Zinedine Zidane Bela Cristiano Ronaldo: Rayakan Karier Hebatnya, Bukan Hakimi Akhir Perjalanannya

Zinedine Zidane minta publik merayakan karier Cristiano Ronaldo, bukan sibuk menghakiminya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Oktober 2026, 15:45 WIB
Ekspresi kapten Portugal Cristiano Ronaldo pada laga Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. (AFP/Alex Slitz)

Bola.com, Jakarta - Zinedine Zidane meminta publik lebih menghargai perjalanan karier Cristiano Ronaldo daripada terus menyoroti polemik yang mengiringi fase akhir karier penyerang Portugal itu.

Mantan pelatih Real Madrid itu menyampaikan pandangannya ketika ditanya mengenai situasi Ronaldo bersama Timnas Portugal.

Advertisement

Zidane menilai pencapaian Ronaldo sepanjang karier layak dirayakan, termasuk berbagai kesuksesan yang mereka raih bersama di Real Madrid.

Hubungan keduanya terjalin erat selama berada di Santiago Bernabeu. Zidane sebelumnya pernah bekerja sebagai penasihat, direktur olahraga, dan asisten pelatih Real Madrid sebelum dipercaya menangani tim utama pada Januari 2016.

Dalam waktu sekitar 2,5 tahun, Zidane membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions dan satu trofi La Liga. Pada periode yang sama, Ronaldo mencetak lebih dari 100 gol untuk Los Blancos.

Zidane juga termasuk sedikit pelatih yang mampu mengistirahatkan Ronaldo tanpa kehilangan kepercayaan dari sang pemain. 


Komentar Zidane

Kesuksesan Zinedine Zidane di awal kariernya menjadi pelatih Real Madrid tak lepas dari peran seorang Cristiano Ronaldo. Selama di Bernabeu, duet Zizou dan CR7 telah tampil sebanyak 114 pertandingan sebelum sang bintang hengkang ke Juventus. (AFP/Franck Fife)

Situasi berbeda terjadi ketika Jorge Jesus mencoba menempatkan Ronaldo sebagai pemain cadangan dalam dua pertandingan Portugal secara beruntun pada jeda internasional kali ini.

Keputusan itu berujung pada kepergian Ronaldo dari pemusatan latihan.

Kendati perilaku Ronaldo menjadi satu di antara topik utama pemberitaan dalam beberapa pekan terakhir, Zidane tidak melontarkan kritik kepada mantan pemainnya.

"Kita seharusnya benar-benar merayakan karier hebatnya. Apa yang dia lakukan luar biasa. Saya beruntung pernah memilikinya di tim saya. Dia membantu saya meraih hal-hal luar biasa," ujar Zidane.

"Saya sangat menghormati semua pemain, terlebih mereka yang pernah bekerja bersama saya. Cristiano adalah salah satunya karena dia membantu kami memenangkan begitu banyak gelar," imbuh Zidane, yang kini melatih Timnas Prancis.


Publik Portugal Terbelah

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo merayakan gol dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal vs Uzbekistan di Houston, Selasa, 23 Juni 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Pandangan Zidane tentu bukan satu-satunya suara mengenai masa depan Ronaldo bersama Portugal.

Masyarakat Portugal menjadi pihak yang paling terdampak oleh keputusan sang kapten meninggalkan tim nasional.

Salah satu surat kabar olahraga terkemuka Portugal bahkan memasang tajuk "CR11" setelah Portugal tampil sebagai sebuah tim dan mampu mengatasi absennya pemain bernomor punggung 7 itu.

Hasil positif Portugal di bawah Jorge Jesus tetap berlanjut, meski Ronaldo tidak bermain, hanya, pendapat publik masih terbagi.

Survei yang dilakukan TVI dan CNN Portugal menunjukkan persaingan yang hampir seimbang mengenai kemungkinan Ronaldo kembali memperkuat Portugal pada jeda internasional berikutnya.

Sebanyak 35 persen responden masih ingin pemain berusia 41 tahun itu melanjutkan karier internasional, sedangkan 37 persen menilai waktunya sudah berakhir.

Pandangan mengenai pensiun internasional Ronaldo juga tidak jauh berbeda. Namun, hanya 10 persen responden yang menilai Ronaldo masih layak menjadi starter reguler.


Hal Menarik dari Survei

Pelatih Portugal, Jorge Jesus, berbicara dengan gelandang #06 Joao Palhinha dan penyerang #09, Goncalo Ramos, saat pertandingan fase grup A4 UEFA Nations League antara Portugal dan Wales di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, pada 25 September 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Dukungan publik terhadap Jorge Jesus menjadi satu di antara hasil menarik dari survei itu.

Fernando Santos menjadi pelatih Portugal terakhir yang mencadangkan Ronaldo. Santos juga merupakan pelatih pertama yang membawa Portugal meraih dua trofi internasional.

Keputusan Santos sempat terlihat tepat ketika Goncalo Ramos, yang menggantikan Ronaldo pada babak 16 besar Piala Dunia 2022, mencetak hattrick.

Namun, Santos kemudian kehilangan pekerjaannya setelah Portugal tersingkir pada perempat final.

Jesus baru tiga bulan menangani Timnas Portugal, tetapi sikap tegasnya terhadap Ronaldo tampaknya mendapat dukungan dari masyarakat.

Jesus mengakui dirinya gagal memenuhi janji untuk memasukkan Ronaldo sebagai pemain pengganti saat menghadapi Norwegia.

Ia juga tetap mempertahankan keputusannya ketika berhadapan langsung dengan Ronaldo dan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) dalam pembicaraan darurat.

Meski begitu, sejumlah papan reklame di Lisbon menunjukkan bahwa dukungan terhadap Jesus belum sepenuhnya bulat.

 

Sumber: SI

Berita Terkait