3 Pemain Thailand Paling Berbahaya bagi Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Berikut tiga pemain Thailand paling berbahaya bagi Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 05 Oktober 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi Chanathip Songkrasin, Timnas Thailand. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - FIFA ASEAN Cup 2026 memasuki pertandingan terakhir dengan duel Timnas Indonesia melawan Thailand pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5-10-2026) malam WIB.

Kedua tim sama-sama berstatus juara grup. Timnas Indonesia memuncaki Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Kevin Diks dkk. unggul produktivitas gol atas Malaysia, meski memiliki poin yang sama.

Advertisement

Thailand menjadi juara Grup B dengan enam poin. The War Elephants mengumpulkan poin yang sama dengan Vietnam, tetapi unggul dalam head to head dan selisih gol.

Pertemuan Indonesia dan Thailand di level Asia Tenggara sudah berlangsung panjang.

Thailand sejauh ini memiliki rekor pertemuan yang lebih baik sehingga Skuad Garuda berambisi mengakhiri dominasi lawan pada final FIFA ASEAN Cup 2026.

Thailand tetap menjadi ancaman serius bagi pasukan John Herdman. Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, memiliki sejumlah pemain berkualitas yang bisa menyulitkan Timnas Indonesia.

Berikut tiga nama yang patut mendapat perhatian khusus.


Nicholas Mickelson

Pemain naturalisasi baru Vietnam, Nguyen Xuan Son (kiri) menggiring bola melewati pemain Thailand, Nicholas Mickelson dalam laga leg pertama final Piala AFF 2024 yang berlangsung di Viet Tri Stadium, Vietnam, Selasa (02/01/2025) waktu setempat. (AFP/Nhac Nguyen)

Nicholas Mickelson menjadi satu di antara pemain Thailand yang perlu diwaspadai. Bek sayap berusia 27 tahun itu merupakan pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad The War Elephants, yakni Rp17,38 miliar.

Mickelson yang bermain untuk Elversberg di Bundesliga sudah menjadi bagian penting Timnas Thailand sejak menjalani debut pada 23 Maret 2023.

Ia kini memiliki 35 caps dan mencetak dua gol di level senior.

Salah satu keunggulan Mickelson adalah kemampuannya bermain di kedua sisi pertahanan. Meski berkaki dominan kanan, ia mampu beroperasi sebagai bek kanan maupun bek kiri.


Chanathip Songkrasin

Pemain Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, saat latihan jelang laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Senin (9/9). Thailand akan berhadapan dengan Indonesia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Chanathip Songkrasin merupakan salah satu sosok paling dikenal dalam skuad Thailand. Selain menjadi pemain senior, ia juga dipercaya sebagai kapten The War Elephants.

Chanathip pernah mendapat julukan Lionel Messi dari Thailand karena memiliki beberapa kemiripan dengan bintang asal Argentina itu, termasuk kemampuan kaki kiri dan postur tubuhnya yang mencapai 163 cm.

Ia sudah mencatat 77 penampilan dan 15 gol bersama Timnas Thailand sejak debut pada 30 November 2012.

Chanathip juga pernah bermain di Jepang bersama Sapporo dan Kawasaki Frontale sebelum memperkuat Pathum United.

Anthony Hudson bisa mengandalkan Chanathip sebagai pengatur serangan. Kelincahan, visi bermain, kemampuan menggiring bola di ruang sempit, serta ketepatan umpan menjadi beberapa kekuatan utamanya.

Ia juga memiliki kemampuan membaca ruang dan mengatur tempo permainan sehingga perannya di lini tengah Thailand patut diperhatikan Timnas Indonesia.


Supachai Chaided

Striker Thailand, Supachai Chaided, merayakan golnya ke gawang Kirgistan pada laga perdana fase grup Piala Asia 2023 di Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar, Selasa (16/1/2024) malam WIB. (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Supachai Chaided menjadi ancaman utama Thailand di lini depan. Penyerang berusia 27 tahun itu memiliki postur 185 cm dan kemampuan menyelesaikan peluang di kotak penalti.

Supachai sudah mengoleksi delapan gol dari 48 penampilan bersama Timnas Thailand sejak debut pada 11 Oktober 2018. Di level klub, ia memperkuat Buriram United.

Kekuatan fisik dan kemampuan teknik membuat Supachai berbahaya ketika berada di area pertahanan lawan.

Posturnya juga mendukung kemampuan dalam duel udara sehingga ia bisa menjadi sasaran umpan lambung maupun situasi bola mati.

Namun, Supachai tidak hanya menunggu bola di dalam kotak penalti. Ia juga mampu turun membantu permainan atau bergerak ke sisi lapangan untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Berita Terkait