3 Hal yang Harus Dibenahi Timnas Indonesia Sebelum Duel Lawan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai ada tiga pekerjaan rumah yang perlu dibenahi Timnas Indonesia sebelum partai final melewan Thailand.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 04 Oktober 2026, 07:45 WIB
Para pemain Timnas Indonesia, Thom Haye, Micthel Baker mendengarkan instruksi dari John Herdman pada sebuah momen laga melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai ada tiga pekerjaan rumah yang perlu dibenahi skuad Garuda sebelum partai penentuan.

Sesuai jadwal, duel Timnas Indonesia kontra Thailand dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.

Advertisement

"Menurut saya ada tiga PR utama yang harus segera diperbaiki John Herdman sebelum menghadapi Thailand di pertandingan final melawan Thailand," ujar Luciano saat dihubungi Bola.com, Sabtu (3/10/2026) malam WIB.

"Pertama, konsentrasi pertahanan. Indonesia mencetak sembilan gol melawan Bangladesh, tetapi kebobolan dua. Melawan Thailand kesalahan kecil bisa dihukum. Komunikasi antara tiga bek dan perlindungan di depan lini belakang harus lebih disiplin," lanjutnya.

 


Jaga Keseimbangan

Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny berselebrasi setelah menjebol gawang Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Luciano juga menyoroti keseimbangan permainan Timnas Indonesia. Menurutnya, kualitas lini depan yang dimiliki skuad Garuda harus tetap diimbangi dengan organisasi ketika kehilangan bola.

"Kedua, keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Indonesia memiliki banyak kualitas di depan tetapi jangan sampai terlalu agresif dan meninggalkan ruang ketika kehilangan bola," pesannya.

Hal ketiga ialah penguasaan permainan di sektor tengah. Dalam laga final, kemampuan mengontrol ritme pertandingan penting agar Tim Garuda tidak terus-menerus bermain dengan tempo tinggi.

"Ketiga, kontrol permainan di lini tengah. Final membutuhkan kemampuan mengatur tempo. Indonesia tidak boleh hanya bermain cepat; harus tahu kapan mempercepat dan kapan memperlambat pertandingan," kata Luciano.

 


Thailand Punya Organisasi Baik

Pemain Timnas Thailand, Sarach Yooyen melakukan selebrasi setelah mencetak gol penyeimbang 1-1 ke gawang Indonesia dalam laga matchday ketiga Grup A Piala AFF 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (29/12/2022) sore WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Mantan pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar tersebut turut mengingatkan kualitas yang dimiliki Thailand. Tim Gajah Perang dinilai mempunyai organisasi permainan cukup solid.

"Thailand menunjukkan organisasi yang baik saat mengalahkan Vietnam 2-0, bahkan mampu menjaga clean sheet dalam dua pertandingan awalnya," ucap Luciano.

"Jadi, menurut saya final ini bukan hanya pertandingan tentang siapa yang lebih banyak menyerang, tetapi siapa yang paling sedikit melakukan kesalahan," pungkasnya.

Tim Merah-Putih melangkah ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan status juara Grup A setelah mengoleksi tujuh poin dari tiga laga. Mereka unggul produktivitas gol atas Malaysia, meski punya nilai sama.

Sementara Thailand keluar sebagai juara Grup B, dengan torehan enam poin. Nilai yang dikumpulkan Chanathip Songkrasin cs identik dengan Vietnam, tetapi Gajah Perang unggul head to head dan selisih gol.

Berita Terkait