Bola.com, Jakarta - Lionel Messi mulai mempersiapkan babak baru dalam kehidupannya setelah tidak lagi berkarier sebagai pemain sepak bola. Bintang asal Argentina itu mengaku lebih tertarik menjadi pemilik klub dan membangun sebuah tim dari awal.
Messi memang belum sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola. Pemain berusia 39 tahun tersebut masih terikat kontrak dengan Inter Miami hingga akhir musim 2028.
Namun, Messi telah memberikan gambaran mengenai apa yang ingin dilakukannya setelah gantung sepatu. Ia mengaku tidak terlalu tertarik untuk mengikuti jejak banyak mantan pemain dengan menjadi pelatih.
Messi Lebih Tertarik Menjadi Pemilik Klub
Dalam wawancara dengan Luzu TV pada Januari 2026, Messi mengatakan dirinya tidak terlalu melihat masa depan sebagai seorang pelatih.
Sebaliknya, pemain yang pernah memperkuat Barcelona dan Paris Saint-Germain itu lebih tertarik memiliki klub sendiri dan mengembangkannya dari bawah.
"Saya tidak melihat diri saya sebagai seorang pelatih. Saya menyukai idenya, tetapi saya lebih suka menjadi pemilik. Saya ingin memiliki klub sendiri, memulainya dari nol dan membuatnya menjadi besar," ujar Messi.
Keinginan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan bisnis. Messi juga ingin klub yang dibangunnya memiliki fungsi dalam pengembangan pemain muda.
"Memberikan anak-anak kesempatan untuk berkembang dan mencapai sesuatu yang penting," lanjutnya.
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa Messi ingin tetap memiliki hubungan erat dengan sepak bola meski nantinya tidak lagi berada di lapangan sebagai pemain.
Messi Sudah Mulai Masuk ke Dunia Kepemilikan Klub
Rencana tersebut juga mulai terlihat dari aktivitas Messi di luar lapangan.
Pada 2026, Messi menjadi pemilik mayoritas klub Spanyol, CD Eldense, yang bermain di Segunda Division. Akuisisi tersebut menjadi kepemilikan klub keduanya di Spanyol setelah sebelumnya membeli UE Cornella pada April 2026. Proses kepemilikan Eldense masih menunggu persetujuan regulator olahraga Spanyol.
Langkah tersebut membuat Messi tidak lagi hanya berperan sebagai pemain di dunia sepak bola. Ia mulai membangun portofolio sebagai pemilik klub dan berpotensi terlibat dalam pengembangan sepak bola dari sisi manajemen.
Di Uruguay, Messi juga terlibat dalam proyek Deportivo LSM bersama sahabat sekaligus mantan rekan setimnya di Barcelona, Luis Suarez. Klub tersebut berkompetisi di level keempat sepak bola Uruguay dan memiliki fokus pada pengembangan pemain muda.
Inter Miami Bisa Menjadi Bagian dari Masa Depan Messi
Inter Miami juga berpotensi menjadi bagian penting dalam kehidupan Messi setelah pensiun sebagai pemain.
Messi memperpanjang kontraknya bersama klub MLS tersebut hingga 2028. Kesepakatan itu diperkirakan menjadi kontrak terakhirnya sebagai pemain profesional. Dalam kesepakatan tersebut, Messi juga mendapatkan hak kepemilikan saham di Inter Miami setelah pensiun sebagai pemain.
Dengan demikian, Messi berpeluang tetap berada di lingkungan Inter Miami setelah tidak lagi bermain. Perannya bisa bergeser dari pemain menjadi bagian dari struktur kepemilikan dan pengembangan klub.
Hal tersebut juga sejalan dengan keinginannya untuk memiliki klub sendiri. Messi tidak hanya ingin menikmati masa pensiun, tetapi tampaknya ingin membangun sesuatu yang bisa terus berkembang setelah kariernya sebagai pemain berakhir.
Fokus pada Pemain Muda
Salah satu hal yang menarik dari rencana Messi adalah perhatiannya terhadap pemain muda.
Selain keterlibatannya dalam proyek klub, Messi juga telah menjalankan Messi Cup, turnamen usia di bawah 16 tahun yang mempertemukan sejumlah akademi dari berbagai negara.
Arah tersebut memperlihatkan kemungkinan jalur karier Messi setelah pensiun: bukan menjadi pelatih di pinggir lapangan, melainkan menjadi sosok yang membangun klub, mengembangkan akademi, dan memberikan kesempatan kepada generasi pemain berikutnya.
Untuk saat ini, Messi masih memiliki beberapa tahun untuk menikmati kariernya sebagai pemain. Namun, sejumlah langkah yang telah diambilnya menunjukkan bahwa La Pulga sudah mulai menyiapkan kehidupan setelah sepak bola dengan cara yang berbeda.
Jika Messi benar-benar memilih jalur kepemilikan klub, dunia sepak bola masih mungkin melihatnya dalam peran penting setelah era panjangnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah berakhir.
Sumber: ESPN