Bola.com, Jakarta - Pebalap sepeda Jepang, Yumi Kajihara, mempersembahkan medali emas Asian Games 2026 untuk mendiang adiknya, Hyogo, yang meninggal dunia akibat kanker tahun ini.
Kajihara meraih emas nomor omnium putri di Izu Velodrome, Jepang, Jumat (2/10/2026). Kemenangan itu menjadi emas ketiga secara beruntun bagi Kajihara di nomor omnium pada ajang Asian Games.
Pebalap berusia 29 tahun itu tak kuasa menahan tangis setelah pertandingan. Ia mengaku terus mengingat sang adik selama perlombaan dan merasa Hyogo tetap berada di sisinya.
"Dia ada di sini bersamaku," kata Kajihara seperti dikutip dari AFP.
Hyogo memiliki peran penting dalam membantu Kajihara melewati masa sulit setelah dirinya gagal meraih medali pada Olimpiade Paris 2024.
Saat itu, Kajihara mengaku mengalami masa yang sangat berat dalam kariernya.
Nasihat Sang Adik yang Selalu Diingat
Kajihara mengungkapkan Hyogo pernah memberikan nasihat kepadanya ketika dirinya sedang terpuruk.
Sang adik, yang saat itu tengah menjalani perawatan kanker di sebuah rumah sakit di Tokyo, justru berusaha menunjukkan sikap positif.
"Setelah saya gagal mendapatkan medali di Olimpiade Paris 2024, saya benar-benar terpuruk. Saya berada di titik terendah," ujar Kajihara.
Dalam kondisi itu, Hyogo mengatakan kepada kakaknya bahwa dirinya tetap bisa merasa bahagia meski sedang menghadapi penyakit serius.
"Kenapa kamu terlihat begitu sedih? Meskipun saya terkena kanker, saya tetap sebahagia ini," kata Hyogo kepada Kajihara.
Nasihat tersebut membuat Kajihara mengubah cara pandangnya. Ia mulai menyadari pentingnya mensyukuri kehidupan dan orang-orang yang terus memberikan dukungan kepadanya.
"Saya menyadari bahwa saya harus bersyukur hanya karena masih hidup, bersyukur kepada orang-orang yang mendukung saya, dan saya harus menikmati hidup," tutur Kajihara.
Terus Mengingat Hyogo Saat Berlomba
Hyogo meninggal dunia setelah menjalani perjuangan melawan kanker. Kajihara mengatakan sang adik tidak pernah mengeluhkan keadaan yang sedang dihadapinya.
Bagi Kajihara, pesan Hyogo untuk menikmati hidup terus terngiang hingga dirinya kembali bertanding di Izu Velodrome.
Tempat tersebut juga memiliki kenangan khusus karena Hyogo pernah datang menyaksikan perlombaan sang kakak.
"Setiap hari adik saya mengatakan kepada saya untuk 'menikmati'. Saya rasa akhirnya saya mulai memahami apa arti sebenarnya," kata Kajihara.
Saat berlomba, Kajihara terus membayangkan keberadaan Hyogo di venue. Ia bahkan merasa seolah-olah sang adik kembali memberikan dukungan kepadanya dari pinggir lintasan.
"Setiap kali saya bertanding di sini sebelumnya, dia datang untuk menonton dan tetap bersama saya. Jadi hari ini saya terus berpikir, mungkin dia ada di venue. Saya yakin dia ada di sini," ujar Kajihara.
Emas Keempat Kajihara di Asian Games
Medali emas omnium tersebut menjadi emas keempat Kajihara sepanjang keikutsertaannya di Asian Games. Sebelumnya, ia juga meraih emas nomor team pursuit pada Asian Games Hangzhou 2022.
Kajihara juga menambah koleksi medali pada Asian Games 2026 setelah meraih perak nomor team pursuit pada Selasa (29/9/2026).
Selain prestasinya di Asian Games, Kajihara merupakan pebalap sepeda putri Jepang pertama yang meraih medali Olimpiade. Ia memenangkan perak nomor omnium pada Olimpiade Tokyo 2020 yang juga berlangsung di Izu Velodrome.
Kali ini, emas Asian Games menjadi lebih dari sekadar tambahan prestasi bagi Kajihara. Ia menganggap kemenangan tersebut sebagai kesempatan untuk menjalankan pesan terakhir yang terus diingatnya dari sang adik: menikmati setiap perjalanan yang dijalani.
"Rasanya seperti dia mengatakan kepada saya, 'Nikmatilah, Yumi. Kamu akan baik-baik saja'," ujar Kajihara.
Sumber: New Straits Times