5 Catatan Luar Biasa di Balik Kemenangan Timnas Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Ada hal-hal luar biasa yang tercipta dari kemenangan Timnas Indonesia melawan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Yuk, ketahui!

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 06 Oktober 2026, 13:30 WIB
Timnas Indonesia merayakan gol bunuh diri pemain Thailand, Sanron Iklas, pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia mencatatkan hasil yang luar biasa setelah meraih kemenangan dramatis untuk menumbangkan Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026.

Hasil ini diiringi dengan beberapa catatan menarik setelah laga.

Advertisement

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin (5-10-2026) malam WIB, Timnas Indonesia dan Thailand bersaing sangat ketat hingga laga harus ditentukan lewat babak tos-tosan.

Di akhir babak kedua, Dean James sukses memecah kebuntuan (84'), sebelum disamakan oleh Iklas Sanron (87').

Saat memasuki babak extra time, skuad Gajah Perang bisa berbalik unggul lewat Peeradol Chamratsamee (111'), lalu bisa disamakan oleh Elkan Baggott (116').

Skuad Merah-Putih akhirnya bisa menuntaskan laga sengit ini setelah melewati drama adu penalti yang berlangsung dramatis.

Berikut Bola.com menyajikan beberapa catatan impresif di balik kemenangan Timnas Indonesia.


Pencetak Gol Spesial

Timnas Indonesia merayakan gol Dean James ke gawang Thailand pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Keberhasilan Timnas Indonesia menggilas Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026 ini dicapai lewat penampilan impresif beberapa pemain belakang, terutama yang mencatatkan namanya di papan skor.

Gol pembuka skuad Garuda diukir oleh Dean James pada menit ke-84. Sementara itu, gol kedua yang sekaligus menyamakan kedudukan pada babak extra time, dicatatkan oleh Elkan Baggott pada menit ke-116.

Menariknya, kedua pemain ini semuanya juga menjadi eksekutor penalti Timnas Indonesia.

Dean James mengambil penalti kedua, sedangkan Baggot yang ketiga. Mereka pun sama-sama menuntaskan tugasnya dengan sempurna.


Bek Jadi Eksekutor

Timnas Indonesia merayakan gol Elkan Baggott ke gawang Thailand pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Tidak hanya itu, munculnya Dean James dan Elkan Baggott ternyata juga makin mempertegas susunan para penendang penalti Timnas Indonesia yang ditentukan oleh pelatih John Herdman pada partai final ini.

Pasalnya, semua penendang penalti Timnas Indonesia ini berposisi sebagai bek.

Selain James dan Baggott, dua eksekutor lainnya ialah Kevin Diks dan Shayne Pattynama. Mereka semua sukses menuntaskan tanggung jawabnya dengan baik.

Sementara itu, tiga dari empat penendang penalti Thailand juga pemain bertahan. Hanya Sarach Yooyen saja yang berstatus sebagai gelandang.

Namun, Sarach yang berstatus sebagai kapten justru gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya membentur tiang gawang.


Timnas Indonesia Akhiri Kutukan

Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner dan Elkan Baggott melompat ke arah barikade pembatas untuk menemui suporter setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). (KLY/Budy Santoso)

Kemenangan ini jelas terasa sangat spesial bagi Tim Merah-Putih. Sebab, setelah sepuluh tahun lamanya, Timnas Indonesia akhirnya bisa memutus tren tanpa kemenangan saat berhadapan dengan Thailand.

Secara head-to-head, Thailand memang sangat dominan di hadapan Timnas Indonesia.

Dalam 10 tahun terakhir Skuad Gajah Perang bisa mencatatkan empat kemenangan dan 7 imbang. Dari semua pertemuan, Tim Garuda tak pernah menang.

Kemenangan terakhir yang pernah diukir Timnas Indonesia saat berjumpa Thailand tersaji pada duel leg pertama final Piala AFF 2016.

Ketika itu, Timnas Indonesia menang 1-0 di Stadion Pakansari, sekaligus jadi kemenangan terakhir sebelum duel di final FIFA ASEAN Cup 2026 ini.


Sindrom Runner-Up Terhenti

Timnas Indonesia sempat unggul 1-0 setelah tercipta gol bunuh diri pemain Thailand, Sanron Iklas, pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Selain catatan itu, Timnas Indonesia selama ini selalu dihantui oleh kutukan yang sangat akut ketika berduel di laga final

Skuad Garuda berkali-kali bisa lolos ke partai puncak di level Asia Tenggara, tetapi tidak pernah mengakhirinya dengan raihan juara.

Di level Piala AFF, misalnya, Timnas Indonesia tercatat enam kali lolos ke final, tetapi tidak pernah berakhir dengan meraih trofi.

Menariknya, empat partai final di antaranya berhadapan dengan Thailand, yakni pada edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Sebagai informasi, kali terakhor Timnas Indonesia meraih kemenangan dan mengukir gelar juara di Stadion Utama Gelora Bung Karno ialah pada final SEA Games 1987 saat menumbangkan Malaysia dengan skor 1-0 lewat gol Ribut Waidi.


Akhirnya Tampil Dominan

Duel Timnas Indonesia versus Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (5-10-2026). (Dok. Official FAT Facebook)

Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 ini menyajikan satu fakta yang menarik di lapangan, yakni penampilan dominan Timnas Indonesia yang sukses membuat Thailand bermain defensif dan berhati-hati sepanjang laga.

Di atas kertas, anak asuh John Herdman sanggup mencatatkan sebesar 64 persen penguasaan bola sepanjang pertandingan. Sementara itu, Timnas Thailand hanya mampu menghasilkan 36 persen ball possession saja.

Selain itu, Timnas Indonesia bisa melepaskan total sembilan shots on target dari 25 tembakan sepanjang laga. Sedangkan skuad Gajah Perang tercatat bisa menghasilkan empat shots on target dari 12 tembakan.

Berita Terkait