Erling Haaland Tak Terikat Klausul Apa pun, Manchester City Bisa Kehilangan Mesin Gol jika Ada Hukuman Degradasi

Penyerang asal Norwegia itu merupakan salah satu striker paling produktif di dunia dan diyakini tidak akan kesulitan mendapatkan klub baru jika harus meninggalkan Etihad Stadium.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 03 Oktober 2026, 17:45 WIB
Selebrasi striker Manchester City Erling Haaland usai merobek gawang Coventry City pada laga Liga Inggris 2026/2027, Sabtu (5/9/2026). (AFP/Peter Powell)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Erling Haaland di Manchester City kembali menjadi sorotan setelah klub dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League.

Putusan tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan eksodus besar-besaran pemain jika The Citizens akhirnya mendapatkan hukuman berat.

Advertisement

Salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan tentu Haaland.

Penyerang asal Norwegia itu merupakan salah satu striker paling produktif di dunia dan diyakini tidak akan kesulitan mendapatkan klub baru jika harus meninggalkan Etihad Stadium.

Namun, kepindahan Haaland dengan harga murah jika Manchester City terdegradasi tampaknya bukan sebuah kemungkinan.

Menurut laporan Sport, kontrak Haaland tidak memiliki klausul pelepasan khusus yang aktif apabila Manchester City turun kasta.

 

Haaland Tak Punya Klausul Pelepasan jika Man City Degradasi

Pemain Liverpool, Virgil van Dijk (kiri) mencoba menghentikan pemain Manchester City Erling Haaland selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu, 10 Maret 2024. (AP Photo/Jon Super)

Klausul pelepasan akibat degradasi biasanya memungkinkan seorang pemain meninggalkan klub dengan nilai transfer yang jauh lebih rendah apabila timnya turun ke divisi yang lebih rendah.

Namun, situasi tersebut tidak berlaku untuk Haaland. Laporan Sport menyebut tidak terdapat klausul semacam itu dalam kontrak sang striker bersama Manchester City.

Artinya, klub-klub yang tertarik mendatangkan Haaland kemungkinan tetap harus mengeluarkan biaya besar jika Manchester City akhirnya terdegradasi.

Haaland sebelumnya menandatangani kontrak berdurasi fantastis selama 9,5 tahun bersama Manchester City. Kesepakatan itu membuatnya terikat dengan klub hingga musim panas 2034.


Rumor Klausul Real Madrid juga Dibantah

Pemain Manchester City, Phil Foden dan Erling Haaland setelah timnya hanya bermain imbang melawan West Ham United dalam laga Premier League 2025/2026, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB. (Ian Kington / AFP)

Sebelum memperpanjang kontraknya, sempat muncul rumor bahwa Haaland memiliki klausul yang memungkinkan dirinya bergabung dengan Real Madrid dengan nilai transfer tertentu.

Namun, kabar itu diyakini tidak benar. Terlebih, dalam kontrak terbaru Haaland bersama Manchester City dipastikan tidak terdapat klausul pelepasan yang memungkinkan klub lain membelinya dengan harga tertentu.

Masa depan Haaland kemungkinan besar akan sangat bergantung pada hukuman yang akhirnya dijatuhkan kepada Manchester City serta proses banding yang sedang berlangsung.

Jika putusan bersalah itu dipertahankan, Manchester City dapat menghadapi berbagai bentuk hukuman, mulai dari denda hingga pengurangan poin, bahkan kemungkinan terdegradasi dari Premier League.


Pengurangan Poin Dinilai Lebih Mungkin daripada Degradasi

Erling Haaland dari Manchester City melakukan selebrasi setelah mencetak gol pertama timnya dalam pertandingan Liga Inggris melawan Manchester United di Manchester, Inggris, Minggu, 13 September 2026. (Peter Byrne/PA via AP)

Pakar keuangan sepak bola Dan Plumley menilai sulit memprediksi hukuman yang akan diterima Manchester City karena kasus ini tidak memiliki preseden yang benar-benar serupa.

Meski demikian, dosen senior Sheffield Hallam University itu memperkirakan pengurangan poin dan denda menjadi skenario yang lebih mungkin dibandingkan degradasi atau pencabutan gelar.

"Sangat sulit memprediksi hasil apa pun karena tidak ada preseden. Kami akan selalu berada dalam ranah spekulasi sampai kita mengetahuinya," ujar Plumley kepada Grosvenor Sport.

"Namun, jika saya berspekulasi, saya mengatakan pengurangan poin dan denda kemungkinan besar terjadi, sementara degradasi dan pencabutan gelar merupakan skenario ekstrem, tetapi kecil kemungkinan terjadi," lanjutnya.

Pengurangan poin dalam jumlah besar tetap dapat membuat Manchester City berada dalam ancaman degradasi.

Dengan demikian, meski klub tidak langsung dikeluarkan dari Premier League, hukuman berat tetap berpotensi membuat mereka turun kasta.


Masa Depan Haaland Menunggu Hasil Banding Man City

Striker Manchester City, Erling Haaland, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester City melawan Brentford di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 9 Mei 2026. (Darren Staples / AFP)

Manchester City masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan tersebut. Proses hukum diperkirakan dapat berlangsung cukup panjang dan belum diketahui kapan akan benar-benar berakhir.

Plumley menyebut sulit menentukan berapa lama proses banding akan berlangsung karena semuanya bergantung pada putusan dan langkah yang diambil kedua pihak.

"Ini sulit dipastikan terkait jangka waktu banding karena prosesnya bisa terus berlangsung. Itu tergantung pada apa putusan dan apa yang dilakukan masing-masing pihak setelahnya," kata Plumley.

"Kedua pihak memiliki hak untuk mengajukan banding, dan kami sudah mendengar sebelumnya bahwa City akan berusaha mengajukan banding dan membawa Premier League ke proses hukum yang panjang."

Dengan belum adanya klausul degradasi dalam kontrak Haaland, Manchester City setidaknya tidak berada dalam posisi harus melepas sang striker dengan harga murah jika mereka benar-benar turun kasta.

Namun, jika hukuman berat akhirnya dijatuhkan dan putusan tersebut bertahan setelah banding, situasi olahraga dan finansial Manchester City dapat menentukan apakah Haaland tetap bertahan atau mulai mempertimbangkan masa depannya di Etihad Stadium.

Sumber: Express

Berita Terkait