Bola.com, Jakarta - Mantan rekan setim Pep Guardiola, Stephen Appiah, meyakini kasus finansial yang menjerat Manchester City akan sangat memengaruhi Guardiola.
Menurut Appiah, Guardiola merupakan sosok yang sulit membiarkan sebuah persoalan tanpa penyelesaian.
Appiah pernah berbagi ruang ganti dengan Guardiola ketika keduanya memperkuat Brescia pada musim 2002/2003. Saat itu, mereka juga bermain bersama Roberto Baggio.
Lantaran mengenal Guardiola secara langsung, legenda Timnas Ghana itu memahami karakter pelatih asal Spanyol tersebut.
Appiah menyebut Guardiola sebagai pribadi yang sangat intens dan selalu ingin menyelesaikan persoalan sesegera mungkin.
"Saya pikir orang-orang meremehkan betapa intensnya Pep," ujar Appiah kepada SunSport.
Karakter Guardiola
Menurut Appiah, Guardiola merupakan sosok yang terbuka.
"Ketika kami di Brescia, dia selalu bersama saya dan Roberto Baggio. Dia ikut ke mana pun kami pergi," ujar Appiah.
Appiah menggambarkan Guardiola sebagai sosok yang tidak nyaman membiarkan persoalan berlarut-larut.
"Ketika ada masalah, dia ingin menyelesaikannya saat itu juga. Dia tidak suka hidup dengan perasaan buruk."
Menurut Appiah, karakter itu juga terlihat ketika Guardiola masih menjadi bagian dari Brescia. Bahkan saat tim gagal meraih hasil positif, Guardiola disebut tetap merasakan dampaknya.
"Ketika sesuatu terjadi di sekitar tim, bahkan ketika kami tidak mendapatkan hasil, Anda bisa melihat hal itu memengaruhinya," ungkapnya.
Klaim Appiah
Karena itu, Appiah yakin kasus yang sedang dihadapi Man City juga akan dirasakan Guardiola.
Ia menyebut persoalan itu tidak akan mudah bagi mantan pelatih Barcelona tersebut, terlebih Guardiola dikenal sebagai pribadi yang sangat bersemangat.
"Saya tahu semua yang terjadi di Man City, begitu dia keluar dari pintu, saya tahu dia merasakannya. Ini tidak akan mudah baginya," ujar Appiah.
"Dan seperti yang kita tahu, dia adalah orang yang sangat penuh semangat, jadi dia tidak akan senang jika orang mempertanyakan apa yang telah dia lakukan dalam permainan dan semua yang telah dia capai," tambahnya.
Appiah bahkan meyakini Guardiola akan berusaha keras untuk mengetahui seluruh persoalan yang terjadi di Man City.
"Dengan mengenalnya sejak kami bersama, saya yakin dia akan melakukan segala cara untuk mengungkap persoalan ini sampai tuntas," tegas Appiah.
Pelanggaran Man City
Kasus yang dimaksud berkaitan dengan pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League.
Man City dinyatakan bersalah setelah menjalani proses disipliner terbesar dalam sejarah kompetisi.
Pelanggaran yang didakwakan berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018. Komisi independen menemukan Man City menggunakan pengaturan komersial yang disebut palsu sehingga pendapatan klub terlihat lebih besar.
Man City dengan tegas membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding secara menyeluruh terhadap keputusan tersebut.
Guardiola meninggalkan Man City pada akhir musim lalu setelah menjalani satu dekade penuh trofi sebagai pelatih.
Dukung Man City
Kendati sudah tidak lagi menangani klub, ia langsung memberikan dukungan kepada mantan klubnya setelah putusan kasus finansial itu keluar.
Guardiola menegaskan dirinya justru berada di pihak Man City "lebih dari sebelumnya". Ia juga berjanji akan menghadapi persoalan itu bersama klub.
Guardiola mengatakan dirinya ingin seluruh pendukung Man City di berbagai penjuru dunia mengetahui bahwa ia tetap berada di belakang klub.
Ia juga menyebut pemilik, chairman, Ferran, para pemain, staf, Enzo, serta para suporter sebagai pihak yang terus mendapat dukungannya.
"Biarkan saya memperjelas: kita akan melewati ini bersama. Saya mencintai kalian semua," tegas Guardiola.
Man City kini secara resmi mengajukan banding terhadap keputusan komisi independen. Dengan demikian, proses hukum dalam kasus finansial terbesar dan paling menghebohkan dalam sejarah Premier League itu masih berlanjut.
Sumber: The Sun