Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Media Inggris Klaim Gianni Infantino Dapat Keuntungan Besar di Tengah Perburuan Suara

Dalam laporan yang ditulis John Duerden, The Guardian menyoroti bagaimana Gianni Infantino belakangan semakin aktif melakukan kunjungan ke berbagai negara Asia.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 07 Oktober 2026, 18:45 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia mengangkat trofi setelah memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Kemenangan tersebut menjadi gelar perdana Indonesia di kejuaraan regional senior tersebut.(KLY/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai ASEAN Cup mendapat sorotan dari media Inggris. The Guardian menilai kesuksesan itu bukan hanya menjadi momen bersejarah bagi Indonesia, tetapi juga bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Dalam laporan yang ditulis John Duerden, The Guardian menyoroti bagaimana Gianni Infantino belakangan semakin aktif melakukan kunjungan ke berbagai negara Asia.

Advertisement

Langkah itu terjadi ketika pemilihan Presiden FIFA makin dekat dan posisi Infantino di antara asosiasi sepak bola Asia masih belum sepenuhnya aman.

Indonesia kemudian menjadi salah satu negara yang memberikan kabar positif bagi Infantino setelah berhasil menjuarai turnamen yang merupakan gagasannya tersebut.

 

Timnas Indonesia Juara, Infantino Dapat Keuntungan

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam sebuah pertemuan di New York, AS, Rabu (24/9/2025). (Istimewa/PSSI)

Timnas Indonesia sukses mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti pada final ASEAN Cup 2026.

Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, skuad Garuda menang 4-2 dalam adu penalti di hadapan sekitar 70.000 penonton di Jakarta.

The Guardian menilai kemenangan Indonesia menjadi keuntungan besar bagi Infantino karena Jakarta disebut sudah berada di pihaknya.

"Jakarta sudah berada di pihaknya dan Indonesia memberikan Infantino sebuah bantuan besar dengan memenangkan turnamen yang sangat merupakan gagasannya," tulis The Guardian.

Infantino memang menjadi sosok yang menggagas ASEAN Cup. Turnamen tersebut diperkenalkan dalam pertemuan regional ASEAN di Kuala Lumpur pada Oktober tahun lalu.

Namun, sejak awal, kompetisi ini mendapat pertanyaan besar mengenai urgensinya.


ASEAN Cup Dinilai Tak Dibutuhkan

Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026. (Bola.com/AI)

Kehadiran ASEAN Cup dianggap membingungkan karena Asia Tenggara sebenarnya sudah memiliki turnamen regional dua tahunan yang telah berlangsung sejak 1996, yaitu Piala AFF, yang kini memiliki nama Hyundai ASEAN Championship.

Bahkan, edisi ke-16 kompetisi tersebut baru saja berakhir pada Agustus 2026 dengan Vietnam keluar sebagai juara.

The Guardian menilai banyak pihak mempertanyakan kebutuhan akan turnamen baru yang digagas FIFA.

Upaya FIFA untuk memperbesar daya tarik kompetisi juga terlihat dari undangan kepada China dan India.

Kedua negara tersebut dianggap memiliki potensi penonton yang sangat besar, tetapi pada akhirnya memilih tidak ambil bagian.

India lebih memilih menjalani pertandingan persahabatan menghadapi Brasil, Panama, dan Uruguay. Sementara China justru mengalami kekalahan telak 0-5 dari Palestina di kandang sendiri.

Antusiasme terhadap ASEAN Cup juga tidak terlalu besar dari sisi penyiaran di luar Indonesia. Thailand bahkan tidak mendaftarkan diri untuk hak siar, sehingga para penggemar di negara itu menyaksikan final melalui kanal FIFA.


Timnas Indonesia Lolos Dramatis hingga Jadi Juara

Para pemain Timnas Indonesia berlari menuju tribun penonton setelah memenangkan adu penalti atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). (KLY/Budy Santoso)

Timnas Indonesia sendiri sempat harus melalui jalan yang sangat dramatis sebelum mencapai final.

Pada pertandingan terakhir fase grup, Timnas Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh dengan selisih gol lebih besar daripada kemenangan Malaysia atas Singapura untuk memastikan tiket ke final.

Malaysia kemudian menang 6-0. Sementara itu, Indonesia unggul 9-2 atas Bangladesh untuk lolos ke final.

Dalam laga final, Timnas Indonesia menghadapi Thailand dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga 120 menit.

Skor 2-2 bertahan sampai perpanjangan waktu sebelum Indonesia memastikan gelar melalui kemenangan 4-2 dalam adu penalti.


Kelanjutan ASEAN Cup Bisa Ditentukan oleh Suara untuk Infantino

Meski Timnas Indonesia berhasil menjadi juara, The Guardian mempertanyakan apakah ASEAN Cup benar-benar akan bertahan lama dalam kalender sepak bola Asia Tenggara.

Jumlah penonton yang rendah menjadi salah satu persoalan. Tribune kosong ketika bukan Timnas Indonesia yang tampil disebut jadi gambaran yang kerap terlihat dalam sejumlah pertandingan.

Bagi Infantino, bagaimanapun, ukuran kesuksesan turnamen tersebut bisa jadi bukan sekadar jumlah penonton atau popularitas kompetisi.

The Guardian menilai keberhasilan sebenarnya mungkin baru terlihat dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang, ketika asosiasi-asosiasi anggota Asia memberikan suara.

Infantino diketahui sedang berupaya mempertahankan posisinya. Dukungan dari Asia masih terpecah: sejumlah asosiasi mendukung petahana, sebagian lainnya menentang, sementara beberapa negara masih menunggu perkembangan sebelum menentukan sikap.

Jika ASEAN Cup mampu membantu memperkuat posisi Infantino di Asia, bukan tidak mungkin turnamen tersebut kembali digelar pada masa mendatang.

Namun, jika dukungan politik yang diharapkan tidak terwujud, The Guardian memprediksi ASEAN Cup bisa saja bernasib sama seperti penciptanya dan perlahan menghilang dari kalendar sepak bola Asia Tenggara.

Berita Terkait