Luciano Leandro Soroti Taktik Pelatih Timnas Indonesia di 3 Laga FIFA ASEAN Cup 2026: Agresif, Fleksibel, tetapi...

Luciano Leandro menilai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menemukan karakter permainan yang ingin diterapkan bersama Garuda.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 03 Oktober 2026, 18:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Doc Timnas Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berhasil melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati tiga pertandingan fase Grup A dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Tim Garuda mengawali kiprah dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, kemudian bermain 0-0 kontra Malaysia. Pada laga terakhir, Timnas Indonesia tampil dominan dan menghajar Bangladesh 9-2.

Advertisement

Performa tersebut mendapat perhatian pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Ia menilai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menemukan karakter permainan yang ingin diterapkan bersama Garuda.

"Saya melihat Herdman mulai menemukan identitas permainan Indonesia, terutama dalam aspek agresivitas dan intensitas menyerang," ujar Luciano kepada Bola.com, Sabtu (3/10/2026).

 


Fleksibel Mengubah Kompesisi

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Doc Timnas Indonesia)

Luciano mengatakan Herdman perlahan menunjukkan fleksibilitas dalam menentukan pendekatan permainan. Salah satunya terlihat kala Timnas Indonesia menggunakan struktur tiga bek saat bersua Bangladesh.

"Dalam laga terakhir, Indonesia menggunakan struktur 3-4-3 dan mampu menghasilkan banyak peluang. Herdman juga melakukan perubahan pada babak kedua untuk kembali memberikan keseimbangan dan tenaga di lini serang," katanya.

Menurutnya, keberanian Herdman memberikan kesempatan pemain muda jadi salah satu hal positif selama fase grup. Pelatih asal Inggris itu dinilai tidak terpaku pada satu komposisi ketika kondisi pertandingan menuntut perubahan.

"Kelebihannya adalah dia berani memberikan kepercayaan kepada pemain muda dan memiliki fleksibilitas untuk mengubah komposisi ketika situasi pertandingan membutuhkan," lanjut Luciano.

 


Final Jadi Ujian Sebenarnya

Pada menit ke-53, Ole Romeny menambah keunggulan menjadi 3-0. Tampak dalam foto, pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny (kanan) merayakan golnya bersama Kevin Diks dan Jay Idzes saat melawan Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Meski demikian, Luciano melihat masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki Timnas Indonesia. Salah satunya berkaitan dengan konsistensi pertahanan dan kemampuan mengontrol pertandingan selepas unggul.

"Tetapi masih ada pekerjaan rumah, terutama konsistensi pertahanan dan kontrol pertandingan ketika Indonesia sudah unggul besar," ulas mantan pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar itu.

"Melawan Bangladesh kualitas individu Indonesia terlihat sangat dominan. Di final nanti tantangannya berbeda. Lawan akan memberikan tekanan yang lebih besar dan kesalahan kecil bisa menjadi sangat mahal," jelasnya.

Pada laga final, Timnas Indonesia ditantang Thailand di SUGBK, Senin (5/10/2026) malam WIB. Duel tersebut diprediksi berjalan sengit karena kedua tim sama-sama ingin mengangkat trofi edisi perdana FIFA ASEAN Cup.

"Jadi, bagi saya skor 9-2 melawan Bangladesh adalah hasil yang sangat positif tetapi final akan menjadi ujian sebenarnya bagi kualitas taktik John Herdman," pungkas Luciano.

Berita Terkait