Bola.com, Jakarta - Masa depan para bintang Manchester City kini ikut menjadi sorotan setelah klub dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran regulasi finansial Premier League.
Putusan tersebut berpotensi menghadirkan konsekuensi serius bagi The Citizens. Jika proses banding tidak membuahkan hasil, Manchester City bisa menghadapi berbagai sanksi, mulai dari denda besar, pengurangan poin, larangan transfer, hingga degradasi.
Situasi itu tentu akan berdampak langsung kepada para pemain bintang yang menghuni skuad Manchester City, termasuk Erling Haaland.
Premier League menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran regulasi finansial yang terjadi pada periode 2009-10 hingga 2017-18. Klub disebut menggunakan kontrak dan kesepakatan yang dianggap semu untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi biaya hingga 900 juta poundsterling atau sekitar Rp20 triliun.
Manchester City tetap mempertahankan pendiriannya bahwa mereka tidak bersalah dan berencana mengajukan banding.
Namun, jika upaya tersebut gagal dan hukuman degradasi benar-benar dijatuhkan, para pemain City akan menghadapi situasi yang tidak sederhana.
Menurut laporan David Ornstein dari The Athletic, seperti dikutip Sport Illustrated, Kamis (1/10/2026), para pemain Manchester City tidak memiliki klausul degradasi dalam kontrak mereka.
Degradasi disebut tidak pernah menjadi pertimbangan City saat menyusun kontrak pemain, mengingat The Citizens selalu finis di posisi empat besar Premier League dalam 16 musim terakhir.
Dugaan pelanggaran yang tengah dihadapi City juga disebut tidak menjadi bagian dari pembahasan saat klub menegosiasikan kontrak baru maupun memperpanjang kontrak bersama paea pemain. Situasi ini bisa menjadi persoalan jika Manchester City nantinya benar-benar mendapat sanksi degradasi.
Di sisi lain, tanpa klausul tersebut, para pemain tidak memiliki opsi otomatis untuk meninggalkan klub jika turun kasta dan tetap harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam kontrak mereka.
Pemain City di Timnas Inggris Ikut Tersorot
Vonis yang dihadapi Manchester City muncul saat sejumlah pemain klub sedang menjalani tugas bersama Timnas Inggris di jeda internasional.
Kondisi tersebut membuat perhatian ikut tertuju kepada pemain yang memperkuat The Three Lions, termasuk Marc Guehi, Nico O'Reilly, dan Elliot Anderson.
Kapten Inggris, Harry Kane, memastikan persoalan yang terjadi di level klub tidak mengganggu fokus tim nasional.
"Kami sudah membahasnya di antara kami sendiri, tetapi pada akhirnya, kami di sini bersama Inggris dan mengesampingkan urusan klub," kata Kane kepada ITV.
Erling Haaland Tak Bisa Pergi?
Situasi Erling Haaland menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Striker asal Norwegia tersebut masih memiliki kontrak bersama Manchester City hingga 2034. Menurut Transfermarkt, nilai pasarnya berada di angka sekitar €220 juta.
Tanpa klausul degradasi, Haaland secara kontraktual tetap menjadi pemain Manchester City hingga masa kontraknya berakhir, kecuali ada klub yang bersedia menebusnya melalui kesepakatan transfer.
Jika City sampai terdegradasi, Haaland tidak serta merta bisa meninggalkan klub tanpa proses transfer.
Klub yang ingin mendapatkannya tetap harus bernegosiasi dengan Manchester City. Tanpa klausul degradasi, The Citizens juga tidak berkewajiban melepas sang striker dengan harga lebih murah jika mereka nantinya turun kasta.
Haaland tentu berpotensi menjadi incaran banyak klub jika situasi tersebut terjadi. Namun, klub peminat tetap harus memenuhi nilai transfer yang ditetapkan Manchester City sebelum bisa membawa penyerang asal Norwegia itu pergi.
Kondisi serupa juga bisa dialami pemain City lainnya. Tanpa klausul degradasi, mereka tidak otomatis bisa meninggalkan klub dengan harga murah.
Artinya, degradasi tidak serta-merta membuat para pemain bintang Manchester City bebas mencari klub baru.
Mereka tetap harus menunggu klub lain mencapai kesepakatan dengan Manchester City terkait nilai transfer.
Sumber : Sports Illustrated