Klub-Klub Rival Man City Bersuara, Nilai Sanksi Degradasi ke Championship Belum Cukup

Klub rival bersuara soal kasus Man City, hukuman degradasi ke Championship dinilai belum cukup berat.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 21:15 WIB
Ilustrasi Manchester City divonis bersalah atas 115 pelanggaran FFP oleh Premier League. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Klub-klub rival Manchester City menilai hukuman degradasi selama satu musim ke Championship belum cukup sebagai sanksi atas pelanggaran aturan keuangan yang membuat The Citizens dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 tuduhan

Sejumlah petinggi klub Liga Inggris mengatakan kepada The Guardian bahwa hukuman yang hanya membuat Man City turun kasta selama satu musim tidak sebanding dengan skala pelanggaran yang ditemukan komisi independen.

Advertisement

Komisi menyatakan Man City menjalankan skema pendanaan terselubung dan menggunakan kesepakatan komersial palsu yang membuat pendapatan klub meningkat secara artifisial hingga 900 juta paun pada periode 2009 hingga 2018.

Klub-klub Premier League memang tidak terlibat langsung dalam proses penentuan hukuman.

Namun, tuntutan mereka menunjukkan besarnya ketidakpuasan terhadap Man City ketika Premier League berusaha menyelesaikan kasus yang sudah diselidiki selama hampir delapan tahun.

Komisi independen yang menyatakan Man City bersalah atas sebagian besar dari 115 pelanggaran akan menentukan sanksi dalam sidang terpisah. Proses itu baru berlangsung setelah banding Man City selesai.

 


Keputusan Final

Erling Haaland dari Manchester City melakukan selebrasi setelah mencetak gol kelima dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Sunderland di Manchester, Inggris, Minggu, 20 September 2026. (Foto AP/Dave Thompson)

Man City harus mengajukan banding paling lambat Jumat. Berdasarkan aturan baru Premier League yang mulai berlaku musim ini, proses banding harus selesai dalam 12 pekan setelah batas waktu pengajuan.

Panel kemudian memiliki waktu tambahan 30 hari untuk mengeluarkan putusan. Dengan jadwal itu, keputusan diperkirakan keluar paling lambat akhir Januari tahun depan.

Sidang penentuan sanksi juga berpotensi berlangsung pada periode yang sama. Namun, hasil sidang tidak akan dipublikasikan sebelum proses banding selesai.

Man City juga masih dapat mengajukan banding terhadap hukuman yang nantinya dijatuhkan komisi.

Proses itu bahkan berpotensi kembali tertunda jika Man City mempermasalahkan penerapan aturan baru mengenai batas waktu banding. Aturan itu baru diperkenalkan musim ini, sementara pelanggaran yang dituduhkan kepada Man City berkaitan dengan periode sebelumnya.

The Citizens sebelumnya juga berhasil menunda publikasi keputusan utama komisi. Dokumen itu akhirnya diterbitkan pada Selasa setelah melalui proses banding.

 


Potensi Sanksi

Para pemain Manchester City berpose dengan trofi juara setelah pertandingan final Piala FA Inggris antara Chelsea dan Manchester City di London, Sabtu, 16 Mei 2026. (AP Photo/Richard Pelham)

Dalam sidang sanksi, Premier League sebagai pihak penuntut dapat mengajukan hukuman yang dianggap sesuai. Man City juga mendapat kesempatan menyampaikan pembelaan sebelum komisi mengambil keputusan.

Sikap Premier League akan ditentukan secara independen dari klub-klub oleh jajaran direksi yang terdiri dari ketua Alison Brittain, CEO Richard Masters, serta tiga direktur non-eksekutif independen, yakni Mai Fyfield, Dharmash Mistry, dan Matthew Ryder KC.

Komisi memiliki sejumlah pilihan hukuman, mulai pengurangan poin, larangan transfer, hingga pengusiran dari Premier League. Menurut komisi independen, skala pelanggaran Man City tidak memiliki preseden yang bisa dijadikan pembanding.

Man City tetap menyatakan tidak bersalah. Klub juga menegaskan memiliki bukti kuat untuk mendukung seluruh posisi mereka dalam kasus itu.

 


Rival Tuntut Hukuman Berat

Manchester City. Serupa dengan Real Madrid, Manchester City sepanjang tahun 2022 juga berhasil mencetak 37 kemenangan dari total 54 laga di semua ajang domestik maupun Eropa. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut hanya berhasil meraih satu trofi sepanjang tahun 2022, yaitu juara Premier League 2021/2022. (AFP/Oli Scarff)

Klub-klub rival meminta hukuman yang jauh lebih berat. Mereka menyoroti kesimpulan komisi bahwa tanpa pendapatan yang dinilai meningkat secara tidak wajar, Man City akan melanggar batas pengeluaran Premier League dan UEFA dalam beberapa musim.

Satu di antara sumber klub mengatakan kepada The Guardian, degradasi selama satu musim ke Championship tidak cukup.

Menurut sumber itu, hukuman harus mencerminkan pelanggaran yang berlangsung selama bertahun-tahun sekaligus menjadi pencegah agar kejadian serupa tidak terulang.

Premier League juga menghadapi persoalan lain karena berupaya mencegah munculnya tuntutan ganti rugi dari klub-klub rival Man City.

Burnley sebelumnya mendapat kompensasi 35 juta paun melalui sidang arbitrase setelah menggugat Everton terkait pelanggaran Profitability and Sustainability Rules (PSR).

Burnley menilai pelanggaran Everton berkontribusi terhadap degradasi mereka pada akhir musim 2021/2022.

 


Potensi Ajukan Tuntutan

Manchester City berhasil memetik kemenangan 3-1 atas tamunya West Ham United di Etihad Stadium pada pekan terakhir Liga Inggris 2023/2024 yang digelar serentak pada Minggu (19/5/2023). Tiga gol kemenangan The Citizens dicetak lewat brace Phil Foden ditambah satu gol dari Rodri, sementara sang tamu hanya mampu mencetak satu gol lewat Mohammed Kudus. Kemenangan ini memastikan Manchester City merebut gelar juara Liga Inggris 2023/2024 dengan raihan 91 poin di klasemen akhir, unggul 2 poin dari Arsenal sebagai runner-up. Gelar ini sekaligus menjadi yang keempat berturut-turut sejak 2020/2021, sebuah torehan yang belum pernah dilakukan klub Inggris mana pun sepanjang sejarah. (AP Photo/Dave Thompson)

Manchester United, Arsenal, Tottenham, dan Liverpool juga pernah menyatakan mempertahankan hak untuk menggugat Man City jika klub dinyatakan bersalah.

Setelah putusan diumumkan, klub-klub itu bahkan telah melakukan pembicaraan informal mengenai kemungkinan mengajukan tuntutan.

Keputusan masing-masing klub akan dibuat secara terpisah. Namun, berat-ringannya hukuman yang dijatuhkan kepada Man City dapat menjadi satu di antara pertimbangan dalam menentukan langkah mereka.

Sejumlah klub Premier League juga masih tidak puas dengan keputusan kompetisi memberikan denda 10 juta paun kepada Chelsea melalui kesepakatan tahun ini.

Chelsea melaporkan sendiri pembayaran ilegal kepada pemain dan agen yang terjadi pada era pemilik sebelumnya, Roman Abramovich.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait