Max Verstappen Tercepat di FP1 GP Bahrain di Malaysia, Ungguli George Russell

Max Verstappen menjadi pembalap tercepat pada latihan bebas pertama GP Bahrain yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 18:15 WIB
Max Verstappen menjadi yang tercepat di F1 2025 GP Italia yang digelar di Sirkuit Monza, Minggu (7/9/2025) malam. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Sepang - Max Verstappen menjadi pembalap tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Formula 1 GP Bahrain di Malaysia, Jumat (2/10/2026).

Pembalap Red Bull Racing itu mencatatkan waktu 1 menit 37,520 detik di Sirkuit Internasional Sepang. Verstappen unggul 0,383 detik atas George Russell yang menempati posisi kedua.

Advertisement

Rekan setim Verstappen, Isack Hadjar, melengkapi tiga besar dengan catatan waktu 1 menit 38,303 detik. Charles Leclerc dan Kimi Antonelli masing-masing menempati posisi keempat dan kelima.

Sesi FP1 berlangsung tanpa gangguan berarti. Para pembalap memanfaatkan kesempatan tersebut untuk beradaptasi dengan karakter Sepang yang kembali menjadi tuan rumah Formula 1 setelah sembilan tahun.

Verstappen juga datang dengan pengalaman khusus di sirkuit tersebut. Ia merupakan pemenang terakhir GP Malaysia pada 2017 sebelum Formula 1 meninggalkan Sepang.


Verstappen Langsung Tampil Cepat

Pembalap Red Bull asal Belanda, Max Verstappen, mengemudikan mobilnya selama sesi kualifikasi Grand Prix F1 Monako, di sirkuit Monako, Sabtu, 6 Juni 2026. (AP Photo/Philippe Magoni)

Verstappen sudah menunjukkan kecepatannya sejak pertengahan sesi. Setelah menggunakan ban medium, pembalap asal Belanda itu kemudian mencatat waktu terbaiknya dengan kompon ban lunak.

Ia membukukan 1:37,520 dan tidak lagi mampu dikejar hingga FP1 berakhir. Russell menjadi pesaing terdekat dengan selisih 0,383 detik.

Hasil tersebut menjadi awal yang positif bagi Red Bull di Sepang. Hadjar juga menunjukkan performa kuat dengan menempati posisi ketiga, terpaut 0,783 detik dari Verstappen.

Meski demikian, hasil FP1 belum bisa menjadi gambaran sepenuhnya mengenai kekuatan setiap tim. Mercedes datang dengan paket pembaruan mobil yang perlu diuji sepanjang akhir pekan.

Sementara itu, Verstappen sebelumnya mengakui bahwa Red Bull masih mengejar kemenangan pertama pada musim 2026. Ia mengatakan, "Memang benar kami sekarang cukup sering meraih podium, tetapi saya ingin menang."


Sepang Kembali Jadi Tantangan F1

Sirkuit Sepang tak akan lagi menggelar balapan F1 GP Malaysia setelah musim 2017. (Autosport)

Kembalinya Formula 1 ke Sepang menjadi salah satu cerita utama GP Bahrain akhir pekan ini. Sirkuit tersebut terakhir kali menjadi tuan rumah balapan F1 pada 2017.

Namun, balapan yang digelar di Malaysia tahun ini tetap menggunakan nama GP Bahrain. Sepang ditunjuk sebagai lokasi pengganti setelah GP Bahrain yang semula dijadwalkan pada April tidak dapat digelar akibat konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Bagi sebagian besar pembalap, akhir pekan ini juga menjadi pengalaman baru karena mereka belum pernah mengendarai mobil F1 generasi 2026 di Sepang. Karakter lintasan yang panjang, permukaan aspal yang abrasif, serta cuaca panas dan lembap menjadi tantangan tambahan.

Verstappen sendiri masih memiliki kenangan positif dari Sepang. Ia mengaku menyukai karakter lintasan tersebut, meski kondisi panas membuat balapan menjadi sangat menguras fisik.

"Saya selalu menikmati balapan di sini karena sangat menyukai tata letaknya. Lintasannya tidak mudah karena degradasi ban selalu tinggi dan cuacanya juga sangat panas," ujar Verstappen.


Verstappen Tak Khawatir dengan Panas Sepang

Pembalap Red Bull, Max Verstappen, asal Belanda memberi isyarat selama sesi kualifikasi menjelang Grand Prix Formula Satu Brasil di sirkuit Interlagos, Sao Paulo, Sabtu, 8 November 2025. (Foto AP/Ettore Chiereguini)

Kondisi cuaca menjadi salah satu perhatian utama menjelang balapan. GP Bahrain biasanya digelar di Sakhir, tetapi kali ini para pembalap harus menghadapi panas dan kelembapan khas Malaysia.

Verstappen justru menanggapi kondisi tersebut dengan santai. Ketika ditanya mengenai persiapannya menghadapi cuaca panas di Sepang, ia memberikan jawaban dengan nada bercanda.

"Saya rasa saya sudah melakukan persiapan yang sangat intens selama empat atau lima bulan. Ya, persiapan mental agar tidak peduli!" kata Verstappen sambil tertawa.

Ia menilai panas bukan tantangan yang hanya dihadapi satu pembalap. Menurut Verstappen, seluruh pembalap harus beradaptasi dengan kondisi tersebut sepanjang akhir pekan.

"Bersikap nyaman dengan ketidaknyamanan, tetapi itu berlaku untuk semua orang. Panas, berkeringat, dan Anda membutuhkan lebih banyak pakaian dalam, saya kira. Namun, jalani saja," lanjutnya.

Selain cuaca, kondisi permukaan lintasan Sepang juga menjadi perhatian. Verstappen memperkirakan degradasi ban akan cukup tinggi dan dapat memengaruhi pengelolaan energi mobil selama balapan.

Sumber: Motorsport

Berita Terkait