejumlah mitra komersial untuk menyamarkan pendanaan lebih dari 830 juta paun.

"Pada 2014, ada seseorang yang sudah mengetahui ketidakberesan yang melibatkan Manchester City. Orang itu sekarang memimpin FIFA," tulis Pinto melalui unggahan di X.


Temuan Pinto

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Pinto kemudian menuding Infantino menyalahgunakan kewenangannya, membagikan dokumen rahasia, dan melakukan berbagai upaya agar Man City serta Paris Saint-Germain (PSG) hanya mendapatkan hukuman denda.

Menurut Pinto, langkah itu membuat kedua klub terhindar dari penyelidikan lebih jauh yang berpotensi berujung pada larangan tampil di Liga Champions.

Ia mengatakan berbagai detail mengenai persoalan itu sebelumnya juga terungkap melalui Football Leaks.

"Melihat tindakannya sebagai Sekretaris Jenderal UEFA dan belakangan sebagai Presiden FIFA, saya hanya bisa mengatakan, menurut pendapat saya, Gianni Infantino telah menjadi kanker bagi sepak bola dan seharusnya tidak memiliki tempat dalam masa depan olahraga ini," tulis Pinto.

 


Siapa Pinto?

Pelapor asal Portugal dan pendiri "Football Leaks" Rui Pinto berpose di Paris pada 1 Februari 2024. Pelapor asal Portugal Rui Pinto, orang di balik "Football Leaks", membuka hard drive-nya kepada penyelidik Prancis dan Eropa pada tanggal 31 dan 31 Januari 2024, membocorkan peluit tentang pertandingan sepak bola Eropa lainnya yang berpotensi menimbulkan gejolak. (Thomas SAMSON/AFP)

Pinto merupakan sosok yang membongkar informasi mengenai persoalan finansial Man City melalui Football Leaks.

Kini, setelah Man City dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan, pernyataannya mengenai Infantino kembali menjadi sorotan.

Kasus ini menjadi penting dalam pandangan Pinto karena jika UEFA mengambil tindakan lebih tegas pada 2014, Man City disebut berpotensi tidak dapat tampil di Liga Champions.

Kondisi itu juga akan memengaruhi pemasukan Man City dari kompetisi tersebut.

Man City kemudian melewati periode sukses dan meraih treble pada musim 2022/2023. Namun, sanksi yang akan dijatuhkan setelah vonis bersalah terbaru masih belum diketahui.


PSG Ikutan?

Gelandang asal Spanyol milik Paris Saint-Germain, Fabian Ruiz (tengah), merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya usai pertandingan Liga Champions UEFA (fase liga, pekan pertama) antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Slovan Bratislava di Stadion Parc des Princes, Paris, pada 10 September 2026. Paris Saint-Germain (PSG) menang 6-1 atas Slovan Bratislava. (Anne-Christine POUJOULAT/AFP)

Dalam putusan yang diumumkan pekan ini, komisi independen menyatakan Man City melakukan pelanggaran aturan Premier League secara sistematis selama hampir satu dekade.

Klub masih membantah dakwaan dan telah menyatakan akan mengajukan banding.

Pinto juga menyinggung adanya informasi lain yang berkaitan dengan PSG. Menurutnya, terdapat pula detail yang baru terungkap mengenai dugaan pelanggaran finansial klub asal Prancis itu.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait