Komentar Trent Alexander-Arnold soal Man City pada 2024 Kini Terbukti Benar

Trent Alexander-Arnold sudah bilang begini soal Man City pada 2024, kini terbukti.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 Oktober 2026, 09:30 WIB
Pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold melakukan selebrasi setelah mencetak gol penyeimbang 2-2 ke gawang Aston Villa dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Villa Park, Brimingham, Inggris, Rabu (19/02/2025) waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Komentar Trent Alexander-Arnold tentang Manchester City yang disampaikan pada 2024 kembali ramai dibicarakan setelah rival di Premier League itu dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran aturan finansial.

Premier League menyatakan Man City bersalah atas 114 dari 115 tuduhan yang diajukan. Klub tetap membantah melakukan pelanggaran dan telah menyatakan akan mengajukan banding atas putusan itu.

Advertisement

Man City kini menghadapi kemungkinan mendapat berbagai sanksi, termasuk pencabutan gelar, pengurangan poin, denda dalam jumlah besar, larangan transfer, degradasi, hingga kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi.

Pelanggaran yang menjadi perkara berlangsung pada 2009 hingga 2018. Dalam periode itu, Man City meraih tiga gelar Premier League, satu Piala FA, tiga Piala Liga, dan satu Community Shield.


Standar Tinggi

Pemain Liverpool, Virgil van Dijk (kiri) mencoba menghentikan pemain Manchester City Erling Haaland selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu, 10 Maret 2024. (AP Photo/Jon Super)

Setelah periode itu, Man City terus berkembang menjadi satu di antara tim paling dominan di sepak bola modern.

The Citizens kemudian meraih empat gelar Premier League secara beruntun dan menjuarai Liga Champions, termasuk ketika mencatat treble.

Dominasi Man City juga beriringan dengan persaingan sengit melawan Liverpool dan tim asuhan Jurgen Klopp.

Kedua klub saling mendorong untuk mencapai standar yang sangat tinggi di Premier League.


Pernyataan Alexander-Arnold

Pemain Liverpool Cody Gakpo merayakan mencetak gol pertama tim mereka dalam pertandingan tersebut saat menghadapi Manchester City di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu 1 Desember 2024. (Peter Byrne/PA melalui AP)

Liverpool hanya meraih satu gelar Premier League selama periode persaingan dengan Man City.

Sebelum meninggalkan Liverpool, Alexander-Arnold pernah membandingkan cara kedua klub membangun tim dan berbicara mengenai makna trofi yang diraih.

"Saat melihat kembali era ini, meski mereka memenangi lebih banyak gelar dan mungkin lebih sukses daripada kami, trofi yang kami raih akan lebih berarti bagi kami dan para suporter karena situasi finansial kedua klub."

"Cara kedua klub membangun tim dan bagaimana kami melakukannya mungkin membuat trofi itu lebih berarti bagi suporter kami," ujar Alexander-Arnold pada 2024, dikutip dari GMS.


Terbukti Benar?

Selebrasi bek Liverpool, Trent-Alexander Arnold setelah mencetak gol penyeimbang 1-1 ke gawang Manchester City pada laga pekan ke-13 Liga Inggris 2023/2024 di Etihad Stadium, Manchester, Sabtu (25/11/2023). (AP Photo/Rui Vieira)

Kini, pernyataan itu kembali ramai dibicarakan setelah Man City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran.

Man City dinyatakan bersalah dalam perkara yang mencakup dugaan manipulasi pembukuan lebih dari 900 juta paun selama sembilan tahun.

Namun, klub tetap menyatakan tidak bersalah dan akan mengajukan banding.

Persaingan Liverpool dan Man City memang sebagian besar berlangsung setelah periode pelanggaran yang menjadi perkara.

Meski begitu, putusan yang baru dijatuhkan membuat komentar Alexander-Arnold kembali mendapat perhatian dan dinilai makin terbukti, dua tahun kemudian.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait