Prancis Vs Italia Main Imbang di UEFA Nations League, Adrien Rabiot Kagumi Performa Gianluigi Donnarumma

Gelandang Prancis itu juga mengaku terkesan dengan semangat juang Gli Azzurri sepanjang pertandingan.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 03 Oktober 2026, 07:50 WIB
Kiper Italia Gianluigi Donnarumma beraksi saat sesi Latihan publik tim nasional sepak bola Italia di Iserlohn, Jerman, Selasa, 11 Juni 2024. (Bernd Thissen/dpa via AP)

Bola.com, Jakarta - Adrien Rabiot memberikan pujian tinggi kepada Gianluigi Donnarumma setelah Prancis bermain imbang 1-1 melawan Italia dalam laga UEFA Nations League, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB.

Gelandang Prancis itu juga mengaku terkesan dengan semangat juang Gli Azzurri sepanjang pertandingan.

Advertisement

Bermain di Stade de France, Italia justru menciptakan sejumlah peluang terbaik pada babak pertama.

Namun, Prancis mampu membuka keunggulan melalui tendangan bebas Michael Olise yang membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.

Alessandro Bastoni kemudian menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan Lucas Da Cunha.

Pertandingan berlangsung sengit hingga akhir, bahkan setelah Prancis harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Dayot Upamecano.

 

Rabiot Puji Penampilan Gemilang Donnarumma

Penjaga gawang Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Rabiot menilai Italia sebenarnya tampil sangat baik dan mampu memberikan perlawanan serius kepada Prancis.

Menurutnya, Prancis bahkan beruntung memiliki Donnarumma yang tampil luar biasa di bawah mistar.

"Italia bermain sangat baik, kami mendominasi pada beberapa momen dan seharusnya menang jika bukan karena Gigio yang luar biasa. Dia melakukan tiga atau empat penyelamatan yang luar biasa," ujar Rabiot kepada Sky Sport Italia.

Pemain yang memperkuat AC Milan itu juga mengapresiasi mentalitas Italia, terutama setelah mereka sebelumnya menelan kekalahan 0-2 dari Belgia di kandang sendiri.


Italia Bangkit Setelah Kekalahan dari Belgia

Pemain Italia merayakan gol yang dicetak Pio Esposito ke gawang Turki dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027 di Ataturk Sports Complex Matli Stadium, Selasa (29/9/2026) dini hari WIB. Italia menang 4-1 dalam lawatannya ke Turki itu. (Ozan KOSE / AFP)

Rabiot menilai semangat yang ditunjukkan Italia di Paris patut mendapatkan apresiasi. Gli Azzurri sebelumnya berada dalam ancaman degradasi Nations League setelah takluk dari Belgia.

Namun, Italia mampu bangkit dengan kemenangan telak 4-1 atas Turki sebelum menunjukkan performa solid ketika menghadapi Prancis.

"Dalam hal semangat, Italia sangat mengesankan. Ini bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh setelah pertandingan pertama melawan Belgia," kata Rabiot.

Bagi Prancis, hasil imbang tersebut juga menjadi catatan tersendiri. Ini merupakan gol pertama yang mereka kebobolan sejak Zinedine Zidane mengambil alih kursi pelatih.

Sebelumnya, Prancis mencatat dua kemenangan tandang dengan skor 1-0.


Rabiot Akui Prancis Masih Harus Berbenah

Meski kecewa gagal meraih kemenangan, Rabiot tetap melihat banyak hal positif dari permainan Prancis.

Rabiot menyebut Les Bleus berhasil menjalankan instruksi Zidane, terutama dalam melakukan tekanan tinggi dan merebut bola kembali di area pertahanan lawan.

"Kami menciptakan banyak peluang dan saya pikir kami pantas mendapatkan lebih. Itu juga yang dikatakan pelatih di ruang ganti. Namun, kami senang dengan pendekatan yang kami tunjukkan," tutur Rabiot.

"Kami melakukan pressing tinggi, sering merebut bola di area mereka, dan itulah yang diminta pelatih. Setelah mencetak gol, kami mungkin sedikit mengurangi tekanan. Itu sesuatu yang harus kami perbaiki," lanjutnya.


Prancis Tetap di Puncak, Belgia Jadi Penentu

Zidane memang masih belum terkalahkan sejak menangani Prancis. Namun, ada tren menarik yang masih berlanjut, yakni seluruh 12 gol terakhir Les Bleus tercipta pada babak kedua.

Rabiot juga menilai Prancis mulai menunjukkan karakter yang diinginkan Zidane, terutama dalam hal agresivitas dan kerja sama tim.

"Dia meminta hal-hal yang berbeda, yaitu langsung agresif untuk merebut kembali bola dan lebih sering melakukan situasi satu lawan satu. Kami melihat hati dari tim ini. Semua orang bertahan dan menyerang bersama," ujar Rabiot.

"Saya terkesan dengan bagaimana para penyerang bekerja keras di depan untuk membantu tim. Sayang kami tidak menang, tetapi ini pertandingan yang bagus."

Hasil imbang membuat Prancis tetap berada di puncak Grup A Nations League dengan tujuh poin. Mereka hanya unggul satu poin atas Belgia, sementara Italia mengoleksi empat poin.

Rabiot sudah mengantisipasi pertandingan berikutnya, di mana Prancis akan menghadapi Belgia yang dinilainya sangat penting dalam perebutan posisi teratas.

"Kami memiliki pertandingan penting lainnya melawan Belgia dan itu akan sangat menentukan untuk posisi pertama. Setelah itu, ada beberapa hari libur sebelum saya kembali ke Milan," ujar Rabiot.

"Kami masih memiliki banyak pertandingan dalam beberapa pekan ke depan dan semoga tidak terlalu banyak pemain yang mengalami cedera," pungkasnya.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait