Man City Dinyatakan Bersalah, Etihad Airways Ancam Gugat Premier League

Etihad Airways ancam tempuh jalur hukum melawan Premier League, ada apa?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 12:15 WIB
Ilustrasi Manchester City divonis bersalah atas 115 pelanggaran FFP oleh Premier League. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Etihad Airways, sponsor utama Manchester City, mempertimbangkan langkah hukum terhadap Premier League setelah The Citizens dinyatakan bersalah atas seluruh pelanggaran finansial yang didakwakan.

Maskapai asal Abu Dhabi itu keberatan karena merasa Premier League telah menimbulkan kesan buruk terhadap Etihad terkait dugaan kesepakatan sponsor "palsu".

Advertisement

Padahal, nama Etihad tidak tercantum dalam putusan yang dipublikasikan.

Etihad juga menegaskan Premier League tidak pernah menghubungi mereka selama proses yang dilakukan komisi independen.

Karena itu, Etihad mengaku tidak mendapat kesempatan untuk memberikan informasi, menyampaikan pembelaan, maupun memastikan informasi yang digunakan dalam proses tersebut akurat dan adil.

"Etihad dengan tegas menolak temuan, kesimpulan, atau implikasi apa pun yang menyatakan bahwa maskapai pernah terlibat dalam pengaturan komersial yang tidak semestinya," kata juru bicara Etihad dilansir talkSPORT.

 


Pernyataan Emirates

Pemandangan tribune kosong dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 antara Manchester City melawan Leicester di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Rabu (02/04/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Etihad mempertanyakan cara Premier League mengomunikasikan hasil putusan kepada publik.

Menurut mereka, kurangnya kejelasan dan transparansi serta adanya pengungkapan informasi secara selektif telah menimbulkan dampak buruk bagi maskapai.

"Premier League harus bertanggung jawab atas konsekuensi dari cara temuan ini disampaikan," lanjut pernyataan Etihad.

Etihad kemudian mengungkapkan sedang mempertimbangkan opsi hukum untuk melindungi kepentingan mereka. Meski begitu, maskapai tetap menyatakan dukungannya kepada Man City dalam proses yang sedang berjalan.

"Kami berdiri bersama klub, para pendukungnya, dan komunitas Etihad yang lebih luas ketika Manchester City menentang kesimpulan komisi melalui proses yang tersedia," ujar Etihad.

 


Pelanggaran Man City

Pemain Manchester City, Kyle Walker, Kevin De Bruyne dan John Stones mengangkat trofi saat melakukan parade juara Premier League di Manchester, Senin (14/5/2018). The Citizens menjadi tim terbaik dengan raihan 100 poin. (AFP/Paul Ellis)

Man City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas seluruh dakwaan yang diajukan Premier League.

Dalam putusan yang diumumkan pada Selasa, klub disebut menyamarkan pendanaan lebih dari 900 juta paun melalui serangkaian kesepakatan komersial pada 2009 hingga 2018.

Komisi juga menemukan Man City menggelembungkan pendapatan sekitar 900 juta paun melalui kontrak palsu dengan sponsor yang didanai pemilik klub.

Etihad merupakan sponsor lama Man City sejak 2009 dan memiliki kerja sama dengan klub untuk stadion, seragam, serta pusat latihan. Namun, nama Etihad tidak disebut dalam putusan yang telah disunting dan dipublikasikan.

 


Ajukan Banding

Para pemain Manchester City mengangkat trofi juara Liga Inggris 2023/2024 usai menaklukkan West Ham United pada laga pekan ke-38 yang digelar di Etihad Stadium, Minggu (19/5/2024) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Man City disebut akan mengajukan banding atas putusan itu dan memiliki waktu hingga Jumat untuk memberikan tanggapan.

Belum diketahui sanksi yang akan dijatuhkan kepada Man City. Hukuman yang mungkin diberikan mencakup pengurangan poin, larangan transfer, hingga degradasi.

The Citizens juga berpotensi kehilangan gelar yang diraih selama periode yang menjadi objek pemeriksaan.

Pada periode 2009 hingga 2018, Man City meraih tiga gelar Premier League, tiga Piala Liga, satu Piala FA, dan satu Community Shield.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait