Real Madrid Minta UEFA Cabut 9 Gelar Barcelona, Terkait Kasus Negreira

Real Madrid meminta UEFA mengambil tindakan terhadap Barcelona terkait kasus Negreira, termasuk mencabut sembilan gelar La Liga yang diraih Blaugrana pada periode 2001 hingga 2018.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 17:45 WIB
Gelandang Real Madrid Inggris #05, Jude Bellingham, merayakan bersama rekan satu timnya Penyerang Real Madrid Prancis #10, Kylian Mbappe, dan penyerang Real Madrid Maroko #21, Brahim Diaz, setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Malaga CF di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 30 Agustus 2026. (Thomas COEX/AFP)

Bola.com, Madrid - Real Madrid dilaporkan meminta UEFA mencabut sembilan gelar La Liga milik Barcelona yang diraih antara 2001 hingga 2018 sebagai bagian dari perkembangan kasus Negreira.

Permintaan tersebut mencuat setelah Real Madrid menyerahkan sejumlah dokumen kepada UEFA terkait penyelidikan pembayaran Barcelona kepada José María Enríquez Negreira, mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol.

Advertisement

Barcelona sebelumnya mengakui adanya pembayaran kepada perusahaan yang berkaitan dengan Negreira. Namun, klub asal Catalunya itu membantah pembayaran tersebut bertujuan memengaruhi keputusan wasit atau hasil pertandingan.

UEFA kemudian mengonfirmasi telah menerima sejumlah besar dokumen dari Real Madrid terkait perkara tersebut. Dokumen itu akan dinilai oleh Inspektur Etik dan Disipliner UEFA sebagai bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung.


Real Madrid Serahkan Dokumen kepada UEFA

Real Madrid kembali mendorong UEFA untuk mengambil tindakan terhadap Barcelona setelah menyerahkan dokumen dan bukti terkait kasus Negreira.

Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyebut dokumen tersebut berkaitan dengan pembayaran Barcelona kepada Negreira selama periode 2001 hingga 2018.

"Pengaduan yang diajukan klub kami mencakup dokumentasi dan bukti yang luas mengenai peristiwa dengan tingkat keseriusan luar biasa, yang secara langsung memengaruhi integritas kompetisi dan kepercayaan terhadap sistem perwasitan," tulis Real Madrid yang dilansir dari Sport Bible.

Real Madrid juga meminta agar proses penyelidikan UEFA segera diselesaikan. Klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu menyatakan akan terus bekerja sama dengan UEFA dalam mengusut perkara tersebut.

"Klub kami akan terus secara aktif bekerja sama dengan UEFA dan mengambil semua tindakan dalam kewenangannya untuk mengklarifikasi peristiwa yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip integritas, transparansi, dan fair play," lanjut pernyataan tersebut.


UEFA Masih Lakukan Penyelidikan

Ilustrasi Logo - UEFA Nations League (Bola.com/Adreanus Titus)

UEFA mengonfirmasi telah menerima dokumen yang dikirimkan Real Madrid. Namun, badan sepak bola Eropa tersebut belum mengambil keputusan terkait sanksi atau status gelar Barcelona.

"UEFA dapat mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima sejumlah besar dokumen dari Real Madrid CF terkait penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap FC Barcelona dalam perkara yang melibatkan José María Enríquez Negreira," demikian pernyataan UEFA.

Dokumen tersebut kemudian diterima oleh Inspektur Etik dan Disipliner UEFA yang bertugas menangani perkara tersebut.

"Inspektur Etik dan Disipliner UEFA juga telah menerima dokumen-dokumen terbaru ini yang akan mereka nilai sebagai bagian dari peninjauan kasus yang sedang berlangsung," lanjut UEFA.

Dengan demikian, permintaan Real Madrid belum berarti sembilan gelar Barcelona telah dicabut. UEFA masih berada dalam tahap peninjauan terhadap dokumen yang diterima.


Barcelona Bantah Ada Proses Baru

Presiden Barcelona, Joan Laporta. (Pau BARRENA / AFP)

Barcelona memberikan respons setelah muncul laporan bahwa UEFA kembali membuka atau mengaktifkan proses terkait kasus Negreira.

Klub Catalunya itu menegaskan bahwa UEFA tidak membuka proses baru terhadap mereka. Barcelona menyebut penyelidikan tersebut sudah dimulai sejak 2023 dan hingga kini masih berlangsung.

"UEFA tidak membuka proses baru terhadap FC Barcelona. Proses tersebut dimulai pada 2023 dengan penunjukan dua penyelidik yang sejak saat itu telah melakukan tindakan yang mereka anggap perlu," tulis Barcelona dalam pernyataan resminya.

Barcelona juga menegaskan bahwa proses tersebut tidak pernah ditutup sehingga tidak bisa disebut dibuka kembali.

"Proses ini tidak dibuka kembali karena tidak pernah ditutup," lanjut pernyataan Barcelona.

Klub tersebut menilai pernyataan UEFA hanya mengonfirmasi penerimaan dokumen dari Real Madrid. Barcelona juga menyebut UEFA belum memberikan penilaian terhadap isi maupun nilai bukti yang diserahkan Real Madrid.


Sembilan Gelar Barcelona yang Dipersoalkan

Para pemain FC Barcelona mengangkat trofi saat mereka merayakan kemenangan pertandingan final Piala Super Spanyol melawan Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Minggu 11 Januari 2026 waktu setempat atau Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB. Mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2, Barcelona sukses merengkuh gelar Piala Super Spanyol 2026. (Fadel SENNA/AFP)

Permintaan Real Madrid berkaitan dengan sembilan gelar La Liga yang diraih Barcelona pada periode ketika pembayaran kepada perusahaan yang dikaitkan dengan Negreira berlangsung.

Sembilan gelar tersebut berasal dari musim 2004/2005, 2005/2006, 2008/2009, 2009/2010, 2010/2011, 2012/2013, 2014/2015, 2015/2016, dan 2017/2018.

Namun, hingga saat ini tidak ada keputusan UEFA yang mencabut gelar-gelar tersebut. Sembilan trofi itu masih tercatat sebagai bagian dari sejarah Barcelona di La Liga.

Perkembangan selanjutnya bergantung pada hasil peninjauan UEFA terhadap dokumen yang diserahkan Real Madrid serta proses hukum yang masih berjalan di Spanyol.

Kasus Negreira sendiri berkaitan dengan pembayaran Barcelona kepada perusahaan yang dimiliki atau dikaitkan dengan Negreira. Barcelona menyatakan pembayaran tersebut digunakan untuk laporan teknis mengenai wasit dan membantah adanya upaya memengaruhi keputusan pertandingan.

Sumber: Sport Bible

Berita Terkait