Bola.com, Jakarta - Beatrice Gumulya menemukan jalan tak terduga untuk kembali ke panggung Asian Games. Dua tahun setelah meninggalkan tenis dan mulai menekuni padel, mantan petenis nasional itu akhirnya kembali tampil di ajang olahraga terbesar di Asia sekaligus membawa pulang medali perunggu.
Beatrice bersama Novela Putria mengamankan medali perunggu padel putri Asian Games 2026 setelah mengalahkan pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor 6-0, 6-0 di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Sabtu (3/10/2026).
Pencapaian tersebut terasa spesial karena Beatrice sebelumnya pernah tampil di Asian Games sebagai petenis, tetapi tidak berhasil meraih medali. Kali ini, ia kembali ke kompetisi yang sama melalui cabang olahraga yang baru ditekuninya.
Padel baru pertama kali menjadi cabang perebutan medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. International Padel Federation (FIP) menyebut debut tersebut sebagai tonggak penting bagi perkembangan olahraga padel di Asia.
Sempat Mengira Kariernya Sudah Berakhir
Beatrice sebelumnya memiliki perjalanan panjang sebagai atlet tenis. Ia pernah mencapai semifinal US Open Junior 2008 bersama Jessy Rompies dan kembali menembus semifinal Australian Open Junior 2009.
Di level senior, Beatrice juga menjadi bagian dari tim Indonesia di berbagai ajang multievent. Ia meraih medali emas nomor ganda putri pada SEA Games Manila 2019 serta kembali membantu Indonesia meraih emas beregu putri pada SEA Games Kamboja 2023.
Setelah mengakhiri karier tenis sekitar dua tahun lalu, Beatrice sempat merasa perjalanan sebagai atlet profesional telah selesai. Padel awalnya hanya menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang dan bersenang-senang.
"Saat berhenti bermain tenis, saya merasa sudah selesai. Padel awalnya hanya untuk bersenang-senang. Saya memang ingin mencoba bermain di turnamen FIP, tetapi tidak berpikir akan sampai ke Asian Games tahun ini," kata Beatrice, seperti dikutip Antara.
Kesempatan untuk kembali bertanding di level internasional kemudian mengubah pandangannya. Beatrice mulai serius berlatih dan mengikuti berbagai turnamen padel sebelum akhirnya mendapat kesempatan memperkuat Indonesia di Asian Games 2026.
Dari Coba-Coba hingga Tampil di Asian Games
Perjalanan Beatrice di padel ternyata berkembang cukup cepat. Data resmi FIP mencatat ia telah mengikuti sejumlah turnamen internasional sepanjang 2026, termasuk FIP Silver Australian Padel Open, FIP Gold Shanghai, FIP Silver Kuala Lumpur, hingga FIP Silver Westerbork.
Bersama Novela, Beatrice kemudian dipersiapkan untuk menjadi salah satu pasangan putri Indonesia pada Asian Games. Keduanya menjalani persiapan intensif, termasuk berlatih di Spanyol sebelum berangkat ke Jepang.
"Kami banyak berkorban untuk pergi ke Spanyol, berlatih, dan mempersiapkan diri untuk pertandingan ini. Jadi, setidaknya kami mendapatkan medali, dan itu sangat baik bagi kami," ujar Beatrice.
Padel memiliki sejumlah kemiripan dengan tenis, tetapi juga mempunyai karakter permainan tersendiri. Cabang ini umumnya dimainkan dalam format ganda dan menggunakan dinding kaca serta jaring di sekeliling lapangan. Bola tetap dapat dimainkan setelah memantul dari dinding.
Pengalaman Tenis Membantu Adaptasi
Latar belakang Beatrice sebagai petenis turut membantunya beradaptasi dengan olahraga baru tersebut. Ia mengaku menyukai padel karena memiliki karakter permainan ganda yang selama ini menjadi salah satu nomor favoritnya ketika masih aktif bermain tenis.
"Itulah sebabnya saya mulai bermain padel. Di tenis saya memang lebih menyukai ganda," ujar Beatrice.
Permainan cepat juga menjadi salah satu aspek yang membuat Beatrice menikmati padel. Ia menyukai pertukaran bola dengan tempo tinggi serta kesempatan melakukan volley dari dekat net.
"Saya suka melakukan volley, poin-poin cepat, dan mendapatkan poin dari depan net. Itu sebabnya saya mulai menyukai padel," katanya.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal ketika Beatrice dan Novela menghadapi persaingan di Asian Games. Namun, perjalanan mereka tidak langsung mulus hingga perebutan medali.
Berujung Medali di Asian Games
Beatrice/Novela harus melewati persaingan ketat sebelum memastikan tempat di podium. Mereka kalah dari pasangan Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto pada semifinal dengan skor 1-6, 3-6.
Kekalahan tersebut membuat keduanya harus segera mengalihkan fokus ke perebutan medali perunggu. Beatrice mengakui aspek mental menjadi bagian penting dalam persiapan mereka.
"Kami kemarin harus move on, jangan sampai kekalahan kemarin berefek ke hari ini," ujar Beatrice.
Hasilnya, Beatrice/Novela tampil dominan pada laga perebutan perunggu. Mereka mengalahkan pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dua set langsung 6-0, 6-0 dalam pertandingan yang berlangsung sekitar 40 menit.
Kemenangan tersebut memastikan medali perunggu sekaligus menjadi pencapaian istimewa bagi Beatrice. Setelah sempat merasa karier olahraganya telah berakhir, ia akhirnya kembali ke Asian Games melalui cabang yang berbeda dan pulang membawa medali.
Bagi Beatrice, pencapaian tersebut juga menjadi jawaban atas motivasinya untuk kembali merasakan kompetisi internasional setelah gagal meraih medali pada penampilan Asian Games sebelumnya.