Catatan Beto Goncalves untuk Timnas Indonesia usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Harus Lebih Dewasa

Mantan pemain Timnas Indonesia, Beto Goncalves, menilai masih ada sejumlah hal yang kudu dibenahi meski skuad asuhan John Herdman itu sukses mengangkat trofi.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 07 Oktober 2026, 11:15 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia mengangkat trofi setelah memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Kemenangan tersebut menjadi gelar perdana Indonesia di kejuaraan regional senior tersebut.(KLY/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, pencapaian itu tidak membuat seluruh aspek permainan Tim Garuda luput dari evaluasi.

Mantan pemain Timnas Indonesia, Beto Goncalves, menilai masih ada sejumlah hal yang kudu dibenahi meski skuad asuhan John Herdman itu sukses mengangkat trofi.

Advertisement

Beto menyaksikan langsung perjalanan Timnas Indonesia hingga final. Menurutnya, performa Tim Garuda pada laga puncak belum sepenuhnya mencerminkan kualitas skuad yang dimiliki.

"Saya nonton final kemarin meskipun saya lihat mungkin performa dari timnas masih kurang karena main di home, stadion full. Lawan tim yang pemain naturalisasi tidak banyak ya," ujar Beto kepada Bola.com, Rabu (7/10/2026).

"Thailand juga main 10 pemain saja harusnya kita main lebih bagus. Kita baru mencetak gol menit terakhir dan menang adu penalti dengan kiper kita naturalisasi postur lebih tinggi," lanjutnya.

 

Harus Lebih Dewasa

Striker Timnas Indonesia, Beto Goncalves, menyapa suporter usai mengalahkan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/Yoppy Renato)

Beto juga menyoroti pengalaman yang dimiliki skuad Garuda. Sejumlah pemain sudah terbiasa tampil di kompetisi dengan level persaingan tinggi sehingga diharapkan mampu mengontrol laga dengan lebih baik.

"Harus mungkin bermain lebih dewasa karena kita punya pemain-pemain berpengalaman yang biasa bermain di liga yang lebih kuat. Mereka juga bermain di liga yang levelnya di atas Liga Indonesia maupun Liga Thailand. Seharusnya mungkin lebih mudah," kata Beto.

"Ini komentar saya, tetapi saya pikir masyarakat juga membutuhkan kemenangan agar lebih percaya diri dan kembali percaya dengan Timnas. Selama ini penonton masih sering ragu dengan Timnas."

"Setelah menjadi juara, tentu euforianya akan bertambah. Semoga masyarakat semakin mendukung Timnas dan pada kompetisi-kompetisi berikutnya bisa lebih memberikan apresiasi kepada tim," sambungnya.


Apresiasi, tetapi...

Pesepak bola Timnas Indonesia merayakan keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.(KLY/Budy Santoso)

Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 jadi pencapaian bersejarah bagi Timnas Indonesia. Kevin Diks dkk. menundukkan Thailand dalam laga final di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB.

Pertandingan berlangsung ketat hingga babak extra time dan berakhir dengan skor 2-2. Tim Garuda kemudian tampil tenang dalam drama adu penalti dan menang 4-2.

Trofi tersebut sekaligus mengakhiri dahaga gelar 35 tahun. Timnas Indonesia kali terakhir meraih trofi juara turnamen resmi di level senior ketika merebut medali emas SEA Games 1991.

"Jadi ya, kita senang karena negara kami bisa jadi juara selama 35 tahun menunggu. Sangat lama ya. Tapi ya, kita harus akui tim masih asa kekurangan," pungkas Beto.

Berita Terkait