Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan berjumpa Thailand di partai final Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/0/2026) malam WIB.
Timnas Indonesia melaju ke final ASEAN Cup 2026 usai menjadi juara Grup A setelah mengoleksi tujuh poin dari tiga laga. Kevin Diks dkk. unggul secara produktivitas gol atas Malaysia, meski punya nilai sama.
Sementara Thailand keluar sebagai juara Grup B, dengan nilai enam. Nilai yang dikumpulkan Thailand sebenarnya sama dengan Vietnam, namun tim Gajah Perang unggul secara head to head dan selisih gol.
Mantan pemain dan pelatih klub profesional di Liga Indonesia, Aris Budi Sulistyo punya pengamatan menarik menjelang duel final antara Timnas Indonesia kontra Thailand. Terutama soal taktik permainan dari kedua tim.
Formasi Andalan
Ia menyoroti potensi dari Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman, yang semakin matang dengan formasi 3-4-3 andalannya. Formasi itu dianggap cukup paten untuk menjadi senjata.
Seperti ketika Indonesia menghajar Bangladesh 9-2 di pertandingan terakhir. Formasi tersebut dipertahankan, dengan trio bek Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner yang semakin padu.
Mereka mampu bekerja dengan baik, sementara Kevin Diks lebih banyak menjadi winger di kanan, dan Calvin Verdonk di kiri.
Untuk posisi penjaga gawang, Herdman bisa memilih antara Maarten Paes atau Emil Audero yang sudah terbukti kualitasnya.
Lini Belakang Harus Lebih Fokus
Di sektor tengah, Joey Pelupessy susah tergantikan dan kemungkinan akan diperkuat kembali oleh Thom Haye usai menjalani skorsing satu pertandingan usai kartu merah melawan Singapura.
"Kalau menurut saya, yang paling ideal adalah tetap dengan formasi 3-4-3. Trio Rizky Ridho, Elkan Baggot, dan Hubner di belakang cukup solid dan membuat saya terkesan," tutur Aris Budi Sulistyo.
Namun demikian, ia menyoroti beberapa momen yang menjadi titik lemah dari barisan pertahanan. Yaitu wajib berkonsentrasi penuh dan komunikasi antarpemain perlu diperhatikan.
"Ada beberapa kali ada kesalahan, Baggott masih perlu mengasah kemampuan. Gol-gol balasan Bangladesh saya lihat ada pengaruh dari kelemahan Elkan, karena sering naik ke atas," ungkap mantan pelatih Persik Kediri dan Persis Solo.
Butuh Kreator di Lini Depan
Kemudian yang paling menarik perhatian dari permainan Timnas Indonesia sejauh ini adalah potensi di lini depan. Pasukan John Herdman menunjukkan progres positif dalam permainan ofensif mereka.
Setelah cukup tersendat dengan dua kali menjebol gawang gawang Singapura dan tak mencetak gol ke gawang Malaysia, daya ledak penyerangan skuad Garuda terlihat saat menghancurkan Bangladesh.
11 gol yang diukir Timnas Indonesia selama fase grup FIFA ASEAN Cup 2026, sembilan di antaranya dicetak pemain depan. Mitchell Baker memborong lima gol. Kemudian Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Luke Vickery masing-masing mencetak satu gol.
Tiga gol sisanya diciptakan oleh pemain bertahan yaitu Rizky Ridho, Justin Hubner, dan Kevin Diks.
"Lini depan Timnas Indonesia punya banyak opsi dengan keberadaan Mitchell Baker. Sekarang tidak hanya terlalu mengandalkan Ole Romeny sebagai ujung tombak. Sementara Vickery bisa menambah daya gedor sebagai penyerang sayap yang punya mobilitas tinggi," jelas Aris Budi Sulistyo.