Bola.com, Yogyakarta - Industri sepak bola tidak hanya menawarkan peluang karier sebagai pemain atau pelatih. Di balik klub profesional, ada beragam bidang pekerjaan yang jadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga nasional.
Hal itu menjadi salah satu pesan yang disampaikan manajemen PSIM Yogyakarta saat berbagi pengalaman dengan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (29/9/2026).
Melalui program PSIM Goes to Campus, manajemen Laskar Mataram memaparkan berbagai aspek dalam pengelolaan klub profesional, mulai dari operasional, komersial, hingga manajerial.
Presiden Direktur PSIM, Liana Tasno, berharap kesempatan tersebut dapat membuka perspektif mahasiswa mengenai luasnya peluang yang tersedia di industri sepak bola.
"Semoga kegiatan seperti ini bisa membuka perspektif dan memotivasi teman-teman mahasiswa untuk lebih mengenal serta mengeksplorasi berbagai peluang di industri sepak bola," ujar Liana.
Tak Hanya di Dalam Lapangan
Perkembangan industri olahraga membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan berbagai keahlian kian terbuka.
Klub sepak bola profesional tidak hanya membutuhkan pemain dan staf kepelatihan, tetapi juga tenaga di bidang bisnis, pemasaran, sponsorship, operasional, hingga manajemen.
Perspektif tersebut yang coba diperkenalkan PSIM kepada mahasiswa ITB.
Delegasi manajemen Laskar Mataram pimpinan Liana Tasno bersama Head of Football Operations Sucitra Cita, dan Commercial and Sponsorship Manager Halifa Difa membagikan pengalaman dalam mengelola klub profesional.
Pembahasan mengenai tata kelola klub sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana teori yang dipelajari di lingkungan akademis dapat diterapkan dalam industri olahraga.
Perwakilan Mata Kuliah Sains Sepak Bola ITB, Dr. Muhamad Fahmi Hasan, mengapresiasi kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman langsung dari praktisi.
"Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk belajar langsung dari para ahli dan praktisi di industri sepak bola," kata Fahmi.
Perpaduan Teori dan Praktik
Menurut Fahmi, pemahaman mengenai industri sepak bola tidak cukup hanya diperoleh lewat teori di ruang kelas.
Pengalaman dan studi kasus dari klub profesional memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai tantangan serta kebutuhan di dunia kerja.
"Kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana penerapannya di lapangan," ucapnya.
Ketua Kelompok Keahlian Ilmu Keolahragaan ITB, Prof. Tommy Apriantono, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran manajemen PSIM jadi kesempatan bagi mahasiswa lintas jurusan untuk melihat sepak bola dari sudut pandang yang lebih luas.
Bagi PSIM, kolaborasi dengan lingkungan akademis juga merupakan bagian dari upaya memperkenalkan industri sepak bola sebagai salah satu ruang pengembangan karier bagi generasi muda.
Dengan ekosistem yang terus berkembang, sepak bola nasional membuka ruang bagi talenta dari berbagai latar belakang keilmuan.
Mahasiswa pun punya kesempatan untuk mengambil peran sesuai kompetensi masing-masing.