Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, meyakini timnya tetap akan berada di level tertinggi setelah Lionel Messi mengakhiri perjalanan bersama Timnas Argentina.
Namun, Scaloni mengakui laga perpisahan sang kapten akan dipenuhi aroma nostalgia.
Messi akan menjalani pertandingan terakhirnya bersama Argentina saat menghadapi Benin dalam laga persahabatan di Estadio Monumental, Buenos Aires, Rabu (7-10-2026) pagi WIB.
Pertandingan ini menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola Argentina karena menjadi penampilan terakhir Messi bersama timnas.
Para pemain yang menjadi bagian dari skuad Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022 juga diundang untuk menghadiri laga perpisahan itu.
Hampir seluruh anggota skuad juara di Qatar akan hadir, kecuali Paulo Dybala, Nahuel Molina, dan Alejandro Gomez.
Tinggalkan Warisan Luar Biasa
Scaloni menyebut Messi meninggalkan warisan yang luar biasa.
Pemain berusia 39 tahun itu membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, tampil di dua final Piala Dunia lainnya pada 2014 dan 2026, serta meraih dua gelar Copa America pada 2021 dan 2024.
Messi juga pernah mempersembahkan medali emas Olimpiade 2008.
Di level timnas senior, Messi tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Argentina dengan 125 gol dari 208 penampilan. Ia juga menjadi pemain pertama yang tampil sebagai starter dalam tiga final Piala Dunia.
Kepergian Messi kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Argentina mempertahankan status sebagai satu di antara kekuatan utama sepak bola dunia.
Ada pula kekhawatiran mengenai kemungkinan Argentina kembali mengalami paceklik gelar panjang seperti periode 35 tahun setelah kepergian Diego Maradona.
Tidak Ada Duanya
Scaloni mengakui keberadaan Messi di lapangan tidak tergantikan. Menurutnya, pengalaman melihat Messi bermain merupakan sesuatu yang unik dan tidak pernah ia temukan pada pemain lain.
"Messi meninggalkan sesuatu yang tidak ada duanya. Kami harus terus bermain, tetapi perasaan ketika dia berada di lapangan itu unik. Saya belum pernah melihat orang lain memberikan sesuatu seperti yang dia lakukan di lapangan sepak bola, dan itulah yang akan kami rindukan," kata Scaloni.
Meski begitu, Scaloni tetap optimistis dengan masa depan Argentina tanpa Messi.
Pelatih yang sedang menjalani negosiasi lanjutan untuk memperpanjang kontraknya selama empat tahun itu yakin Timnas Argentina akan tetap bertahan di level tinggi.
"Timnas Argentina akan terus berjalan. Kami akan tetap berada di level tinggi, saya tidak meragukan itu," ujar Scaloni.
Sesi Latihan Terakhir
Messi tiba di kampung halamannya, Rosario, bersama keluarga pada Jumat waktu setempat sebelum bergabung dengan skuad Argentina pada Minggu.
Ia kemudian menjalani sesi latihan terakhir bersama Timnas Argentina menjelang pertandingan melawan Benin.
Selain Messi, Nicolas Otamendi juga mengikuti latihan bersama tim. Otamendi sebelumnya telah mengumumkan rencana pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia 2026.
Giovani Lo Celso dan Rodrigo De Paul juga berlatih dalam dua hari terakhir dan diperkirakan tampil sebagai starter menghadapi Benin.
Argentina sebelumnya telah memperlihatkan performa meyakinkan dalam dua pertandingan setelah Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran Messi. Mereka menang 4-0 atas Bolivia dan kemudian mengalahkan Burkina Faso dengan skor 7-0.
Dua kemenangan itu turut memperlihatkan sejumlah pemain yang dapat menjadi bagian penting dari masa depan Argentina.
Di antara nama-nama yang menonjol terdapat Nico Paz dan Franco Mastantuono di lini tengah, serta Gianluca Prestianni dan Leonel Flores di sektor sayap.
Unik dan Tak Tertandingi
Argentina akan menjalani turnamen besar pertamanya tanpa Messi pada Copa America 2028.
Belum diketahui apakah Messi maupun Scaloni akan terlibat dalam turnamen itu, tetapi pengaruh Messi terhadap sepak bola Argentina diperkirakan tetap terasa.
Scaloni kembali memberikan penghormatan kepada Messi menjelang pertandingan terakhirnya. Ia menyebut pemain nomor 10 Argentina itu sebagai sosok yang unik dan tidak tertandingi.
"Sekarang yang tersisa hanya nostalgia karena dia tidak akan berada di sana. Dia adalah contoh yang luar biasa. Dia datang pertama, pulang terakhir, menjaga dirinya, dan menghadapi setiap pertandingan dengan cara yang luar biasa biasa," ungkap Scaloni.
Menurut Scaloni, kehebatan Messi bukan hanya terlihat dari permainannya di lapangan. Sikap yang ditunjukkan dalam keseharian juga menjadi teladan bagi rekan-rekan setimnya.
"Anda bisa melihat dia adalah seorang fenomena hanya dari cara dia bermain, tetapi ada hal-hal lain di baliknya yang dilihat rekan-rekan setimnya. Dia adalah contoh terbaik yang ada," lanjut Scaloni.
"Dia telah meninggalkan sesuatu yang tidak tertandingi, atau lebih tepatnya sedang meninggalkannya karena masih memiliki satu pertandingan lagi," kata Scaloni.
Sumber: ESPN