Pelatih Pakistan Puji Timnas Indonesia dan Janji Bangkit Usai Tersingkir dari FIFA ASEAN CUP 2026

Nolberto Solano, menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Indonesia selaku tuan rumah dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 02 Oktober 2026, 21:45 WIB
Pelatih Timnas Pakistan Nolberto Solano pada Press Conference Pakistan FIFA ASEAN CUP 2026, Jumat (2/10/2026).

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Pakistan, Nolberto Solano, menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Timnas Indonesia selaku tuan rumah dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Meski langkah anak asuhnya harus terhenti di fase grup dan kalah melawan Vietnam pada laga terakhir di grup B FIFA ASEAN CUP 2026.

Advertisement

Pelatih timnas Pakistan itu menilai kesempatan bertanding di ajang ini memberikan pengalaman berharga bagi perkembangan sepak bola Pakistan. 

Dalam kesempatan tersebut, mantan pemain Newcastle United itu secara terbuka mengungkapkan kepuasannya terhadap organisasi penyelenggara serta pelayanan yang diberikan oleh panitia lokal selama timnya berada di Indonesia.

"Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Indonesia dan panitia penyelenggara yang telah memberikan kesempatan untuk berpartisipasi di turnamen ini. Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami semua," ujar Solano pada sesi konferensi pers usai laga melawan Vietnam pada Jumat (2/10/2026).


Ketahanan Fisik Menjadi Kendala Utama

Nolberto Solano memimpin sesi latihan Timnas Pakistan di Stadion Madya GBK, Jakarta, Rabu (30/9/2026). (Dok. PFF)

Mengenai performa tim di lapangan, Solano tak memungkiri adanya kekecewaan atas hasil akhir yang diraih. Pakistan sebenarnya mampu menunjukkan performa impresif dan kedisiplinan taktik yang tinggi pada ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ini.

Namun Solano menyoroti masalah utama yang menjadi batu sandungan bagi skuadnya, yakni ketahanan fisik dan kebugaran pemain.

Menurutnya, penurunan kondisi fisik di babak kedua membuat kestabilan formasi serta kedisiplinan bertahan timnya berantakan, sehingga memberi ruang bagi tim lawan seperti Vietnam untuk mengendalikan permainan.

"Kami tampil sangat baik dan disiplin pada babak pertama. Namun, di level kompetisi seperti ini, jika Anda tidak bisa menjaga kondisi kebugaran sepanjang laga, Anda akan mulai kehilangan bentuk permainan. Garis pertahanan kami mulai turun terlalu dalam dan memberikan banyak ruang bagi lawan," tambah Solano.


Proses Jangka Panjang Timnas Pakistan

Namun demikian, Solano enggan berlarut dalam kekecewaan dan memilih untuk fokus pada proses jangka panjang.

Ia menegaskan kekalahan serta kelemahan yang terlihat sepanjang turnamen akan menjadi bahan evaluasi penting untuk membenahi kualitas permainan Pakistan di masa mendatang.

Fokus Timnas Pakistan kini langsung dialihkan ke agenda internasional berikutnya. Solano mengonfirmasi bahwa anak asuhnya akan kembali berlaga pada turnamen selanjutnya di Bangladesh yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang.

Berita Terkait