Bola.com, Jakarta - Max Verstappen mengungkap momen menegangkan yang dialaminya pada awal F1 Grand Prix Bahrain 2026 di Sepang, Malaysia, Minggu (4-10-2026).
Pembalap Red Bull itu sempat kehilangan tenaga setelah start dari pole position sebelum akhirnya bangkit dan memenangi balapan.
Verstappen langsung kehilangan posisi ketika Kimi Antonelli dan George Russell dari Mercedes melewatinya menuju Tikungan 1. Kondisi tersebut terjadi setelah Verstappen mengalami masalah tenaga pada awal balapan.
Balapan berlangsung dalam kondisi yang tidak biasa. Hujan deras membuat start tertunda sekitar satu jam 40 menit sebelum lomba akhirnya dimulai dalam kondisi lintasan yang masih basah.
Verstappen menyebut fase awal balapan berlangsung sangat sibuk dengan berbagai situasi yang harus dihadapi. Namun, keputusan Red Bull menggunakan ban intermediate membantunya perlahan kembali ke posisi terdepan.
Setelah mampu menjalankan balapan dengan ritme sendiri, Verstappen berhasil mengendalikan situasi hingga finis sebagai pemenang. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri penantian Red Bull untuk kemenangan pada musim 2026.
Sempat Kehilangan Tenaga
Verstappen mengaku masalah tenaga menjadi satu di antara hal yang membuat awal balapan berjalan tidak sesuai rencana.
Pembalap asal Belanda itu memulai lomba dari posisi terdepan setelah mengamankan pole position pada sesi kualifikasi. Namun, ia justru kehilangan posisi dari dua pembalap Mercedes ketika menuju Tikungan 1.
Verstappen kemudian menjelaskan, mobilnya sempat tidak mendapatkan tenaga secara langsung setelah start. Ia harus menunggu hingga tenaga kembali tersedia sebelum dapat menjalankan mobil secara normal.
"Balapan sangat kacau dengan banyak hal berbeda terjadi pada awal. Tidak ada tenaga karena kami harus menunggu tenaga itu muncul," ujar Verstappen setelah balapan.
Situasi tersebut membuat Verstappen harus mengejar duo Mercedes pada fase awal. Namun, masalah itu tidak berlangsung sepanjang balapan dan ia kemudian mampu kembali menemukan kecepatannya.
Strategi Ban Intermediate Jadi Kunci
Selain masalah tenaga, kondisi lintasan menjadi tantangan Verstappen dan para pembalap lainnya.
Hujan deras yang mengguyur Sepang membuat balapan tertunda. Ketika lomba akhirnya dimulai, lintasan masih cukup basah sehingga para pembalap harus menggunakan strategi ban yang sesuai kondisi trek.
Red Bull memilih ban intermediate untuk Verstappen. Keputusan tersebut terbukti membantu pembalap berusia 29 tahun itu bertahan di tengah kondisi lintasan yang masih licin.
"Kami membuat keputusan yang tepat dengan ban intermediate. Setelah itu, selangkah demi selangkah, kami bergerak maju," ungkap Verstappen.
Setelah kondisi balapan mulai lebih terkendali, Verstappen mampu kembali ke posisi depan. Ia kemudian memanfaatkan kecepatannya untuk menjauh dari para rival.
Mampu Kendalikan Balapan
Perlahan tetapi pasti, Verstappen berhasil mengatasi masalah yang dialaminya pada awal lomba.
Safety Car sempat masuk ke lintasan setelah Valtteri Bottas mengalami insiden. Situasi tersebut membuat jarak antarpembalap kembali rapat dan memberi tantangan tambahan bagi Verstappen.
Namun, Verstappen menilai Red Bull mampu mengontrol situasi setelah dirinya kembali mendapatkan ritme balapan.
"Setelah itu, ketika kami bisa menjalankan balapan sendiri, kemudian ada Safety Car, tetapi kami tetap bisa mengendalikan semuanya," ujar Verstappen.
Verstappen akhirnya melewati garis finis sebagai pemenang. Kemenangan tersebut terasa makin penting karena sebelumnya ia belum pernah meraih kemenangan pada musim 2026.
Kemenangan Pertama Verstappen pada 2026
Kemenangan di Sepang menjadi kemenangan pertama Verstappen pada Formula 1 2026.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri penantian Red Bull untuk kembali meraih kemenangan. Verstappen juga berhasil memberikan kemenangan pertama bagi Red Bull dengan power unit yang dikembangkan sendiri.
"Ini kemenangan yang sangat menyenangkan setelah tahun yang kami lalui dan perkembangan yang sudah kami buat," ujar Verstappen.
"Saya sangat bangga kepada semua orang. Sangat menyenangkan bisa menang di sini. Memenangkan balapan pertama pada tahun pertama kami menggunakan power unit sendiri adalah sesuatu yang sangat mengesankan," lanjutnya.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi proyek Red Bull Powertrains.
Martin Brundle, mantan pembalap F1 yang kini menjadi analis Sky Sports, juga menilai kemenangan tersebut sangat mengesankan karena Red Bull mampu menang dengan kombinasi sasis dan power unit yang dikembangkan dalam proyek mereka sendiri.
Sumber: Motorsport