5 Alasan Robbie Fowler Selalu Punya Tempat Istimewa di Hati Fans Liverpool

Robbie Fowler punya tempat spesial di hati fans Liverpool. Berikut lima alasan yang membuatnya selalu dikenang sebagai 'God' di Anfield.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 07 Oktober 2026, 08:15 WIB
Sebelumnya, Robbie Fowler pernah memperkuat Liverpool pada periode pertama, yaitu selama 8,5 musim mulai 1993/1994 hingga 2001/2002. Di periode kedua ia bertahan selama 1,5 musim. Secara keseluruhan ia tampil dalam 369 laga bersama Liverpool dengan raihan 183 gol dan 50 assist. (AFP/Paul Barker)

Bola.com, Jakarta - Liverpool punya banyak pemain legendaris sepanjang sejarahnya. Namun, hanya sedikit yang mendapatkan julukan spesial dari suporter seperti Robbie Fowler.

Bagi fans Liverpool, Fowler bukan sekadar striker tajam. Sosok yang dijuluki 'God' tersebut menjadi simbol sebuah generasi karena keberanian, karakter unik, serta nalurinya yang luar biasa di depan gawang.

Advertisement

Fowler muncul ketika Liverpool sedang membutuhkan sosok inspiratif. Di bawah asuhan Graeme Souness, penyerang muda tersebut dengan cepat mencuri perhatian publik Anfield lewat kemampuan mencetak gol dan kepribadiannya yang penuh percaya diri.

Berikut lima alasan Robbie Fowler selalu memiliki tempat spesial di hati para pendukung Liverpool.


1. Mencetak Lima Gol ke Gawang Fulham

Robbie Fowler. Striker Liverpool ini mencetak gol ke-100 di Liga Inggris saat berusia 23 tahun dan 283 hari. Kala itu Liverpool menang 7-1 atas Southampton, 16 Januari 1999 dan Fowler mencetak 3 gol di antaranya. Hingga pensiun ia mencetak total 162 gol di Liga Inggris. (AFP/Odd Andersen)

Fowler langsung menunjukkan bakat mencetak golnya sejak awal karier bersama Liverpool.

Dalam pertandingan leg kedua Piala Liga melawan Fulham, Fowler yang saat itu masih berusia 18 tahun tampil menggila. Liverpool menang telak 5-0 dan seluruh gol The Reds diborong oleh sang striker muda.

Lima gol tersebut dicetak dengan cara yang beragam. Fowler mencetak tiga gol menggunakan kaki kiri, satu lewat kaki kanan, dan satu lainnya melalui sundulan.

Penampilan tersebut menjadi salah satu bukti awal bahwa Liverpool memiliki calon striker spesial.


2. Hattrick dalam 4 Menit 33 Detik Kontra Arsenal

Robbie Fowler pernah mencatatkan hattrick saat laga Boxing Day Liga Inggris. Kala itu, ia sudah tidak berseragam Liverpool lagi. Fowler sukses membuat tiga gol saat Leeds United melawan Bolton pada 26 Desember 2001. (AFP/Paul Barker)

Salah satu penampilan Fowler yang paling dikenang terjadi ketika Liverpool menghadapi Arsenal.

Saat itu lini belakang Arsenal dikenal sangat sulit ditembus. Namun, Fowler hanya membutuhkan waktu 4 menit 33 detik untuk mencetak hattrick.

Yang membuatnya semakin istimewa, Fowler masih berusia 19 tahun ketika melakukan aksi tersebut.

Bagi para pendukung Liverpool, pertandingan itu menjadi salah satu momen ketika mereka mulai benar-benar percaya bahwa Fowler adalah pemain istimewa.


3. Selebrasi Kontroversial Kontra Everton

Fowler juga dikenal sebagai pemain yang tidak takut menunjukkan sisi jahilnya.

Ketika menghadapi rival sekota Everton, Fowler mendapat ejekan dari pendukung The Toffees yang menuduhnya menggunakan narkoba. Ia kemudian membalasnya dengan selebrasi kontroversial.

Setelah mencetak gol dari titik penalti, Fowler berpura-pura mengendus garis gawang seperti sedang mengonsumsi kokain.

Aksi tersebut membuatnya mendapat hukuman larangan bermain selama dua pertandingan. Meski kontroversial, selebrasi itu justru menjadi salah satu momen paling ikonik dalam perjalanan kariernya.


4. Tidak Melupakan Akar Kelas Pekerja

Fowler lahir dan besar di Toxteth, kawasan dalam kota Liverpool. Latar belakang tersebut membuatnya memiliki hubungan yang kuat dengan masyarakat kelas pekerja di kota tersebut.

Pada 1997, Fowler pernah mendapat denda dari UEFA setelah merayakan gol dengan menunjukkan kaus yang berisi dukungan terhadap para buruh pelabuhan Liverpool yang kehilangan pekerjaan.

Bersama Steve McManaman, Fowler juga diketahui memberikan dukungan kepada perjuangan para pekerja tersebut.

Sikap itu membuat Fowler semakin dekat dengan suporter Liverpool yang merasa sang pemain tidak pernah melupakan dari mana dirinya berasal.

 


5. Kembali ke Anfield dan Menorehkan 183 Gol

Fowler sempat meninggalkan Liverpool pada 2001. Namun, kecintaannya terhadap klub tidak pernah benar-benar hilang.

Pada 2007, Fowler akhirnya kembali ke Anfield. Meski bukan lagi pemain yang sama seperti ketika masih muda, kepulangannya mendapat sambutan hangat dari para pendukung.

Ia menutup periode keduanya bersama Liverpool dengan catatan 183 gol dari 369 pertandingan.

Jumlah tersebut menempatkannya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait