Lionel Messi Jalani Laga Terakhir Bersama Timnas Argentina, Scaloni: Hanya Nostalgia yang Tersisa

Lionel Messi, pemain paling berpengaruh di Timnas Argentina dalam dua dekade terakhir, mengucap selamat tinggal, dan pertandingan perpisahannya akan dipenuhi nostalgia bagi semua yang terlibat.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Oktober 2026, 20:20 WIB
Ilustrasi Lionel Messi, Timnas Argentina. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, meyakini timnya tetap akan berada di level tertinggi setelah Lionel Messi mengakhiri perjalanan bersama Timnas Argentina.

Namun, Scaloni mengakui laga perpisahan sang kapten akan dipenuhi aroma nostalgia.

Advertisement

Messi akan menjalani pertandingan terakhirnya bersama Argentina saat menghadapi Benin dalam laga persahabatan di Estadio Monumental, Buenos Aires, Rabu (7-10-2026) pagi WIB.

Pertandingan ini menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola Argentina karena menjadi penampilan terakhir Messi bersama timnas.

Para pemain yang menjadi bagian dari skuad Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022 juga diundang untuk menghadiri laga perpisahan itu.

Hampir seluruh anggota skuad juara di Qatar akan hadir, kecuali Paulo Dybala, Nahuel Molina, dan Alejandro Gomez.


Tinggalkan Warisan Luar Biasa

Lionel Messi kembali berhasil meraih gelar juara lagi bersama Argentina setelah 13 tahun. Mereka sukses menjuarai Copa America 2021 setelah mengalahkan Brasil di partai final dengan skor 1-0. Gola La Albicieleste dicetak oleh Angel Di Maria pada menit ke-22. Gelar juara Copa America 2021 itu menyudahi puasa gelar major Argentina selama hampir tiga dekade. Dengan koleksi empat gol, Messi juga terpilih sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut. (AFP/Carl De Souza)

Scaloni menyebut Messi meninggalkan warisan yang luar biasa.

Pemain berusia 39 tahun itu membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, tampil di dua final Piala Dunia lainnya pada 2014 dan 2026, serta meraih dua gelar Copa America pada 2021 dan 2024.

Messi juga pernah mempersembahkan medali emas Olimpiade 2008.

Di level timnas senior, Messi tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Argentina dengan 125 gol dari 208 penampilan. Ia juga menjadi pemain pertama yang tampil sebagai starter dalam tiga final Piala Dunia.

Kepergian Messi kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Argentina mempertahankan status sebagai satu di antara kekuatan utama sepak bola dunia.

Ada pula kekhawatiran mengenai kemungkinan Argentina kembali mengalami paceklik gelar panjang seperti periode 35 tahun setelah kepergian Diego Maradona.


Tidak Ada Duanya

Foto udara ini memperlihatkan sebuah kaus raksasa yang menandai perpisahan Lionel Messi dari Timnas Argentina, yang dipajang di National Flag Memorial di Rosario, Argentina, menjelang pertandingan persahabatan internasional antara Argentina dan Benin. (Marcelo MANERA/AFP)

Scaloni mengakui keberadaan Messi di lapangan tidak tergantikan. Menurutnya, pengalaman melihat Messi bermain merupakan sesuatu yang unik dan tidak pernah ia temukan pada pemain lain.

"Messi meninggalkan sesuatu yang tidak ada duanya. Kami harus terus bermain, tetapi perasaan ketika dia berada di lapangan itu unik. Saya belum pernah melihat orang lain memberikan sesuatu seperti yang dia lakukan di lapangan sepak bola, dan itulah yang akan kami rindukan," kata Scaloni.

Meski begitu, Scaloni tetap optimistis dengan masa depan Argentina tanpa Messi.

Pelatih yang sedang menjalani negosiasi lanjutan untuk memperpanjang kontraknya selama empat tahun itu yakin Timnas Argentina akan tetap bertahan di level tinggi.

"Timnas Argentina akan terus berjalan. Kami akan tetap berada di level tinggi, saya tidak meragukan itu," ujar Scaloni.


Sesi Latihan Terakhir

Penyerang Argentina, Lionel Messi, memperhatikan sesi latihan untuk turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 di Pusat Pelatihan Sporting KC, Kansas City pada Kamis 11 Juni 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Messi tiba di kampung halamannya, Rosario, bersama keluarga pada Jumat waktu setempat sebelum bergabung dengan skuad Argentina pada Minggu.

Ia kemudian menjalani sesi latihan terakhir bersama Timnas Argentina menjelang pertandingan melawan Benin.

Selain Messi, Nicolas Otamendi juga mengikuti latihan bersama tim. Otamendi sebelumnya telah mengumumkan rencana pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia 2026.

Giovani Lo Celso dan Rodrigo De Paul juga berlatih dalam dua hari terakhir dan diperkirakan tampil sebagai starter menghadapi Benin.

Argentina sebelumnya telah memperlihatkan performa meyakinkan dalam dua pertandingan setelah Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran Messi. Mereka menang 4-0 atas Bolivia dan kemudian mengalahkan Burkina Faso dengan skor 7-0.

Dua kemenangan itu turut memperlihatkan sejumlah pemain yang dapat menjadi bagian penting dari masa depan Argentina.

Di antara nama-nama yang menonjol terdapat Nico Paz dan Franco Mastantuono di lini tengah, serta Gianluca Prestianni dan Leonel Flores di sektor sayap. 


Unik dan Tak Tertandingi

Pemain Argentina, Lionel Messi mengikuti latihan menjelang final Copa America 2024 melawan Kolombia di Florida International University (FIU), Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (14/03/2024) WIB. (AFP/Juan Mabromata)

Argentina akan menjalani turnamen besar pertamanya tanpa Messi pada Copa America 2028.

Belum diketahui apakah Messi maupun Scaloni akan terlibat dalam turnamen itu, tetapi pengaruh Messi terhadap sepak bola Argentina diperkirakan tetap terasa.

Scaloni kembali memberikan penghormatan kepada Messi menjelang pertandingan terakhirnya. Ia menyebut pemain nomor 10 Argentina itu sebagai sosok yang unik dan tidak tertandingi.

"Sekarang yang tersisa hanya nostalgia karena dia tidak akan berada di sana. Dia adalah contoh yang luar biasa. Dia datang pertama, pulang terakhir, menjaga dirinya, dan menghadapi setiap pertandingan dengan cara yang luar biasa biasa," ungkap Scaloni.

Menurut Scaloni, kehebatan Messi bukan hanya terlihat dari permainannya di lapangan. Sikap yang ditunjukkan dalam keseharian juga menjadi teladan bagi rekan-rekan setimnya.

"Anda bisa melihat dia adalah seorang fenomena hanya dari cara dia bermain, tetapi ada hal-hal lain di baliknya yang dilihat rekan-rekan setimnya. Dia adalah contoh terbaik yang ada," lanjut Scaloni.

"Dia telah meninggalkan sesuatu yang tidak tertandingi, atau lebih tepatnya sedang meninggalkannya karena masih memiliki satu pertandingan lagi," kata Scaloni.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait