Anthony Hudson Ungkap Tantangan Thailand setelah Kalah dari Timnas Indonesia: Sulit Pertahankan Komposisi Skuad

Thailand gagal menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah kalah dari Timnas Indonesia melalui adu penalti. Anthony Hudson kini mengungkap pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 06 Oktober 2026, 16:00 WIB
Anthony Hudson, pelatih Timnas Thailand. (Dok. Official FAT Facebook)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, mengungkap salah satu tantangan yang dihadapi timnya setelah gagal menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, Thailand selama ini kesulitan menjaga kontinuitas skuad karena harus menghadapi situasi berbeda dalam setiap kompetisi.

Thailand kalah dari Timnas Indonesia melalui adu penalti pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Advertisement

Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Thailand bahkan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-80 setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu kuning kedua.

Kondisi tersebut membuat Hudson mulai memikirkan bagaimana Thailand bisa membangun skuad yang lebih konsisten untuk menghadapi turnamen berikutnya.


Thailand Kesulitan Pertahankan Skuad Terbaik

Anthony Hudson Pelatih Kepala Timnas Thailand dan Chanathip Songkrasin Kapten Timnas Thailand pada saat konferensi pers Thailand menjelang Final melawan Indonesia dalam ajang FIFA ASEAN CUP, Minggu (4/10/2026).

Hudson mengakui Thailand selama ini harus menghadapi perubahan komposisi pemain dari satu turnamen ke turnamen lainnya.

Menurutnya, situasi setiap kompetisi membuat Thailand tidak selalu bisa menurunkan pemain terbaik. Kondisi tersebut juga terjadi pada FIFA ASEAN Cup 2026, ketika beberapa pemain tidak tersedia karena berbagai alasan.

"Selama ini kami selalu memiliki skuad yang berbeda karena situasi dari setiap kompetisi juga berbeda. Tantangannya adalah kami tidak bisa memilih pemain terbaik," ujar Hudson seperti dikutip dari Khaosod.

Pelatih asal Inggris tersebut menilai persoalan itu menjadi salah satu hal yang perlu diperbaiki. Ia kini ingin mempertahankan inti skuad yang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai fondasi untuk membangun tim.

"Yang saya tahu sekarang adalah kami memiliki pemain inti dari skuad ini yang harus kami pertahankan," kata Hudson.


Pemain Muda Jadi Bagian dari Rencana

Anthony Hudson, pelatih Timnas Thailand. (Dok. aseanutdfc.com)

Di tengah persoalan kontinuitas skuad, Hudson melihat adanya sisi positif dari perjalanan Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026.

Sejumlah pemain muda mendapat kesempatan tampil dan menunjukkan potensi mereka. Hudson secara khusus menyebut Kakana Khamyok dan Yotsakorn Burapha sebagai bagian dari generasi baru yang memiliki masa depan bersama Thailand.

Hudson juga mengatakan masih ada pemain muda lain yang belum masuk skuad pada turnamen kali ini. Mereka berpeluang mendapatkan kesempatan pada agenda berikutnya.

"Saya bangga karena ada banyak pemain muda yang bisa masuk ke dalam tim. Mereka memiliki potensi yang tinggi dan masih ada pemain muda lainnya yang belum bergabung dengan skuad ini," ujar Hudson.

Menurutnya, kombinasi antara pemain berpengalaman dan generasi muda akan menjadi bagian penting dalam proses pembangunan Timnas Thailand.


Mulai Bersiap untuk Asian Cup

Anthony Hudson, pelatih Timnas Thailand. (Dok. Official FAT Facebook)

Setelah gagal membawa Thailand menjadi juara, Hudson mengaku akan mengambil waktu istirahat sebelum kembali mempersiapkan tim.

Fokus berikutnya adalah Asian Cup. Hudson ingin pengalaman dari FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi bahan evaluasi untuk membuat Thailand lebih kuat.

"Kami harus melanjutkan kelompok pemain inti dari skuad ini dan terus mengembangkan tim agar semakin kuat," tutur Hudson.

Thailand juga akan melakukan evaluasi sebelum menghadapi agenda berikutnya. Berdasarkan laporan Khaosod, skuad Gajah Perang dijadwalkan mengikuti King's Cup 2026 di Sisaket pada FIFA Matchday November mendatang.

Bagi Hudson, kekalahan dari Indonesia bukan akhir dari perjalanan Thailand. Ia justru ingin menjadikan skuad yang tampil di final sebagai fondasi untuk membangun tim yang lebih konsisten pada turnamen-turnamen berikutnya.

 

Sumber: Khaosodhttps://www.khaosod.co.th/sports/news_10426454

Berita Terkait