Zinedine Zidane Bersua Lagi dengan Italia, 20 Tahun Setelah Insiden Menanduk Marco Materazzi

Zinedine Zidane akan kembali berhadapan dengan Italia, dua puluh tahun setelah insiden kontroversial dengan Marco Materazzi.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 02 Oktober 2026, 13:00 WIB
Gelandang Prancis, Zinedine Zidane, menanduk bek Italia, Marco Materazzi, saat final Piala Dunia 2006 Stadion Olympic, Berlin, Jerman (9/7/2006). Tandukan tersebut menjadi salah satu momen ikonik pada ajang Piala Dunia 2006. (AFP/John Macdougall)

Bola.com, Jakarta - Zinedine Zidane akan kembali berhadapan dengan Italia. Dua puluh tahun setelah insiden kontroversial dengan Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006, Zidane kini menghadapi Gli Azzurri dengan status berbeda, yaitu sebagai pelatih Timnas Prancis.

Prancis akan menjamu Italia pada laga UEFA Nations League di Stade de France, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB. Pertandingan tersebut menjadi laga kandang pertama Zidane sejak dipercaya menangani Les Bleus.

Advertisement

Pertemuan dengan Italia tentu kembali mengingatkan publik pada final Piala Dunia 2006 di Berlin.

Saat pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu, Zidane yang menjadi bintang Prancis tiba-tiba menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi. Insiden tersebut membuat Zidane mendapat kartu merah dan mengakhiri kariernya sebagai pemain dengan cara yang dramatis.

Momen tersebut hingga kini masih menjadi salah satu kejadian paling ikonik dalam sejarah sepak bola.

"Rekaman itu selalu mengingatkan saya pada kejadian tersebut. Gambar-gambarnya terus ditayangkan berulang kali," kata Zidane dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Kamis (1/10/2026), seperti dikutip dari ESPN. 

"Namun, untungnya itu bukan satu-satunya hal yang pernah saya lakukan. Ada banyak gambar lain yang jauh lebih indah."

 


Zidane Tak Menyesal

Zinedine Zidane resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Prancis di markas Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Paris, Selasa (28/7/2026). Legenda Les Bleus itu menggantikan Didier Deschamps usai Piala Dunia 2026. (LOU BENOIST/AFP)

Meski sudah berlalu dua dekade, Zidane mengaku tidak menyesali tindakannya terhadap Materazzi.

"Itu bukan penyesalan. Itu bagian dari karier saya. Saya tidak bangga dengan apa yang terjadi, tetapi kita tidak selalu bisa melakukan hal-hal yang baik," ujar Zidane.

"Kita semua menjalani perjalanan hidup. Terkadang kita melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. Namun, sekarang yang terpenting adalah apa yang terjadi setelahnya."

Zidane tidak pernah kembali bermain setelah final Piala Dunia 2006 tersebut. Bahkan, saat itu ia sempat berpikir bahwa insiden tersebut akan menjadi hal terakhir yang dikenang publik tentang dirinya bersama Timnas Prancis.

"Ya, karena saat itu saya tidak tahu bahwa saya akan menjadi pelatih. Bagi saya, itu adalah akhir. Saya bisa mengatakan bahwa situasinya sangat, sangat sulit," kenang Zidane.

 


Belum Berbicara Lagi dengan Materazzi

Pelatih Real Madird, Zinedine Zidane menyaksikan pemainnya bertanding melawan Manchester City pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Etihad Stadium, Inggris (7/8/2020). City menang tipis 2-1 dan melaju ke perempat final unggul agregat 4-2 atas Madrid. (Peter Powell/Pool Photo via AP)

Kini, setelah kembali dipercaya menangani Les Bleus, Zidane mengaku siap memberikan seluruh kemampuannya.

"Saya siap kembali dan melatih Timnas Prancis. Saya ingin memberikan segala yang saya miliki," tegasnya.

Menariknya, Zidane mengaku belum pernah berbicara lagi dengan Materazzi sejak insiden tersebut.

"Tidak. Sama sekali tidak," jawabnya singkat.

Zidane mengawali kiprahnya sebagai pelatih Prancis dengan dua kemenangan tandang. Les Bleus menang 1-0 atas Turki dan Belgia. Duel kontra Italia akan menjadi pertandingan ketiganya sekaligus laga pertama Zidane di kandang sendiri sejak ditunjuk menangani Prancis.

"Ini momen yang sangat emosional. Kami siap menghadapi pertandingan ketiga ini dan sudah melakukan persiapan dengan baik. Tidak ada masalah khusus," ujar Zidane.

"Kami akan mencoba meraih kemenangan di depan para suporter."

Sumber: ESPN

 

Berita Terkait