Bola.com, Jakarta - Fermin Aldeguer kembali ke Indonesia dengan membawa kenangan manis MotoGP Mandalika. Namun, pembalap Gresini Racing itu, yang merupakan pemenang MotoGP Mandalika 2025, menyadari tantangan yang dihadapinya pada musim ini tidak sama seperti tahun lalu.
Aldeguer menjadi salah satu pembalap yang paling mencuri perhatian ketika untuk kali pertama dirinya tampil di MotoGP Mandalika pada 2025.
Pembalap asal Spanyol itu berhasil meraih kemenangan perdana di kelas utama sekaligus menjadi pembalap termuda kedua yang memenangi balapan MotoGP.
Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena Aldeguer tampil dominan sepanjang balapan. Ia mengambil alih posisi terdepan pada lap ketujuh dan kemudian membangun keunggulan hingga lebih dari delapan detik sebelum melewati garis finis.
Pedro Acosta finis kedua, sedangkan rekan setim Aldeguer, Alex Marquez, melengkapi podium di posisi ketiga.
Namun, Aldeguer tidak ingin terlalu larut dalam keberhasilan itu ketika kembali menghadapi MotoGP Mandalika 2026. Ia mengakui situasi yang dihadapinya saat ini berbeda dibandingkan musim lalu.
"Target saya adalah bisa bersaing. Memang, situasi kami saat ini tidak sama dengan musim lalu, tapi saya berharap bisa berjuang untuk meraih podium," ujar Aldeguer saat kegiatan BOLD Riders x Gresini Racing di Jakarta.
Ingin Kembali ke Podium
Target itu menunjukkanAldeguer tetap memiliki ambisi besar untuk menunjukkan lagi performa terbaiknya di Mandalika.
Apalagi, sirkuit yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki catatan khusus dalam perjalanan kariernya di MotoGP.
Aldeguer mengatakan dirinya menyukai karakter Sirkuit Mandalika. Ia percaya masih memiliki peluang untuk bersaing di posisi depan meski menyadari persaingan tahun ini tidak akan mudah.
"Itu trek yang bagus untuk saya. Pembalap lain, termasuk para pembalap Aprilia, juga akan kuat. Namun, kami harus percaya kepada diri sendiri dan melakukan yang terbaik," kata Aldeguer.
Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan pembalap bernomor 54 itu tidak ingin hanya mengandalkan memori kemenangan pada 2025.
Ia memilih fokus pada kondisi terkini dan bagaimana Gresini Racing dapat menemukan performa terbaik sepanjang akhir pekan balapan.
Aldeguer juga menyadari status sebagai pemenang tahun lalu tidak otomatis membuat dirinya kembali menjadi favorit.
Menurutnya, hal terpenting adalah tetap tenang, bekerja dengan tim, dan menjaga konsistensi ketika berada di lintasan.
"Buat saya, penting untuk tetap tenang, melaju cepat, dan mencoba berada di podium karena ini trek yang sangat saya sukai. Saya juga selalu mendapatkan hasil bagus di sini," ujar Aldeguer.
Mandalika Memberikan Energi Ekstra
Selain karakter sirkuit, Aldeguer juga memiliki alasan lain untuk menyukai Indonesia. Sambutan penggemar MotoGP di Nusantara itu disebut memberikan energi tambahan sebelum dirinya menjalani balapan.
Aldeguer bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu tempat favoritnya. Atmosfer yang ia rasakan sejak tiba di Indonesia membuatnya makin antusias menghadapi balapan.
"Saya sangat menyukainya. Indonesia adalah salah satu tempat favorit saya, dan ketika saya tiba di sini saya mendapatkan energi ekstra," ujar Aldeguer.
Dukungan itu menjadi bagian penting dari pengalaman Aldeguer selama berlaga di Mandalika. Pada 2025, ia tidak hanya meraih kemenangan perdana di MotoGP, tetapi juga menjadi bagian dari podium yang diisi dua pembalap Gresini.
Kini, Aldeguer kembali ke Indonesia dengan pengalaman yang jauh lebih banyak. Ia bukan lagi rookie yang sedang mencari kemenangan pertama di kelas utama, melainkan pembalap yang sudah merasakan tekanan persaingan MotoGP sekaligus mengetahui rasanya memenangkan balapan di Mandalika.
Tak Mau Terpengaruh Cuaca
Salah satu tantangan yang juga perlu dihadapi para pembalap di Mandalika adalah kondisi cuaca. Balapan di Indonesia pada periode ini memiliki kemungkinan hujan yang bisa mengubah karakter persaingan di lintasan.
Aldeguer mengaku lebih memilih kondisi kering. Namun, ia tidak ingin menjadikan cuaca sebagai alasan apabila hujan benar-benar turun sepanjang akhir pekan.
"Saya tentu lebih memilih kondisi kering. Kami tahu pada periode seperti ini hujan mungkin saja terjadi di sini. Namun, jika hujan datang, kondisinya sama untuk semua pembalap. Kami harus melakukan yang terbaik dan tetap kompetitif dalam semua kondisi," tutur Aldeguer.
Sikap tersebut menjadi penting mengingat persiapan pembalap tidak hanya berkaitan dengan kecepatan motor, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi lintasan.
Bagi Aldeguer, fokus utama tetap sama yaitu menemukan performa terbaik bersama Gresini Racing dan berusaha membawa pulang hasil maksimal dari Mandalika.
Musim Kedua di MotoGP
Aldeguer datang ke Mandalika 2026 setelah menjalani musim keduanya di kelas MotoGP. Perjalanan musim ini tidak sepenuhnya berjalan mulus untuk pembalap muda Spanyol tersebut.
Sebelumnya, Aldeguer sempat absen dalam tiga balapan akibat cedera. Meski begitu, ia tetap menunjukkan potensi besar dan berhasil meraih podium di Catalunya. MotoGP juga mencatat Aldeguer sebagai Rookie of the Year 2025 setelah menjalani musim debut yang impresif.
Tekanan yang dihadapi Aldeguer pun semakin besar. Ia bukan lagi pembalap muda yang sekadar mengejar hasil terbaik, tetapi mulai dipandang sebagai talenta yang diproyeksikan untuk masa depan MotoGP.
Mulai 2027, Aldeguer juga akan bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk membela tim tersebut selama dua musim. Ia akan mengendarai Ducati Desmosedici GP dengan spesifikasi pabrikan dan berstatus sebagai pembalap resmi Ducati Corse.
Meski masa depannya sudah mulai jelas, Aldeguer menegaskan fokusnya saat ini tetap pada musim yang sedang berjalan. Mandalika menjadi salah satu kesempatan baginya untuk kembali menemukan momentum.
"Saya ingin tetap kompetitif. Kami memang tidak berada dalam situasi yang sama seperti musim lalu, tetapi saya berharap bisa berjuang untuk podium," ujar Aldeguer.
Dengan kenangan sebagai pemenang bertahan, dukungan besar dari penggemar Indonesia, serta target kembali naik podium, Aldeguer memiliki motivasi kuat menghadapi MotoGP Mandalika 2026.
Kini tantangannya adalah membuktikan bahwa kemenangan pada 2025 bukan sekadar cerita indah seorang rookie.
Aldeguer ingin menunjukkan Mandalika memang menjadi salah satu sirkuit yang cocok dengan gaya balapnya, sekaligus menjadi tempat untuk kembali membangun momentum di tengah musim keduanya di MotoGP.