Gagal Lolos ke Liga Champions Disebut Pertumpahan Darah, Petinggi Juventus Tetap Bela Luciano Spalletti

CEO Juventus, Giovanni Carnevali mengakui gagal lolos ke Liga Champions adalah awal masalah besar untuk klub.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 15:00 WIB
Logo dan ilustrasi Juventus. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Pada musim 2025/2026, Juventus hanya mampu finis di posisi keenam Serie A. Hasil tersebut membuat Si Nyonya Tua harus bermain di Liga Europa sekaligus menghadapi tantangan lebih besar dalam menjaga keseimbangan anggaran.

Menurut laporan Football Italia, Jumat (2/10/2026), CEO Juventus, Giovanni Carnevali, mengakui kegagalan mereka lolos ke Liga Champions itu memberikan dampak finansial yang sangat besar bagi klub. Ia bahkan menyebut situasi tersebut sebagai sebuah pertumpahan darah.

Advertisement

Situasi tersebut masih terasa pada awal musim ini. Saat berbicara dalam acara Festival dello Sport, Carnevali mengakui Liga Champions tetap menjadi target penting bagi klub.


Juventus Diterpa Masalah Finansial

Skuad Juventus merayakan gol Francisco Conceicao ke gawang Atalanta, Minggu (20/9/2026) (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Dalam acara Festival dello Sport dikutip Sport Mole, Carnevali mengakui bahwa finis di empat besar sangat penting karena memberikan pemasukan finansial yang besar bagi klub.

"Finis di empat besar memberikan kami jaminan finansial, dan tahun ini kami mengalami kerugian tanpa Liga Champions," kata Carnevali.

"Ini sudah lebih menjadi bisnis daripada sepak bola, lolos ke Liga Champions itu satu hal penting, jika tidak, itu akan menjadi pertumpahan darah. Meskipun begitu, kami tidak akan puas dengan empat besar, tujuan kami semua adalah untuk menang." tambahnya

Kondisi tersebut membuat Juventus kemungkinan harus mengambil keputusan sulit di bursa transfer mendatang, termasuk kemungkinan melepas pemain dengan nilai tinggi.


Giovanni Carnevali Bela Spalletti

Luciano Spalletti, pelatih anyar Juventus yang menggantikan Igor Tudor. (Dok. X @juventusfcen)

Di tengah tekanan terhadap performa Juventus yang kurang baik pada awal musim, nama Luciano Spalletti juga mulai mendapat sorotan.

Kekalahan dari Sassuolo membuat kritik terhadap sang pelatih semakin menguat. Di tengah isu yang beredar, muncul spekulasi bahwa Antonio Conte bisa menjadi kandidat pengganti setelah meninggalkan Napoli.

Namun, Carnevali membantah soal isu tersebut dan memastikan Juventus menaruh kepercayaan penuh kepada Spalletti.

"Saya rasa di momen-momen sulit seperti saat kalah dari Sassuolo, dia memang menjadi sasaran kritik. Namun, Spalletti adalah pelatih yang luar biasa. Jika Anda datang ke sesi latihannya, Anda akan ternganga melihat apa yang dilakukannya." ujar Carnevali.

Sumber : Football Italia

Berita Terkait