Man City Divonis Bersalah, Pesan Sir Alex Ferguson setelah MU Gagal Juara Premier League 2011/2012 Kembali Muncul

MU kalah dari Man City dalam perebutan gelar Premier League musim 2011/2012. Teori konspirasi kembali dibahas.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Oktober 2026, 17:30 WIB
Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat melawan Liverpool. Meski kalah, pada musim ini Setan Merah tetap berhasil meraih gelar Liga Inggris. (AFP/Andrew Yates)

Bola.com, Jakarta - Manchester City kembali menjadi sorotan setelah dinyatakan bersalah melanggar regulasi Premier League.

Putusan itu membuat kembali muncul pembahasan mengenai gol dramatis Sergio Aguero yang memastikan Manchester United kehilangan gelar Premier League pada musim 2011/2012.

Advertisement

Perkembangan terbaru itu juga membuat kembali beredar cerita tentang pesan Sir Alex Ferguson kepada para pemain MU setelah pertandingan.

Beberapa mantan pemain Setan Merah pernah mengungkap perkataan Ferguson di ruang ganti setelah MU gagal menjadi juara.

Man City meraih gelar Premier League pertama pada musim 2011/2012 setelah mengalahkan Queens Park Rangers dengan skor 3-2.

Sergio Aguero mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir untuk memastikan tim asuhan Roberto Mancini menjadi juara.

Pada pertandingan lain, MU menang 1-0 atas Sunderland. Namun, MU gagal menjadi juara karena memiliki poin yang sama dengan Man City dan kalah dalam selisih gol.


Reaksi Ferguson

Eskpresi manajer Manchester United Sir Alex Ferguson sebelum kick-off laga EPL antara MU dan Swansea Swansea City di Old Trafford, 6 Mei 2012. AFP PHOTO / PAUL ELLIS

Tom Cleverley mengingat kembali reaksi Ferguson setelah pertandingan. Kepada situs resmi MU, Cleverley mengatakan sang manajer langsung mengingatkan pemain mengenai pentingnya bermain lebih kejam dan mencetak lebih banyak gol.

"Manajer berkata kepada kami semua: 'Saya sudah bilang. Itulah mengapa saya ingin kalian lebih kejam dan benar-benar menghabisi tim karena kalian bisa kehilangan liga karena selisih gol.'"

"Begitulah mental pemenang yang dia miliki dan betapa kejamnya dia ingin kami bermain. Jika kami melakukan itu, mencetak lebih banyak gol, benar-benar menghabisi tim, kami akan memenangi liga pada 2011/2012," ujar Cleverley.

Phil Jones juga pernah menceritakan kembali kejadian itu di kanal YouTube "Rio Presents" pada 2024. Jones mengaku sempat mengira MU sudah menjadi juara setelah menang atas Sunderland.

"Kami bermain tandang di Sunderland dan menang 1-0. Pertandingan kami selesai, lalu saya berjalan meninggalkan lapangan dan Berba (Dimitar Berbatov) berkata kepada saya, 'sudah, sudah.' Jadi, saya pikir kami sudah melakukannya. Saya berpikir, kami sudah menang, kami juara liga."

"Namun, ternyata pertandingan belum selesai. Kemudian, tentu saja, saya bahkan tidak bisa menyebut namanya, mencetak gol dan selesai sudah," kata Jones.


Kata-Kata Ferguson

Gaya manajer MU Sir Alex Ferguson saat memberi instruksi kepada para pemainnya di laga lanjutan EPL melawan Arsenal di Emirates Stadium, 1 Mei 2011. MU kalah 0-1. AFP PHOTO / CARL DE SOUZA

Para pemain MU kemudian menuju ruang ganti di Stadium of Light. Rio Ferdinand mengungkapkan apa yang disampaikan Ferguson kepada skuad dalam suasana penuh kekecewaan itu.

"Perasaannya... Saya belum pernah berada di ruang ganti seperti itu sebelumnya," ujar Ferdinand.

"Tidak pernah. Dia (Ferguson) berkata, 'Kalian yang sudah berpengalaman, kalian sudah melewati perjalanan ini, kalian sudah berada di sini. Tetapi, kalian yang masih muda,' dan dia menyebut Chris Smalling, Welbs (Danny Welbeck), Clevs [Tom Cleverley], dan lainnya."

"Dia berkata, 'dengarkan sekarang dan ingat wajah-wajah di luar sana,' karena para pendukung Sunderland menertawakan kita dan mereka bersorak ketika gol itu masuk. Jadi, dia berkata, 'ingat wajah mereka, ingat seperti apa rasanya dan ingat perasaan di sini sekarang, ketika kalian kembali untuk pramusim musim depan. Jangan biarkan hal itu terjadi lagi.'"

MU kemudian menjadi juara pada musim berikutnya. Setan Merah finis 11 poin di atas Man City dalam musim terakhir Ferguson sebagai manajer di Old Trafford.


Teori Konspirasi Kembali Dibahas

Striker Manchester City, Sergio Aguero, setelah berhasil mengantarkan timnya juara Premier League 2012. (AFP).

Putusan terhadap Man City membuat perhatian kembali tertuju pada pertandingan terakhir musim 2011/2012.

QPR ketika itu sedang berjuang mempertahankan posisi di Premier League, sedangkan Man City membutuhkan kemenangan untuk meraih gelar.

Pada menit-menit akhir, QPR beberapa kali langsung mengembalikan bola kepada Man City dan tidak berusaha mempertahankan penguasaan bola. Situasi itu memunculkan pertanyaan mengenai gol kemenangan Aguero.

Bahkan, ada tuduhan bahwa pemain QPR dibayar oleh pemilik Man City agar berusaha kalah. Namun, tuduhan itu tidak pernah terbukti dan tetap menjadi teori konspirasi.

Sebagian pihak juga menyebut QPR sudah mengetahui mereka bertahan di Premier League melalui tanda-tanda dari pinggir lapangan.

Dengan 10 pemain, QPR dinilai hanya berusaha membuang bola, bukan sengaja memberikan penguasaan kepada Man City.

Penyerang QPR, Djibril Cisse, yang juga dituduh merayakan kemenangan bersama pemain Man City setelah pertandingan, membantah tuduhan itu melalui X pada Senin pagi.

"Saya tidak akan membiarkan kalian berbicara omong kosong seperti itu," tulis Cisse.

"Mari bertemu dan membicarakannya dengan benar karena saya tidak akan menerima omong kosong kalian lagi. Jadi, mari kita lakukan."

Hasil banding Man City nantinya diharapkan memberikan kejelasan bagi pendukung The Citizens dan MU yang masih memiliki pandangan berbeda mengenai berbagai peristiwa pada hari terakhir musim 2011/2012.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait