Bola.com, Jakarta - Cucurella tampil impresif saat membantu Timnas Spanyol menaklukkan Kroasia 4-1 pada laga UEFA Nations League, Kamis (1/10/2026) dini hari WIB. Bek kiri berusia 28 tahun itu terlihat lebih leluasa bergerak ke area depan dan ikut terlibat dalam rangkaian serangan La Roja.
Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan perbedaan mencolok dengan kiprahnya bersama Real Madrid.
Bersama Los Blancos, ia belum mampu menunjukkan pengaruh ofensif yang sama seperti ketika menjadi bagian penting Chelsea.
Mantan kiper Timnas Spanyol, Santiago Canizares, bahkan menyoroti perbedaan tersebut.
"Cucurella memiliki keterlibatan lebih besar dalam delapan menit daripada dalam delapan pertandingan untuk Real Madrid," kata Canizares di COPE, seperti dikutip Sportmole.
Pernyataan itu bukan perbandingan statistik secara harfiah. Canizares ingin menggambarkan bahwa peran Cucurella terlihat jauh lebih menonjol saat membela Timnas Spanyol dibandingkan ketika bermain untuk klubnya, Real Madrid.
Lebih Agresif Bersama Timnas
Laporan Sport Mole juga menyebutkan, dalam kemenangan atas Kroasia, Cucurella memenangkan tiga dari empat duel dan menyelesaikan 84 persen umpannya.
Ia juga mencatatkan dua umpan kunci serta 18 sentuhan di sepertiga akhir lapangan. Statistik tersebut memperlihatkan betapa seringnya Cucurella berada di area yang memungkinkan dirinya memberikan kontribusi langsung dalam serangan.
Situasi seperti itu justru belum terlihat sejak Cucurella pindah dari Chelsea ke Real Madrid dengan nilai transfer 52 juta poundsterling (Rp1,23 triliun) pada musim panas 2026.
Ia bahkan belum mencatatkan assist di La Liga, sementara kontribusinya dalam membantu serangan juga terlihat menurun dibandingkan saat masih bermain untuk Chelsea.
Namun, kondisi tersebut belum membuktikan kemampuan Cucurella ikut menurun. Perbedaan peran dan situasi di Real Madrid bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kontribusinya di lapangan.
Pergerakann Mbappe dan Vinicius Terlalu Cepat
Cucurella menilai kecepatan lini depan Los Blancos membuat bek sayap sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan overlap.
"Ketika saya ingin bantu menyerang, mereka sangat cepat sehingga mereka sudah melakukan tembakan duluan," ujar Cucurella kepada El Larguero.
Bek berusia 28 tahun itu mengakui masih membutuhkan waktu untuk membangun pemahaman dengan Vinicius. Keduanya belum memiliki banyak kesempatan berlatih bersama setelah musim panas yang terganggu.
Kehadiran dua pemain dengan kecepatan tinggi tersebut membuat serangan Real Madrid kerap berkembang dengan sangat cepat. Akibatnya, Cucurella yang memulai pergerakan dari posisi lebih dalam terkadang belum sempat melakukan overlap ketika serangan sudah memasuki fase akhir.
Sumber : Sport Mole