Willian Ungkap Penyesalan Gabung Arsenal: Janji Mikel Arteta Tak Terbukti, 3 Bulan Sudah Ingin Pergi

Willian mengungkap penyesalannya setelah meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Arsenal pada 2020.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 06 Oktober 2026, 08:45 WIB
Pemain Arsenal, Willian, menggiring bola saat melawan West Ham United pada laga Premier League di Stadion Emirates, Sabtu (19/9/2020). Arsenal menang dengan skor 2-1. (Julian Finney/Pool via AP)

Bola.com, London - Willian mengungkap penyesalannya setelah meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Arsenal pada 2020.

Willian pindah ke Arsenal dengan status bebas transfer pada Agustus 2020. Saat itu, pemain asal Brasil tersebut berusia 32 tahun dan mendapatkan kontrak tiga tahun dari The Gunners.

Advertisement

Salah satu alasan Willian memilih Arsenal adalah durasi kontrak. Chelsea hanya menawarkan kontrak dua tahun, sedangkan Arsenal bersedia memberikan kontrak tiga tahun seperti yang diinginkannya.

Selain itu, Willian mengaku tergoda dengan janji Mikel Arteta yang ingin menjadikannya pemain utama di Arsenal.


Dijanjikan Jadi Pemain Utama

Gelandang Arsenal, Willian, berusaha melewati pemain Dundalk pada laga lanjutan Liga Europa 2020/2021 di Emirates Stadium, Jumat (30/10/2020) dini hari WIB. Arsenal menang 3-0 atas Dundalk. (AFP/Glyn Kirk)

Willian mengatakan Arteta bahkan berencana membangun tim Arsenal di sekelilingnya.

"Saya bertemu Arteta dan semua orang di sana. Mereka mengatakan, 'Kami ingin kamu menjadi pemain utama'," ujar Willian dalam The Obi One Podcast.

"Arteta berkata kepada saya, 'Kami akan bermain seperti ini dan saya ingin kamu menjadi pemain utama. Saya akan membangun tim di sekelilingmu, saya ingin memberikan kunci klub kepadamu'."

Mendengar janji tersebut, Willian akhirnya memutuskan meninggalkan Chelsea setelah tujuh tahun memperkuat klub London Barat tersebut.

Namun, kenyataan yang dihadapinya di Arsenal ternyata jauh dari ekspektasi.


Tiga Bulan Sudah Ingin Pergi

Willian. Sayap kiri Brasil berusia 34 tahun yang sejak awal musim 2022/2023 membela Fulham ini tercatat pernah membela Chelsea selama 7 musim mulai 2013/2014 hingga 2019/2020. Selama 7 musim tersebut ia selalu menjadi pilihan utama di lini tengah The Blues dengan total penampilan sebanyak 234 laga di Liga Inggris dan mampu menyumbang 37 gol. Pada awal musim 2020/2021 ia memutuskan hijrah ke Arsenal dan bertahan semusim saja hingga akhirnya memutuskan bergabung dengan Corinthians. (AFP/Pool/Richard Heathcote)

Willian mengaku langsung frustrasi setelah mengetahui situasi di Arsenal tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya disampaikan kepadanya.

"Saya frustrasi. Saya tidak mengatakan itu kesalahan mereka, tetapi ketika Anda mendengar banyak hal dan kemudian bergabung dengan klub, ternyata hal-hal tersebut tidak sama seperti yang mereka katakan, saya langsung frustrasi," katanya.

Bahkan, hanya tiga bulan setelah bergabung dengan Arsenal, Willian sudah meminta agennya mencari jalan keluar.

"Tiga bulan kemudian saya mengatakan kepada agen saya bahwa saya ingin pergi dan bahwa saya telah membuat kesalahan dengan meninggalkan Chelsea," lanjutnya.


Tidak Bahagia

Willian hanya bertahan satu musim di Arsenal. Ia mencatatkan 37 penampilan di semua kompetisi dan hanya mampu mencetak satu gol dalam lebih dari 2.000 menit bermain.

Menurut Willian, ketidakbahagiaan menjadi salah satu faktor yang membuat performanya merosot.

"Saya tidak bahagia sehingga tidak bisa bermain dengan baik atau tampil maksimal. Ketika Anda tidak bahagia, Anda tidak bisa tampil," ujar Willian.

"Uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Itu adalah kontrak terbaik dalam karier saya, tetapi saya tidak bahagia."

Pada akhirnya, Willian mengakui bahwa dirinya seharusnya tetap bertahan di Chelsea, meski klub tersebut hanya menawarkan kontrak berdurasi dua tahun.

"Saya mencintai Chelsea, tetapi saat itu saya berpikir mungkin pergi ke sana adalah solusi terbaik. Saya menandatangani kontrak tiga tahun, tetapi itu tidak berjalan baik," tuturnya.

Sumber: Tribal Football